Skip to main content

Cemburu Tanda Cinta, Bener Nggak Sih ?

Cemburu tanda cinta

Hidupcu.com – benarkah cemburu tanda cinta? Yah, hal ini merupakan sesuatu yang sering diungkapkan oleh orang-orang.

Ada yang mengatakan bahwa cemburu tanda cinta adalah benar. Namun anehnya justru banyak pasangan yang putus karena cemburu. Jadi bagaimana? Apakah benar cemburu tanda cinta?

Ketika ada seorang teman yang menanyakan hal tersebut, saya hanya geleng kepala dan diam. Karena otak ini berpikir keras menanyakan hal tersebut.

Berdasarkan pengalaman pribadi seseorang, saat pasangan merasa cemburu dengan emosi yang tidak stabil, dan kita gagal menenangkan rasa cemburunya. Maka saat itulah terkadang muncul kata pisah sebagai solusi untuk menghilangkan rasa cemburu.

Kalau cemburu merupakan tanda cinta, terus kenapa cemburu dijadikan alasan untuk putus?

Bermula dari pertanyaan yang sederhana itu, beberapa sahabat mulai mengemukakan pendapatnya.

Sahabat laki-laki saya menjelaskan bahwa tingkat kecemburuan seorang wanita kadang berlebihan. Meskipun pemicunya adalah hal yang sepele.

Sahabat wanita saya menjelaskan bahwa kaum laki-laki itu maunya menang sendiri dan gampang tergoda. Mereka lebih mengutamakan sahabat wanitanya dibanding pasangannya.

Berdasarkan perdebatan yang dilakukan antara pria dan wanita tentang cemburu, dapat disimpulkan bahwa energi yang ditimbulkan dari rasa cemburu ternyata amat besar.

Diumpamakan seperti air panas yang menyirami es balok. Es balok yang keras bisa saja meleleh seketika dalam waktu yang cepat.

Perasaan cemburu bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Ada banyak kejadian mengerikan yang berawal dari rasa cemburu. Diantaranya seperti pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, mutilasi, dan sebagainya.

Cemburu yang tanpa didasari oleh logika dan dasar iman serta pemikiran yang rasional bisa berakibat fatal. Bukannya menyelesaikan masalah, penghakiman secara sepihak justru hanya akan menimbulkan masalah baru dan kehancuran masa depan hubungan.

Pendapat sahabat laki-laki saya yang mengatakan bahwa wanita lebih pencemburu dibanding laki-laki mungkin saja benar.

Baca Juga : 14 Hal-Hal yang Membuat Pria Terlihat Lebih Macho dan Menarik Bagi Wanita

Pernyataan tersebut didukung oleh survey yang dilakukan Women’s Day dan AOL Living terhadap 2.000 wanita. Hasilnya menunjukkan 73% perempuan mengaku pencemburu dan sisanya (27%)
mengaku bahwa laki-laki yang pencemburu.

Namun secara pribadi, persentase tersebut tidak bisa dijadikan jaminan bahwa laki-laki bukanah makhluk yang pencemburu.

Mungkin saja karena laki-laki adalah makhluk yang tidak ekspresif sehingga rasa cemburunya bisa tersamarkan.

Berbeda dengan kaum wanita yang biasanya lebih mudah bereaksi saat sedang terbakar rasa cemburu.

Menurut Jealously, cemburu adalah reaksi emosi berupa ketakutan akan kehilangan sesuatu yang dianggap penting.

Karena apabila seseorang mempunyai rasa memiliki yang tinggi, maka cenderung akan menimbulkan rasa cemburu. Adapun untuk penyebabnya bisa beragam. Diataranya sebagai berikut :
  1. Saat pasangan mendapat telepon dari mantannya.
  2. Ketika mantan memberi perhatian yang lebih terhadap pasangan kita.
  3. Saat pasangan dilirik oleh orang lain yang lebih ganteng/cantik dari kita.
  4. Ketika pasangan terlalu sibuk dengan temannya dan sedikit mengabaikan kita.
Selain empat alasan di atas, masih ada banyak alasan lainnya mengapa seseorang bisa merasa cemburu.

Namun terlepas dari alasan tesebut, kita juga harus memerhatikan salah satu faktor pemicunya yakni komunikasi.

Mungkin saja rasa cemburu yang timbul tersebut disebabkan oleh kurang lancarnya komunikasi antarpasangan. Karena komunikasi yang kurang harmonis akan mengikis rasa saling percaya kepada pasangan.

Kurangnya komunikasi dalam suatu hubungan akan mempengaruhi sikap saling memperhatikan.
Tetapi apabila komunikasi dalam suatu hubungan termasuk lancar dan baik-baik saja, maka kemungkinan untuk cemburu dan kurangnya perhatian akan diminimalisir.

Cemburu yang tak terkontrol akan membuat dampak yang tidak baik bagi kondisi tubuh
Berdasarkan pendapat dr. Feranindhya Agiananda, cemburu yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan penyakit.

Orang yang tersulut api kecemburuan biasanya akan diliputi rasa cemas yang berlebihan dan hal ini sangat berkaitan erat dengan produksi asam lambung.

Ketika seseorang dilanda rasa kecemasan yang berlebihan, maka produksi asam lambung akan meningkat dan dapat mengikis dinding lambung. Akibatnya Anda mungkin saja bisa terkena radang lambung atau maag.

Kecemasan yang berlebih akan memicu otonom di otak yang bisa menimbukan berbagai gejala seperti berdebar-debar, sakit kepala, dan diare. Apabila tidak ditangani dengan baik maka akan membuat seseorang jadi paranoid atau depresi.

Cemburu bisa disebut wajar jika dilandasi dengan rasa perhatian dan dengan alasan yang masuk akal.

Misalnya saja menegur pasangan yang terciduk kembali berkomunikasi intens dengan mantan pacarnya diam-diam. Kejadian seperti ini bisa memunculkan benih-benih pengkhianatan.

Pria dan wanita diciptakan berbeda dalam merespon rasa cemburu. Jadi adalah sesuatu yang wajar kalau keduanya memiliki ekspresi yang berbeda saat cemburu.

Dalam buku Men are from Mars and Women are from Venus, dijelaskan bahwa perempuan memiliki kecenderungan untuk terus-menerus memastikan bahwa pasangannya akan tetap mencintainya dan tak membagi perhatiannya pada perempuan atau objek lain.

Akan jadi musibah yang besar, kalau seorang perempuan tahu bahwa laki-laki yang ia cintai berkhianat dan membagi perhatinnya kepada perempuan lain.

Perempuan, dalam buku Female Aggresion dijelaskan bahwa perempuan yang cemburu cenderung akan lebih mudah emosional dan reaktif.

Serta tak segan-segan menunjukkan perasaannya dengan marah, berteriak, menangis, memaki, dan mencaci atau bahkan menyakiti perempuan yang membuatnya cemburu.

Sementara laki-laki umumnya cenderung akan menunjukkan sikap diam, cuek, menghindar, dan melampiaskan secara fisik pada orang yang membuatnya cemburu.

Namun ada juga yang menunjukkan rasa cemburunya dengan cara perempuan menunjukkan rasa cemburunya.

Jadi kalau ditanya “Apakah benar kalau cemburu adalah tanda cinta?”

Jawabannya kembali lagi pada tiap-tiap orang.

Tetapi intinya siapapun tak ada yang bisa melarang seseorang untuk cemburu. Sebab dengan cemburu, itu menandakan bahwa masih ada rasa cinta dan memiliki pada pasangan.

Salah satu jurus jitu dalam meredakan rasa cemburu terhadap pasangan adalah dengan memberi maaf kepada pasangan dan melupakan atau tidak mengungkit permasalahan yang sudah berlalu.

Baca Juga : Menghadapi Cobaan Hidup yang Berat Harus dengan Hati yang Lapang dan Ikhlas


Penutup

Itulah penjelasan tentang cemburu tanda cinta. Semoga postingan ini bisa bermanfaat bagi Anda selaku pembaca. Salam hidupcu!
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar