Segala Rahasia Tentang Dejavu - Pengertian, Misteri, Penyebab, Contoh, dan Bagaimana Pandangan Islam

Segala Rahasia Tentang Dejavu - Pengertian, Misteri, Penyebab, Contoh, dan Bagaimana Pandangan Islam

Segala Rahasia Tentang Dejavu - Pengertian, Misteri, Penyebab, Contoh, dan Bagaimana Pandangan Islam

Secara umum memang masih banyak orang yang tidak mengetahui arti dejavu. Fenomena ini hampir pernah dialami oleh kebanyakan orang. Namun tidak ada yang berusaha mencari tahu apa arti dejavu. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak penjelasan tentang arti dejavu berikut ini.

Daftar Isi :
  1. Pengertian Dejavu
  2. Misteri Dejavu
  3. Penyebab Dejavu
  4. Dejavu Dalam Islam
  5. Contoh Dejavu

Pengertian Dejavu


Dejavu merupakan suatu kondisi dimana Anda merasa familiar dengan segala sesuatu yang ada di sekitar Anda, seakan-akan Anda telah mengalami hal tersebut dengan keadaan yang sama persis.

Padahal apa yang Anda alami saat ini mungkin saja adalah pengalaman pertama Anda. Kejadian ini biasanya berlangsung sekitar 10 detik, dan terkadang lebih dari sekali.

Dejavu juga biasa diartikan sebagai perasaan yang terulang pada suatu moment tertentu. Lawan kata Dejavu adalah amnesia.

Dejavu berasal dari bahasa perancis yaitu déjà vu’ yang artinya “pernah dilihat” . beberapa pendekatan ilmiah menyebutkan bahwa déjà vu merupakan anomali ingatan, yang menimbulkan kesan berbeda bahwa suatu pengalaman "diingat kembali".


Misteri Dejavu


misteri dejavu

Dejavu seringkali di kait-kaitkan dengan hal mistis. Namun itu menjadi misteri yang belum tentu kebenarannya. Berikut ini beberapa misteri berkaitan dengan dejavu.

Dejavu merupakan fenomena supranatural yang berkaitan dengan daya ingat manusia tentang hal-hal yang bersifat mendetail dalam kehidupan. Baik itu kehidupan dimasa sekarang atau dimasa lalu (pastlife).

Orang yang Dejavu akan merasa dirinya pernah melalui pengalaman hidup yang serupa. Ia seakan-akan mendapatkan dua sampai tiga kali kejadian yang sama.

Dejavu biasanya meliputi realitas ruang dan waktu. Jadi dejavu ini biasanya menyangkut segala hal terkait dimensi ruang dan waktu.

Orang yang Dejavu biasanya terkejut dan mengalami rasa takut. Seolah-olah dia mampu menebak hal-hal yang akan terjadi di masa depan.

Walaupun termasuk hal yang berkaitan dengan spiritual, dejavu sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja tanpa ada batasan.

Dejavu bisa jadi pedoman untuk mengambil sikap. Dejavu membuat orang menjadi lebih jeli dalam melihat hukum deterministik maupun kausalitas alam.

Orang yang mengalami Dejavu dipercaya bahwa jiwanya sedang dalam kondisi terbuka. Dejavu dianggap sebagai tanda dari aktivitas batin. Semakin sering orang de javu, maka semakin tajamlah firasat batinnya.


Penyebab Dejavu


Penyebab atau alasan seseorang mengalami dejavu masih belum pasti. Ada beberapa penelitian dan teori yang menjelaskan penyebab dejavu. Berikut ini beberapa alasan yang diketahui tentang penyebab mengapa seseorang mengalami dejavu.

1. Akibat Temporal Lobe Seizure


Temporal lobe seizure adalah kejang yang terjadi pada lobus temporal. Kejang ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti trauma pada otak, stroke, tumor otak, infeksi,  atau karena faktor genetik.

Ketika terjadi serangan, penderita akan kurang memerhatikan lingkungan sekitar sehingga membuatnya melakukan sesuatu yang berulang-ulang seperti menggerak-gerakkan jari tangan.

Sebelum datangnya serangan ini, penderita temporal lobe seizure akan mengalami takut yang tak beralasan, dejavu, dan berhalusinasi.

2. Akibat Malfungsi Sirkuit Otak


Dejavu juga terkadang diakibatkan karena malfungsi yang tejadi pada sirkuit ingatan jangka panjang dan sirkuit ingatan jangka pendek pada otak.

Pada saat otak mengenali keadaan sekitar, informasi yang diperoleh bisa saja langsung dikirim ke bagian otak yang seharusnya menampung ingatan jangka panjang.

Jadi itulah sebab mengapa seseorang bisa dejavu, seakan kita sudah mengalami suatu kejadian di masa padahal sebenarnya kejadian tersebut baru di alami sekarang dan pertama kali.

3. Akibat Kerja Rhinal Cortex


Terdapat bagian di dalam otak yang disebut rhinal cortex, yaitu bagian yang fungsinya mengindentifikasi rasa familiar. Bagian ini bisa saja berfungsi dengan sendirinya tanpa melibatkan hipocampus atau bagian otak yang fungsinya sebagai memori.

Itulah sebabnya mengapa pada saat dejavu kita tidak bisa mengingat secara pasti kapan dan dimana kita pernah merasakannya.

Berdasarkan laporan, orang yang mengalami temporal lobe seizure dan epilepsi lebih sering terkena dejavu. Untuk dejavu yang dialami oleh orang normal dan sehat bahkan sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti.

Baca Juga : Inilah Cara Orang Insomnia Mengatasi Susah Tidur Dalam Waktu Singkat


Dejavu Dalam Islam


Banyak yang menanyakan tentang bagaimana pandangan Islam terhadap deja vu. Pembahasan tentang dejavu sama sekali tidak ditemukan baik dalam Al-qur’an maupun hadis.

Bahkan bila memang dejavu adalah sesuatu yang membawa kebaikan bagi kita. Pastinya para rasul sudah menyampaikan sedari dulu kepada umatnya. Tetapi justru sama sekali tidak ada petunjuk ke arah sana.

Ada hadis yang menjelaskan bahwa ketika ada suatu hal yang tidak pernah dijelaskan oleh Rasulullah baik itu secara langsung atau pun tak langsung, maka yakinlah bahwa itu bukanlah hal yang baik bagi agama kita.


Contoh Dejavu


Dejavu sebenarnya ada bermacam-macam. Secara umum contohnya terbagi empat yaitu :

1. Deja  Senti (Memikirkan)


Jenis dejavu ini bisa juga di sebut fenomena merasakan sesuatu. Fenomena kejiwaan ini diyakini oleh peneliti bahwa sesuatu yang pernah dirasakan di masa lampau itu sama persis dengan yang dirasakan saat ini.

Contohnya ketika kita merasa telah mengatakan sesuatu pada orang lain. Tetapi setelah beberapa saat kita baru teringat bahwa kita sama sekali tidak melakukannya.

2. Deja Vecu (Mengalami)


penyebab dejavu

Orang yang mengalami jenis dejavu ini biasanya memiliki ingatan yang lebih rinci misalnya suara, perkataan, aroma di sekitar, dan segala sesuatu yang terjadi di alam dejavunya.

Perasaan orang yang mengalami deja vecu lebih kuat dibandingkan jenis deja vu lainnya. Sehingga orang akan merasakan sesuatu yang sangat identik dengan kejadian sebelumnya.

Bahkan saking kuatnya orang yang mengalami deja vecu bisa meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan.


3. Deja Visite (Mengunjungi)


Dejavu jenis deja visite merupakan pengalaman yang sangat jarang dialami seseorang karena melibatkan pengetahuan ghaib tentang suatu tempat yang baru.

Misalkan pada suatu ketika Anda merasa tahu tentang jalur jalan dan pemandangan pada suatu kota yang padahal baru pertama kali Anda datangi.

Walaupun Anda sebelumnya belum pernah kesana tetapi Anda sudah mengenal secara pasti bagaimana daerah tersebut. Anda meyakini bahwa mustahil mendapat pengetahuan tentang tempat itu tanpa pernah datang sebelumnya.


4. Ja Mais Vu (Pernah Melihat)


Jamais vu adalah keadaan di mana Anda yakin berada dalam situasi yang pernah Anda kenal sebelumnya secara rasional. Tetapi saat ini Anda kesulitan mengingat situasi itu seperti apa. Kondisi ini biasa diartikan kebalikan dari dejavu.

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar