8 Masalah Mental Yang Sering Menyerang Mahasiswa

8 Masalah Mental Yang Sering Menyerang Mahasiswa

masalah mental mahasiswa

Menjadi seorang mahasiswa terkadang membutuhkan mental yang kuat agar bisa menangani berbagai permasalahan dalam kehidupan.

Entah itu masalah yang timbul menyangkut perihal akademik maupun dalam hal sosial.

Terlebih lagi bila Anda sebagai mahasiswa yang kost dan jauh dari orang tua. Butuh perjuangan ekstra untuk bisa survive melawan kerasnya kehidupan.

Dilansir dari Everyday Health, menunjukkan bahwa sekitar 27% mahasiswa mengalami masalah mental.

Apa-apa sajakah itu? Berikut penjelasan lengkap tentang 7 masalah mental yang rawan menyerang mahasiswa.

1. ADHD

ADHD adalah singkatan dari Attention deficit hyperactivity disorder. Merupakan gangguan yang terjadi pada otak.

Hal ini biasanya ditandai dengan kurangnya perhatian, hiperaktif, serta gangguan impulsif yang berdampakburuk bagi fungsi dan perkembangan otak. Kebanyakan ciri ini muncul sebelum masa perkuliahan.

Kebanyakan orang bisa menyembunyikan atau mengendalikan gejala ini sewaktu berada di sekolah menengah.

Akan tetapi, di masa perkuliahan tuntunan dan tekanan akan meningkat seiring berjalannya waktu, sehingga gejala dari ADHD semakin sulit untuk dikendalikan.

Berbagai penyakit mental seperti ini sangat penting untuk segera ditangani ketika gejalanya mulai muncul.

Pasalnya, dampak dari kondisi ini tak hanya mengganggu prestasi akademik tetapi juga memengaruhi kesehatan mental secara berkepanjangan.

2. Insomnia 

Walaupun Insomnia bukan termasuk masalah mental, tetapi penyakit insomnia bisa jadi gejala seseorang mengalami gangguan kecemasan dan depresi.

Bahkan insomnia bisa menjadi masalah fisik bila terus-terusan dibiarkan.

Hampir sebagian besar mahasiswa masalah ini. Entah karena tugas atau karena terlalu asik bersosial media sampai-sampai lupa waktu tidur.

Kebanyakan hal ini dialami mahasiswa yang memiliki wifi di tempat tinggalnya. Dengan adanya wifi maka terus membuat kita ingin terus membuka internet sehingga lupa waktu tidur.

Mengerjakan tugas sampai larut malam dan bangun pagi lagi esoknya untuk menghadiri kelas. Belum lagi segudang kegiatan organisasi yang menyita waktu tidur.

Jadi sangat perlu untuk mengatur waktu tidur secara ketat agar tubuh cukup istirahat. Hindari berbagai jenis stimulan seperti nikotin dan kafein.

Baca Juga : Inilah Cara Orang Insomnia Mengatasi Susah Tidur Dalam Waktu Singkat

3. Depresi

Menurut asosiasi psikologi Amerika, menjelaskan bahwa kasus depresi di kalangan mahasiswa meningkat sebanyak 10% selama 10 tahun terakhir.

Depresi yang hanya dibiarkan dan tidak diatasi bisa berujung pada bunuh diri. Di Amerika sendiri bahkan kasus bunuh diri adalah penyebab kematian kedua bagi mahasiswa.

Ada sekitar seribu kasus bunuh diri pada kalangan mahasiswa setiap tahunnya.

Di indonesia pun ada kasus bunuh diri yang dilakukan mahasiswa. Yakni mahasiswa asal bandung yang mengakhiri hidupnya karena tertekan dengan tugas kuliah.

Adapun cara terbaik untuk mengatasi depresi adalah dengan menceritakan berbagai permasalahan dengan orang terdekat atau teman Anda.

Dengan begitu maka Anda memiliki tempat bersandar dan tidak menanggung semua beban sendirian. Anda memiliki teman yang bisa membantu Anda dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi.

4. Gangguan Kecemasan

Rasa cemas yang berlebih dan dalam intensitas yang tinggi sangat tidak baik bagi kesehatan. Sehingga tak jarang memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Gangguan kecemasan terdiri dari berbagai macam seperti kecemasan sosial, kepanikan, fobia, dan adanya kecemasan umum. Contoh gejala gangguan kecemasan yang cukup serius adalah stres yang cukup ekstrem dan rasa khawatir yang berlebih sehingga membatasi kemampuan Anda untuk bisa berfungsi secara normal.

Bila Anda mengalami gejala gangguan kecemasan seperti gelisah, meningkatnya detak jantung, gemetar, dan sulit mengendalikan rasa takut dan kecemasan Anda maka segeralah pergi ke pusat kesehatan.

Atau bisa juga dengan mengkonsultasikannya pada orang tua untuk membantu mencari solusi penyelesaiannya.

5. Gangguan Makan

Penyakit mental yang menyerang anak kuliahan dalam hal gangguan makan adalah bulimia, anoreksia, dan binge eating (makan tak terkendal).

Pada umumnya hal ini dipicu oleh tugas yang menumpuk dan tempat tinggal yang jauh dari orang tua.

Berdasarkan survey National Eating Disorders Screening Program menjelaskan bahwa sekitar 62% wanita di perguruan tinggi memiliki pola makan yang tidak normal sehingga bisa menjadi pemicu penyakit gangguan makan.

Maka dari itu, apabila Anda merasa memiliki pola makan yang tidak normal seperti makan banyak lalu ingin memuntahkan lagi, tidak ingin makan karena merasa bersalah bila makan banyak, atau justru makan banyak dan tidak terkendali.

Maka mintalah bantuan orang terdekat Anda untuk mengendalikan dan memantau Anda.

6. Menyakiti Diri Sendiri

Mahasiswa yang stres dan depresi terkadang melampiaskan perasaannya dengan menyakiti dirinya sendiri.

Mereka biasanya melakukan hal-hal seperti menyayat lengan dengan silet, membenturkan dan memukul kepala, bahkan sengaja tidak makan untuk bisa mengalihkan pikiran dari hal-hal yang membuat trauma dan stres.

Meskipun banyak orang yang menyadari bahwa tindakan tersebut merugikan diri sendiri, tetapi mereka masih saja melakukannya untuk bisa melampiaskan emosinya.

Bila Anda merasa ada rasa untuk menyakiti diri Anda maka segeralah meminta bantuan orang terdekat Anda untuk memantau dan menjaga Anda dari tindakan yang berbahaya itu.

Jangan biarkan diri Anda dipengaruhi pikiran negatif itu karena nantinya jusru Anda sendiri yang dirugikan.

Baca Juga : Mau Dapat Penghasilan. Begini Cara Mahasiswa Dapat Uang Dari Internet

7. Penyalahguanaan Alkohol dan Narkoba

Alkohol termasuk zat yang sering disalahgunakan oleh anak kuliahan. Penyalahgunaan alkohol, narkoba, dan obat penenang menjadi persoalan utama yang pada akhirnya ikut berperan dalam kasus kecelakaan dan pelecehan seksual di kalangan anak kuliahan.

Akibat terlalu kuatnya tekanan dari tugas-tugas kampus sehingga membuat para anak kuliahan mencari pelarian untuk menenangkan pikirannya sejenak.

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar