6 Strategi Negosiasi Terbaik yang Digunakan Para Sales Profesional

6 Strategi Negosiasi Terbaik yang Digunakan Para Sales Profesional

Strategi Negosiasi Sales

Berkaitan dengan bisnis, seorang sales sudah pasti dihadapkan pada kondisi pengambilan kesepakatan yang keuntungan perusahaan sekaligus kenyamanan dan manfaat yang didapatkan klien.

Walaupun sudah tertera harga dan standar ketentuan. Selalu saja ada celah yang ditemukan klien untuk mendapat lebih banyak benefit atau keuntungan.

Proses dealing akan diwarnai dengan adu strategi negosiasi. Apalagi kalau Anda mendapat klien yng berpengalaman dalam berbisnis dan cukup potensial bagi perusahaan.

Pastinya negosiasi akan berlangsung sengit. Namun jangan sampai mengecewakan klien.

Bagi Anda yang masih kurang jam terbang dalam hal dealing mungkin butuh persiapan yang matang dan banyak belajar untuk menyusun strategi negosiasi yang jitu.

Berlatih di malam hari sebelum menghadapi klien esok harinya adalah cara yang efektif agar Anda siap dengan strategi negosiasi yang baik dan sudah disiapkan.

Bahkan sales yang profesional sekalipun butuh butuh belajar mengenal karakter klien untuk bisa mendapat celah.

Sales juga harus mengetahui espektasi dan terget yang ingin dicapai agar lebih mudah untuk menyesuaikan strategi negosiasi.

Berikut ini hal yang harus Anda perhatikan dalam melakukan negosiasi :

1. Dengar Terlebih Dahulu Sebelum Bicara

Strategi utama pada saat melakukan negosiasi adalah Anda harus untuk mendengar argumen klien terlebih dahulu.

Sebelumnya pasti klien sudah megetahui tentang penawaran dan benefit apa yang akan ia peroleh ketika membeli produk Anda.

Nah, pada saat Anda bertemu dengan klien untuk persetujuan akhir, biarkan dulu si klien mengutarakan apa yang ia inginkan.

Proses negosiasi yang demikian akan jauh lebih kondusif dan tenang karena ada yang berbicara dan ada yang mendengar.

Yang kacaunya kalau Anda sebagai sales tidak mau kalah menjelaskan dan menyela pembicaraan klien.

Bisa-bisa klien malah ill feel dan tidak jadi membeli. Bahkan mungkin saja tidak akan pernah kembali nantinya karena merasa tidak di dengarkan.

Tuhan menciptakan kita dua telinga dan satu mulut agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Ternyata itu juga berlaku dalam hal dealing.

Kunci utama dalam strategi negosiasi adalah mau menerima pendapat orang lain.

Dengan mendengarkan keinginannya, mungkin saja Anda bisa dapat celah baru untuk meyakinkannya bahwa produk yang Anda tawarkan adalah pilihan yang tepat terkait dengan cerita klien.

2. Gunakan Angka Pasti

Strategi berikutnya adalah jangan pernah memberi range atau kisaran pada klien. Seorang sales pasti sudah mengetahui karakter konsumen yang tidak bisa diberi sedikit saja kelonggaran dalam memilih.

Ia tidak akan segan-segan untuk beralih jika merasa tawaran yang Anda berikan tidak menguntungkan untuknya.

Misalnya begini “Saya kasih diskon 20-25%  saja bu”. Pernyataan yang seperti ini bukan strategi negosiasi yang cerdas. Siapa juga yang mau diskon 20% kalau masih bisa dapat diskon 25%?

Untuk itu, sangat dianjurkan berlatih terlebih dahulu sebelum bertemu secara langsung pada klien untuk dealing.

Namun jangan langsung mengaplikasikan strategi negosiasi ini tanpa mengetahui harga yang pas.

Konsultasikan dulu dengan bos atau atasan Anda agar tidak salah dalam memberikan penawaran.

Jadi sekali lagi saya ingatkan, jangan sampai ada “sekitar” dan “antara” ketika Anda sedang bernegosiasi dengan klien.

3. Bernegosiasi dengan Decision Maker

Dalam bernegosiasi, Anda harus punya strategi negosiasi yang matang agar tak harus mengulangi lagi pembahasan terkait harga atau fasilitas yang berhak di dapat klien.

Berdiskusilah dengan decision maker atau pengambil keputusan. Misalnya seorang sales properti yang sedang gencar dengan strategi negosiasinya.

Ceritanya disini yang mau beli apartemen adalah istrinya, walaupun yang bayar tetap suaminya.

Anda harus tahu terlebih dahulu keputusan ada di tangan siapa. Jangan karena suami yang bayar lalu semua keputusan ada di tangan bapak tersebut.

Cari tahu dulu. Bisa saja keputusan ada di tangan istri karena yang mau punya apartemen si ibu.

Bila decision makernya sudah diketahui, selanjutnya tinggal menyiapkan strategi negosiasi yang cocok sesuai dengan karakter si klien.

Kesalahan yang bisa timbul jika tidak mengetahui decision makernya adalah Anda bisa saja memberikan harga yang menguntungkan bagi klien tapi membuat Anda rugi.

Karena si klien yang Anda ajak bernegosiasi ini bukan decision maker dan juga beliau cukup berpengalaman dalam proses dealing jadi Anda langsung menyetujuinya.

Ketahui dahulu siapa decision makernya, ajak berdiskusi, lalu selanjutnya Anda keluarkan semua strategi yang disiapkan sebelumnya.

Untuk mengidentifikasi decision maker, bisa dengan melakukan strategi negosiasi pertama yakni mendengar saat dialog bersama klien berlangsung.

Baca Juga : 7 Cara Bagaimana Cara Anda Bisa Dipercayai Oleh Orang Lain

4. Bayangkan Seandainya Kamu yang Jadi Klien

Salah satu strategi yang harus dipahami oleh seorang sales adalah “Put your feet on their shoes” artinya kita harus membayangkan bagaimana seandainya kita yang berada di posisi klien.

Bukan berarti kita mengalah yah, tetapi agar kita bisa membayangkan berbagai hal yang bisa Anda kaitkan dengan kualitas produk yang Anda jual.

Seorang sales yang mengerti strategi negosiasi ini akan lebih mudah mengidentifikasi kebutuhan, rasa cemas, dan harapan apa yang klien inginkan saat memutuskan untuk membeli produk Anda.

Ketika Anda sudah bisa mengarahkan klien ke produk yang paling mendekati keinginannya maka disitulah klian akan merasa terbantu dan nyaman atas pelayananmu.

Dengan demikian, strategi negosiasi yang Anda gunakan akan membawa dampak positif baik kepada klien maupun pada Anda sendiri.

5. Utamakan Kepuasan Klien Daripada Uang

Ingatlah bahwa yang Anda ajak bernegosiasi bukanlah robot. Melainkan manusia yang juga punya akal, budi dan perasaan.

Kamu harus mempertimbangkannya juga. Bukan hanya mengejar keuntungan besar melulu.

Apabila strategi negosiasi yang Anda gunakan hanya berpusat pada keuntungan tanpa memikirkan kepentingan klien dan benefit yang ia dapatkan.

Maka klien akan merasa seperti ditekan dan ada unsur paksaan.

Akibatnya, klien akan merasa dikejar-kejar seperti orang  yang punya hutang dan negosiasi juga tidak akan berjalan secara efektif.

Seorang sales harus bisa rasional, cerdas, dan tenang dalam mengeksekusi strateginya.

Anda harus bisa menjadi jembatan yang berfungsi menyatukan antara kebutuhan klien dan aturan perusahaan agar keduanya bisa sama-sama diuntungkan atau secara mutualisme.

Bahasa kerennya win-win solution. Strategi negosiasi yang baik bisa membuat hubungan yang baik antara Anda dan klien. Tidak hanya dalam satu kali transaksi kemudian putus hubungan.

Sales yang punya relasi jangka panjang akan diuntungkan dengan mendapat referensi dari klien terdahulunya.

6. Jangan Tulis apapun Hingga Percakapan Berakhir

Dan yang terakhir, seorang sales harus cerdas, yaitu dengan menerapkan strategi negosiasi yang tak mengubah poin apapun dalam kontrak hingga dialog negosiasi selesai.

Selama percakapan berlangsung, tentu ada poin yang disetujui, dihilangkan, atau ada poin baru yang muncul karena tambahan ide dari klien.

Sebelum percakapan negosiasi selesai dan disetujui oleh kedua belah pihak, serta memahami terms and condition-nya, sales sebaiknya tidak menuliskan atau menghapus poin apapun dari kontrak.



Dari enam strategi sales diatas mungkin ada yang pernah Anda lakukan. Bila belum, maka bisa Anda coba sendiri untuk meningkatkan penjualan.

Berprofesi sebagai sales memiliki tantangan tersendiri. Sebenarnya tidak susah sih. Yang terpenting kamu mau terus belajar dan berusaha menjadi lebih baik.

Bila kamu masih ada ide lain tentang strategi negosiasi, mungkin bisa di share ke teman-teman dengan menuliskannya di kolom komentar.

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar