5 Hal yang Bakalan Jadi Penyesalan Kamu Saat Berada di Akhir Hayat

5 Hal yang Bakalan Jadi Penyesalan Kamu Saat Berada di Akhir Hayat

5 Hal yang Bakalan Kamu Sesali Saat Berada di Akhir Hayat

Hidupcu.com - Tak bisa dipungkiri bahwa manusia akan mengalami yang namanya kematian atau akhir hayat. Dan sayangnya tak ada yang tahu pasti kapan kematian itu datang. Kita hanya bisa memprediksinya.
Namun ketika Anda menyadari bahwa umur kita tak akan lama lagi, terkadang Anda akan menyesalkan sesuatu.

Anda menyesal karena tidak melakukannya saat masih memiliki waktu yang panjang untuk hidup. Dan pada saat umur Anda tak lama lagi, Anda baru menyesalinya.

Waktu adalah sesuatu yang berharga, jadi jangan sia-siakan waktu Anda. Lakukan apa yang ingin Anda lakukan selama itu masih bisa dilakukan.

Karena ketika waktu itu telah menipis, waktu tak akan bisa diulang lagi.

Bronnie, seorang perawat khusus yang bekerja selama 15 tahun untuk merawat orang-orang yang berada di akhir hayatnya seringkali berbincang dengan mereka.

Mereka menceritakan tentang hal-hal apa saja yang mereka sesali dalam hidupnya. Dan hal-hal tersebut antara lain :


1. Seandainya saya punya sedikit keberanian untuk hidup sesuai dengan apa yang saya inginkan, bukan hidup menurut kehendak orang lain.


Hal ini sering sekali terjadi di kebanyakan orang. Hidup sesuai dengan apa yang kita inginkan tentunya akan jauh lebih menyenangkan dibandingkan hidup menurut kehendak orang lain.

Siapa yang tak ingin hidup bebas?

Tentunya Anda ingin bukan?

Yah, hidup dalam kehendak orang lain ibarat dipenjara. Karena kita tak bebas untuk bergerak, berpikir, dan bereksplorasi dengan dunia. Hal ini karena Anda terlalu terkekang dengan orang lain.

Anda terlalu sibuk menuruti keinginan orang lain, sampai-sampai lupa dengan keinginan sendiri.
Ingatlah.

Waktu yang dimiliki tiap orang itu ada batasnya.

Jangan habiskan waktu Anda untuk menuruti keinginan orang lain, karena ada banyak hal menarik yang bisa dilakukan dalm hidup ini.

Baca Juga : 17 Cara Menciptakan Kebahagiaan Kecil Di Tengah Kesusahan


2. Seandainya Saya Tidak Bekerja Terlalu Keras


penyesalan orang tua

Penyesalan yang satu ini biasanya dialami oleh mereka yang mempunyai sedikit waktu dengan keluarganya.

Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai-sampai lupa dengan keluarga yang menyayanginya.
Pernah dengar tentang cerita “Membeli Waktu” oleh seorang anak kecil?

Kalau belum pernah, yaudah saya ceritakan :

Suatu hari seorang ayah baru saja pulang kerja pada pukul 9 malam. Sesampainya di rumah ia melihat anaknya yang berusia 8 tahun sedang duduk menunggu kedatangannya.

Sang ayah menyapa anaknya “Kok belum tidur?”

Biasanya si anak sudah lelap saat ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ayahnya bersiap berangkat ke kantor pagi hari.

“Aku nungguin papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji papa?” kata anak tersebut.

“Tumben kok nanya gaji papa berapa? Mau minta uang lagi yah?” balas sang ayah.

 “Nggak pah, aku Cuma mau tau aja” kata si anak.

“Ok, kamu boleh hitung sendiri. Tiap harinya papa kerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Tiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji papa satu bulan berapa hayo?” tanya ayahnya.

Si anak lalu berlari mengambil kertas dari meja belajarnya sementara sibuk melepas sepatu dan mengambil minuman.

Saat sang ayah hendak pergi ke kamar untuk berganti pakaian, lalu si anak mengikuti.

“Jadi kalau 1 hari papa digaji Rp. 400.000 untuk 10 jam, berarti tiap jamnya papa digaji Rp. 40.000 dong?”

“Pinter anak papa, sekarang kamu tidur yah!”

Tetapi sang anak tidak mau beranjak.

“Pah, aku boleh nggak pinjam uang Rp 10.000?”

“Ini sudah malam nak, untuk apa minta uang malam-malam begini. Besok pagi saja, sekarang kamu tidur”

“tapi pah...”

Suara sang ayah mulai meninggi “Sudah, sekarang tidur”

Si anak kemudian berbalik menuju kamarnya.

Sang ayah tampak menyesali perbuatannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya yang sedang terisak sambil memegangi uang Rp 30.000.

Sambil mengelus kepala sia anak, papanya berkata “Maafin papa yah! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini. Kan besok pagi bisa. Jangankan Rp 10.000, lebih dari itu pasti boleh. Pasti kamu mau beli mainan kan?”

“Pah, aku nggak minta uang papa. Tapi pinjam....nanti pasti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”

“iya deh, tapi uangnya buat apa?”

“Aku nungguin papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ngajakin papa buat main ular tangga. Satu jam aja pah, aku mohon. Mama sering bilang kalau waktu papa itu begitu berharga. Jadi aku mau beli waktu papa. Aku buka tabunganku ternyata Cuma ada Rp 30.000. Tadi papa bilang kalau untuk 1 jam papa dibayar Rp 40.000. Karena uang tabunganku nggak cukup, jadi aku mau pinjam uang papa.”

Sang ayah cuma terdiam dan kehilangan kata-kata.

Ia akhirnya memeluk anaknya dengan erat sambil menangis.

“Maafkan papa nak..”

“Papa khilaf, selama ini papa sampai lupa untuk siapa papa bekerja keras. Maafkan papa sayang...” kata sang ayah ditengah suara tangisnya.

The End

Dari cerita di atas Anda mungkin telah menyadari tentang bagaimana pernyataan “seandainya saya tidak bekerja terlalu keras.”

Baca Juga : 13 Cara Menyeimbangkan Pekerjaan dan Kebahagiaan Hidup [Optimalkan Hidupmu]


3. Seandainya Saya Punya Sedikit Keberanian Untuk Mengungkapkan Perasaan Saya.



Penyesalan ini berkaitan dengan urusan asmara. Mungkin Anda pernah saling mencintai dengan seseorang namun tak saling tahu isi hati karena tak punya keberanian untuk mengungkapkan.

Padahal kalau seandainya Anda berani mengungkapkannya, semuanya akan jadi lebih baik. Bahkan Anda mungkin saja bersamanya saat ini.

Anda tak akan pernah tahu perasaan seseorang lawan jenis kepada Anda kalau Anda tak mengungkapkan isi hati Anda sendiri.

Kalau pun seandainya ungkapan perasaan Anda hanya berujung pada penolakan, setidaknya ada perasaan Anda sudah tersampaikan. Setidaknya tak ada lagi beban penyesalan di hati Anda nantinya.

Setidaknya tak ada lagi uneg-uneg yang bikin Anda mendem roso sampai bertahun-tahun. Setidaknya tak ada perasaan yang digantungkan. Karena digantungkan itu rasanya nggak enak.

Jadi mulai dari sekarang, kalau misalkan ada orang yang Anda cintai, ungkapkanlah perasaan itu padanya. Karena itu jauh lebih baik daripada hanya terus dipenuhi harapan kosong.

Jangan sampai Anda baru dipenuhi rasa penyesalan akan hal ini di masa akhir hayat nanti.


4. Seandainya Saya Tetap Bersama dengan Sahabat Saya


Di masa akhir hayat tentunya Anda akan merindukan yang namanya masa-masa indah bersama sahabat. Yaitu masa dimana Anda bisa tertawa gembira, bersenda gurau, dan merasakan bagaimana hangatnya hubungan persahabatan.

Apakah Anda telah menjaga hubungan baik Anda dengan sahabat?

Kapan Anda terakhir berkomunikasi dengannya?

Apakah Anda menyimpan nomor kontaknya?

Apakah tali silaturahmi Anda masih terhubung baik dengannya?

Dan apakah tak ada konflik yang memisahkan Anda dengannya? Jika ada maka segeralah selesaikan. Perbaiki hubungan persahabatan itu sebelum Anda menyesal nantinya.

Kalau memang saat ini Anda tak memiliki konflik dengannya maka pereratlah hubungan silaturahmi Anda dengannya. Nikmati waktu kebersamaan Anda dengannya selama itu masih bisa dilakukan.

Karena waktu terus berjalan dan tak akan bisa terulang kembali.

Baca Juga : Tips Bagaimana Meminta Maaf Pada Orang Yang Di Kecewakan Agar Cepat Dimaafkan


5. Seandainya Saya Membuat Hidup Ini Lebih Bahagia


bahagia

Terkadang ketika tiba di masa akhir hayat kita terkadang menyesal kenapa kita tak membuat hidup kita lebih bahagia saat memiliki waktu yang banyak.

Kenapa sih dulu saya nggak banyak-banyakin ibadah?

Kenapa sih dulu saya jarang sedekah?

Kenapa sih dulu saya malas banget keluar rumah?

Kenapa sih dulu saya malas bepergian?

Kenapa sih dulu saya malas bergaul sama orang?

Kenapa sih dulu saya malas berusaha?

Kenapa sih dulu saya ngebuat hidup saya gitu-gitu aja?

Dan masih banyak lagi...

Itulah beberapa kalimat penyesalan yang terkadang diucapkan orang-orang yang berada di masa akhir hayatnya.

Tentunya Anda tak mau seperti itu bukan?

Maka dari itu, jangan sia-siakan waktu yang Anda punya. Buatlah hidup Anda sebahagia mungkin untuk hari ini, besok, dan seterusnya sampai masa akhir hayat itu tiba.

Sehingga Anda tak akan mengalami rasa penyesalan yang seperti kebanyakan orang rasakan.


Penutup

Itulah penjelasan tetang beberapa hal yang bakalan kamu sesali ketika berada di masa akhir hayat. Semoga dengan membaca postingan ini Anda akan semakin menyadari betapa berharganya waktu Anda hidup di dunia ini. Salam hidupcu!

Baca Juga : Jika Anda Melakukan Hal Ini, Anda Bisa Beruntung Seumur Hidup





Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar