Skip to main content

LDR Tidak Selalu Manis, Namun Tidak Selamanya Miris

LDR Tidak Selalu Manis, Namun Tidak Selamanya Manis

Hidupcu.com - Hubungan jarak jauh atau LDR(Long Distance Relationship) adalah suatu hubungan yang dijalin oleh seseorang dengan orang terkasih yang terpisahkan oleh jarak.

Ingatlah, LDR tidak selamanya berakhir miris. Kadang menjadi kenangan manis, walau sesekali menghadirkan tangis.

Tidak banyak orang yang mampu bertahan dengan hubungan yang terhalang oleh jarak. sehingga tidak jarang mereka lebih memilih untuk berpisah dibanding mempertahankan komitmen untuk tetap bersama.

LDR sebenarnya tidak begitu buruk, hanya saja ada beberapa pihak yang mungkn tidak sanggup untuk menjalankan hubungan tanpa temu.

Yahh... kurang lebih semacam tidak bisa terlalu lama membendung rindu yang menggebu, waktu yang terus berlalu hingga pada akhirnya mengharapkan untuk bertemu.

Beberapa orang juga tidak percaya dengan hubungan jarak jauh. Karena adanya jarak diantara mereka memungkinkan adanya rasa tidak percaya atau rasa ragu terhadap pasangannya.

Tidak mudah untuk mengetahui apa saja yang sedang ia lakukan diluar sana, dimanakah Dia? Atau dengan siapakah Dia ?.

Bayangan tentang dia yang mulai bosan atau bahkan mengenai sifatnya yang akan menuju pada pengkhianatan.

Semua pikiran negatif pun mulai timbul, menjelma bagai pisau yang tajam. Sekilas tampak dingin dan datar tapi dapat menyebabkan luka yang perih hingga mengundang rintih.

Terdengar seperti orang yang overprotectif. Namun, itu tidak bisa disalahkan karena rasa itu hadir tanpa diundang dan tidak bisa untuk dilarang.

Jangan takut menghadapi hubungan yang terpisahkan oleh jarak atau Long distance relationship. Karena, LDR tidak selamanya berakhir miris.

Tergantung siapa dan bagaimana mereka dalam menyikapi hubungannya. Karena pada dasarnya hubungan yang kuat yaitu hubungan yang diikat dengan kepercayaan dan kesetiaan.

Baca Juga : 5 Hal yang Bakalan Jadi Penyesalan Kamu Saat Berada di Akhir Hayat

Jadi, untuk para distancer tidak perlu ragu untuk menghadapi hubungan jarak jauh atau kata lainnya yaitu Long Distance Relationship.

Justru LDR itu terbilang cukup unik dan menarik kok. Tidak banyak orang yang bisa melaluinya.
Itu karena terlalu banyak tantangan didalam menjalin hubungan jarak jauh atau LDR. Mulai dari ketulusan, kepercayaan bahkan tentang seberapa setia mereka dalam menjaga komitmen yang sama-sama dibuat untuk saling menjaga perasaan satu sama lain.

Curigaan, khawatir atau cemburuan ? tentu saja rasa itu terus hadir. Bagaimana tidak, jika orang yang memiliki tempat istimewa atau orang yang sedang menjalin hubungan dengannya kini harus dipisahkan oleh jarak.

Jarak yang mungkin tidaklah dekat. Jarak yang kini mereka anggap sebagai musuh. Yang tega memisahkan dua insan yang selalu ingin bersama namun harus dipisahkan.

Sebenarnya, hubungan jarak jauh itu tidak begitu rumit. Hanya butuh beberapa rasa yang mungkin tidak mudah untuk dilakukan oleh semua orang.

Yaitu, rasa saling mengerti dan menghargai. Bukan hanya ingin dimengerti dan dihargai namun tidak mampu untuk mengerti dan menghargai yang lain.

Redam rasa ego didalam diri dan coba pikirkan kembali! Apakah cinta yang kau miliki tidak begitu besar hingga egomu dapat menutupi dan menenggelamkan rasa itu secara sekejap ?

Mengabaikan rasa yang sama-sama di miliki, menghempaskan jauh kehadapan mentari perjuangan yang sama-sama telah dilalui.

Ya, menjalankan LDR itu sih sebenarnya  gampang-gampang susah. Gampangnya dua kali, tapi susahnya hanya satu kali. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun tidak sesulit mencari jarum ditumpukan jerami.

Long distance Relationship itu kurang lebih seperti jalan yang berliku dan landai, namun sepanjang perjalanan menuju tujuan selalu ada pemandangan indah menyejukkan mata yang selalu menebarkan senyuman.

Masalah didalam hubungan itu tentu saja ada, namun setiap permasalahan pasti selalu tersedia berbagai solusi.

Seperti kata beberapa orang bahwa hidup tanpa masalah itu, bak hidup diplanet yang datar. Tidak tahu suka dan duka bahkan tidak tahu lika-liku kehidupan.

Orang yang tidak menjalani LDR, biasanya lebih sering bertemu bukan ? tapi, tahukah kamu jika tindakan seperti itu justru membuat rasa jenuh timbul. Itu karena, intensitas pertemuan mereka yang sangat sering.

Baca Juga : 7 Cara Mengetahui Orang Berbohong yang Ada di Sekitar Kita

Lain halnya dengan orang yang sedang menjalani hubungan jarak jauh atau LDR. Mereka pasti jarang bertemu, walau mereka bertemu itu hanya pada waktu liburan saja atau pada hari-hari tertentu.

Jika waktu untuk bertemu telah tiba, pasti ada sesuatu yang berbeda. Entah itu suhu badannya yang mendadak sedikit dingin karena nervous ataukah karena terlalu bahagia.

Setelah beberapa lama dipisahkan oleh jarak, akhirnya dipertemukan kembali oleh waktu. Waktu yang telah lama dinanti-nanti.

Pertemuannya mungkin tidak begitu lama atau hanya beberapa waktu. Namun, dari bagian 24 jam itu.

Pasti ada waktu dimana mereka merasakan sangat bahagia yang kelak akan menjadi kenangan.
Kenangan yang pastinya akan kembali menjadi bayang-bayangan yang pernah dilalui bersama, saat kembali dipisahkan oleh sang jarak.

Oleh karena intensitas pertemuan bagi LDR itu sangat singkat, maka setidaknya mereka lebih menghargai waktu dan kesempatan yang telah diberikan untuk kembali bertemu walau hanya sebentar.

Bercanda dan berbahagia, atau saling berbagi cerita tentang apa saja yang mereka lalui dilingkungan mereka masing-masing. Atau kembali mengungkapkan perasaan satu sama lain sebagai bentuk kepastian bahwa mereka betul-betul saling mencintai.

Seperti inilah biasanya para pasangan LDR, suka ataupun duka dalam cerita pasti ada. Yang pastinya sebagai bumbu-bumbu pemberi rasa dalam sebuah kisah.

Jika mereka benar-benar cinta, maka mereka tidak akan mudah berpindah. Karena yang terbaik tidak akan berpindah ke hati yang baru saat hati yang lama masih memilihnya.

Baca Juga : Cara Mengetahui Sifat Dan Kepribadian Seseorang Hanya Dari Cara Berbicara

LDR tidak selalu manis, namun tidak selamanya miris. Intinya hubungan jarak jauh atau LDR itu akan bertahan lama jika dirangkul oleh cinta dan kasih sayang, ditemani oleh rasa perhatian, dilandasi dengan kesetiaan dan dituntun oleh kepercayaan.

Jadi,, untuk para distancer tidak perlu khawatir dan takut menjalankan hubungan jarak jauh. Cobalah berfikir positif mengenai jarak, setidaknya Jadikan jarak sebagai tantangan atau ujian kesabaran dan ketulusan dalam hubungan kalian.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar