8 Golongan Penerima Zakat yang Wajib Diketahui Orang Islam

8 Golongan Penerima Zakat yang Wajib Diketahui Orang Islam

8 golongan penerima zakat

Hidupcu.com - Anda mungkin pernah mendengar istilah 8 golongan penerima zakat. Yah, mereka adalah kategori orang yang berhak menerima zakat. 8 golongan penerima zakat ini tidak pernah mengalami perubahan atau bersifat tetap. Mau tau siapa sajakah golongan itu? Berikut penjelasan lengkap tentang 8 golongan orang penerima zakat yang wajib Anda ketahui :

8 Golongan Penerima Zakat


1. Fakir dan Miskin


Walaupun kedua kelompok ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, tetapi secara teknis operasional sering dipersamakan. Yaitu mereka yang sama sekali tidak memiliki penghasilan dan mereka yang memiliki penghasilan tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dirinya dan keluarga yang menjadi tanggungannya.

Zakat yang disalurkan pada golongan ini bisa bersifat konsumtif atau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun bersifat produktif atau untuk dijadikan modal usaha.

Fakir merupakan orang yang tidak memiliki harta sama sekali untuk memenuhi kebutuhan pokok dirinya dan tanggungannya, termasuk dalam hal makanan, pakaian, tempat tinggal, dan keperluan lainnya. Sementara untuk miskin akan dibahas pada poin berikutnya.

Jumhur, ulama berpendapat bahwa fakir dan miskin merupakan dua golongan tetapi satu macam. Yang dimaksud ialah mereka yang kekuangan dalam kebutuhan sehari-harinya.


2. Miskin


Yang dimaksud dengan miskin adalah mereka yang mempunyai harta dan hasil usaha (pekerjaan), tetapi masih tidak mencukupi untuk menanggung dirinya dan tanggungannya.

Salah satu pemuka ahli tafsir, Al-thabari berpendapat bahwa yang dimaksud dengan fakir adalah orang yang walau dalam keadaan butuh tetapi bisa menjaga dirinya untuk tidak meminta-minta. Sedangkan yang dimaksud dengan miskin adalah orang yang memiliki kebutuhan tetapi suka merengek-rengek dan minta-minta.

Pendapat ini diperkuat dengan berpegang pada arti kata maskanah (kemiskinan jiwa) yang sudah menunjukkan arti demikian.

Baik fakir maupun miskin  berhak mendapat zakat sesuai kebutuhan pokoknya selama setahun. Karena zakat selalu berulan setiap satu tahun.

Patokan kebutuhan pokok yang nantinya dipenuhi adalah berupa makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan pokok lainnya dalam batas-batas kewajaran dan tanpa dilebih-lebihkan.

Diantara kedua kelompok ini, orang yang menerima zakat harus memenuhi syarat “membutuhkan”. Maksudnya sama sekali tidak memiliki pemasukan atau harta, atau tidak punya keluarga yang ikut menanggung kebutuhannya.

Baca Juga : 9 Dosa Besar Pembawa Sial Yang Paling Berbahaya


3. Amil Zakat (Pengurus)


Golongan ketiga yang berhak menerima zakat setelah fakir dan miskin adalah para amil zakat. Amil zakat adalah mereka yang melaksanakan segal kegiatan pengurusan zakat. Mulai dari pengumpulan, penyimpanan, penjagaan, pencatatan jumlah zakat masuk dan keluar serta sisanya. Termasuk juga dalam penyaluran dan pendistribusiannya kepada mustahik zakat.

Allah menyediakan mereka upah dari harta zakat sebagai imbalan dan tidak diambil dari selain harta zakat. Mereka ditunjuk langsung oleh pemerintahan dan memperoleh izin darinya.

Atau dipilih langsung oleh instansi pemerintahan yang berwenang oleh masyarakat Islam untuk memungut dan membagikan serta tugas lain yang berkaitan dengan zakat.

Termasuk penyadaran atau penyuluhan masyarakat tentang hukum zakat dan menerangkan sifat-sifat pemilik harta yang dikenakan kewajiban membayar zakat.


 4. Muallaf


Muallaf adalah orang-orang yang dianggap masih lemah imannya karena baru masuk Islam.

Alasan mereka diberi zakat adalah supaya kesungguhan dan keyakinannya dalam memeluk Islam semakin bertambah. Bahwa segala pengorbanan yang mereka lakukan untuk memeluk  Islam tidak sia-sia.

Dengan dijadikannya golongan ini sebagai penerima zakat, maka sudah sangat jelas bagi kita bahwa zakat dalam pandangan Islam bukan hanya sekedar perbuatan baik yang bersifat kemanusiaan melulu dan bukan pula sekedar ibadah yang dilakukan secara individu.

Beberapa kelompok masyarakat kategori muallaf yang berhak menerima zakat antara lain :

  • Orang-orang diberi sebagian zakat agar nantinya mau memeluk Islam.
  • Orang-orang yang diberikan zakat dengan harapan agar keistimewaannya semakin baik dan hatinya semakin mantap.
  • Orang-orang muallaf yang diberi zakat karena diharapkan rekan-rekan mereka juga mau memeluk Islam.

Baca Juga : Jika Anda Melakukan Hal Ini, Anda Bisa Beruntung Seumur Hidup


5. Riqab (Hamba Sahaya)


apakah janda berhak menerima zakat

Riqab merupakan golongan mukatab yang ingin membebaskan diri. Atau dengan kata lain budak yang dijanjikan oleh tuannya akan dilepaskan jika ia dapat membayar dengan jumlah tertentu. Termasuk pula budak yang belum dijanjikan kemerdekaannya.

Adapun beberapa cara pembebasan budak antara lain :

  • Menolong pembebasan dari hamba mukatab, ialah budak yang telah membuat perjanjian dan kesepakatan dengan tuannya bahwa ia sanggup membayar dengan jumlah tertentu untuk membebaskan dirinya.
  • Seseorang atau kelompok orang dengan uang zakatnya atau petugas zakat dengan uang zakat yang telah terkumpul dari para muzakki kemudian membeli budak untuk dibebaskan.
Karena golongongan seperti ini sudah sangat jarang ditemui, maka zakat untuk mereka dialihkan  ke golongan mustahik lain menurut pendapat Jumhur, mayoritas ulama fiqih.

Namun ada juga sebagian ulama yang berpendapat bahwa golongan ini masih ada. Yaitu para tentara muslim yang dijadikan tawanan.


6. Gharimin (orang-orang yang memiliki hutang)


Gharimin adalah orang-orang yang menanggung hutang dan tidak sanggup untuk membayarnya karena telah jatuh miskin.

Kaum gharimin biasanya ada karena mendapat berbagai bencana dan musibah, baik pada dirinya maupun hartanya. Sehingga membuat dirinya mempunyai kebutuhan mendesak untuk berhutang bagi dirinya maupun keluarganya.

Orang-orang dari golongan ini diberi zakat dengan syarat-syarat sebagai berikut :

  • Hutang yang dimiliki bukan hutang yang timbul karena kemaksiatan.
  • Orang tersebut berhutang demi melaksanakan ketaatan atau mengerjakan sesuatu yang diperbolehkan syariat.
  • Orang yang punya hutang tidak lagi sanggup melunasi hutangnya.
  • Hutang yang dimiliki telah jatuh tempo atau sudah harus dilunasi ketika zakat itu diberi kepada si penghutang.

Orang yang memiliki hutang karena kemaslahatan dirinya harus diberi sesuai dengan kebutuhannya, yaitu hanya untuk membayar lunas hutangnya.

Apabila ternyata orang yang memberi hutang membebaskan hutangnya, maka ia wajib mengembalikan bagiannya itu.


7. Fisabilillah


Fisabilillah merupakan orang yang berjuang di jalan Allah dalam pengertian yang luas seperti yang telah ditetapkan oleh para ulama fikih.

Intinya adalah memelihara dan melindungi agama serta meninggikan kalimat tauhid seperti berdakwah, berperang, dan berusaha menerapkan hukum Islam.

Golongan orang yang termasuk kategori fisabilillah adalah da’i, sukarelawan perang yang tidak memiliki gaji, serta pihak-pihak lain yang ikut mengurusi aktivitas jihad dan dakwah.

Di zaman sekarang ini, bagian untuk fisabilillah digunakan untuk membebaskan orang Islam dari hukuman orang kafir.

Bekerja untuk mengembalikan hukum Islam juga termasuk jihad fisabilillah. Contohnya seperti pendirian pusat Islam yang mendidik pemuda muslim, menjelaskan ajaran Islam dengan benar, memelihara aqidah, serta mempersiapakan diri demi membela Islam dari musuh-musuhnya.

Baca Juga : Begini Cara Cepat Orang-Orang Melunasi Hutang Dalam 1 Hari


8. Ibnu Sabil


penerima zakat penghasilan

Ibnu sabil merupakan golongan orang yang terputus bekalnya dalam perjalanan. Ibnu sabil sebagai penerima zakat sering dipahami sebagai orang yang kehabisan biaya diperjalanan ke suatu tempat dan bukan untuk maksiat.

Adapun tujuan pemberian zakat ini agar mengatasi ketelantarannya. Meskipun di kampung halamannya ia termasuk orang yang mampu.

Jadi bisa kita pahami bahwa Islam memberikan perhatian kepada orang-orang yang terlantar. Orang dari golongan ini berhak menerima zakat disebabkan karena ketidakmampuan sementara.

Para ulama menyepakati bahwa mereka hendaknya diberi zakat dalam jumlah yang cukup untuk menjamin mereka pulang.

Pemberian ini juga terikat oleh syarat bahwa perjalanan yang dilakukan atas alasan yang bisa diterima dan diperbolehkan dalam Islam.

Tetapi bila musafir tersebut orang kaya di negerinya dan bisa menemukan seseorang  yang bisa meminjaminya uang, maka zakat tidak diberikan kepadanya.

Golongan ibnu sabil diberi zakat apabila memenuhi beberapa syarat berikut :

  • Sedang melakukan perjalanan di luar lingkungan negeri tempat tinggalnya. Apabila masih di lingkungan negeri tempat tinggalnya dan ia dalam keadaan membutuhkan, maka ia dianggap sebagai fakir miskin.
  • Perjalanan yang dilakukan tidak melanggar syariat Islam. Dengan demikian pemberi zakat itu tidak memberikan bantuan kepada orang yang hendak berbuat maksiat.
  • Saat itu ia sama sekali tak memiliki biaya untuk pulan ke negerinya walaupun di negerinya ia adalah orang kaya. 

Apabila ia memiliki hutang yang belum jatuh tempo, kepada orang orang lain yang tidak diketahui, kepada orang yang mengingkari hutangnya, atau kepada seseorang yang dalam kesulitan keuangan, maa semua itu tidak menghalanginya. Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat, golongan tersebut disebut juga mustahiq.


Penutup


Itulah beberapa penjelasan terkait 8 golongan orang penerima zakat. Semoga apa yang dijelaskan di atas bisa bermanfaat bagi Anda sebagai pembaca. Dan kami pun tidak keberatan apabila Anda mau menekan tombol share di bawah ini.

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar