Skip to main content

Bagaimana sih Asal-Usul Terbentuknya Lambang Cinta? Kok Pake Lambang Hati?

Bagaimana Asal-Usul Terbentuknya Lambang Cinta?

Hidupcu.com - Kita mungkin seringkali melihat di berbagai media bagaimana lambang cinta yang sebenarnya.

Yah, memang sih hidup seseorang di dunia ini tak akan pernah bahagia bila tak diselimuti dengan cinta.

Coba bayangkan bagaimana jadinya hidup Anda jika tak ada cinta. Tentunya hidup akan terasa hambar dan sama sekali tak ada gairah untuk hidup.

Nah, yang jadi pertanyaan sekarang. Mengapa cinta selalu menggunakan tanda atau gambar hati untuk melukiskan perasaan yang paling dalam?

Kok bisa?

Kenapa bukan kotak, lingkararan, jajar genjang, atau sekalian kerucut biar kelihatan lucu?

Dalam postingan ini akan dijelaskan 3 versi terkait simbol hati. Yakni sebagai berikut.


Versi Sepasang Angsa




Anda tentu pernah melihat bagaimana sepasang angsa sedang bermesraan atau berhadapan satu sama lain.

Jika diperhatikan dengan seksama, ternyata mereka akan terlihat seperti membentuk simbol hati.

Disamping itu, angsa juga terkenal sebagai hewan yang melambangkan cinta, kesetiaan, dan sifat antusiasme.

Konon katanya, jika sepasang angsa telah hidup bersama. Ia tak akan pernah berpisah sampai salah satunya mati.

Itulah sebabnya mengapa lambang hati seringkali dikait-kaitkan dengan sepasang angsa.



Versi Panggul Wanita



Lambang cinta juga seringkali dikatakan sebagai representasi dari seorang wanita.

Lambang cinta diyakini berasal dari tulang panggul wanita yang mempunyai bentuk hampir sama dengan hati.

Bahkan orang-orang zaman Yunani Kuno terdahulu banyak yang menggunakan bagian anatomi wanita ini sebagai persembahan Dewi Aphrodite.

Baca Juga : Cerita Cinta Romantis dan Mesra Remaja Namun Mengejutkan Antara Dinar dan Nadya di Sekolah


Versi Sejarah Dunia


1. 3000 Tahun Sebelum Masehi



Lambang cinta mempunyai sejarah yang cukup panjang. Banyak yang meyakini bahwa lambang cinta sudah ada sejak 3000 tahun sebelum masehi.

Lambang cinta konon berasal dari bentuk daun ivy yang sering dipakai oleh orang Yunani terdahulu sebagai ramuan pembakar gairah seksual.

Daun ivy juga biasa disimpan di batu nisan untuk melambangkan cinta yang abadi meskipun kematian memisahkan.

Daun ivy mempunyai umur yang sangat panjang dan kemampuan bertahan hidup yang baik.
Maka dari itu, tanaman ivy dianggap cocok untuk perlambangan cinta dan untuk mengenang yang telah tiada.


2. 631 Sebelum Masehi



Di tahun 631 sebelum masehi bangsa Yunani mengalami kekeringan dan ledakan populasi masyarakat.

Demi mengantisipasi ledakan yang kian menjadi-jadi, bangsa Yunani lalu mendirikan sebuah kota di ujung utara Afrika, Kierene.

Di kota tersebut mereka menemukan biji silphium yang ternyata memiliki khasiat untuk mencegah kehamilan (kontrasepsi).

Di abad ke 6 sebelum masehi biji silphium dianggap begitu penting bagi ekonomi Kierene sehingga koin perak dicetak dengan biji silphium di atasnya.

Baca Juga : Bagaimana Cara Cowok Tampang Pas-pasan Mendapatkan Cewek Idamannya


3. 384 Sebelum Masehi



Filsuf di era klasik juga berpendapat tentang simbol hati dan maknanya (384-322 SM).

Aristoteles yang termasuk dalam tiga filsuf paling berpengaruh di pemikiran barat berpendapat bahwasanya jantung adalah pusat pemikiran dan emosi.

Bahkan terkadang jantung jauh lebih kuat pengaruhnya daripada pengaruh otak sebagai sistem saraf.
Itulah alasan mengapa jantung dirasa tepat sebagai pusat jiwa dan emosi.

Aristoteles mengidentifikasi bahwa jantung adalah organ tubuh yang paling penting. Sebab jantunglah yang pertama terbentuk menurut pengamatannya pada embrio ayam.

Aristoteles melambangkannya sebagai organ tiga bilik yang merupakan pusat vitalitas dalam tubuh.


4. 200 Setelah Masehi (Abad ke 2 Masehi)



Galen selaku tabib Yunani Kuno menjelaskan dalam risalahnya tentang Kegunaan Bagian Tubuh yang dituliskan ada abad ke-2 Masehi.

Galen menegaskan kembali gagasan umum tentang jantung yang merupakan sumber panas bawaan tubuh dan sebagai organ yang paling dekat hubungannya dengan jiwa.

Ide-ide umum Galen terus mendominasi sampai pertengahan abad ketujuh belas.

Baca Juga : 14 Tahapan Cara PDKT yang Benar Biar Si Do’i Klepek-Klepek


5. 850-1500 Setelah Masehi


Pada zaman dahulu ada yang dikatakan pelajaran pengobatan(850-1200) yang secara prinsip sepenuhnya dilakukan berdasarkan catatan tertulis dan dibawah larangan agama yang taat.

Dimasa pemerintahan gereja, terdapat pemahaman bahwa untuk bisa mengalami kebangkitan kembali, tubuh manusia harus dalam keadaan utuh.

Jadi tindakan otopsi saat itu adalah hal yang tabu.

Bahkan operasi di masa lampau adalah hal yang sangat dilarang.

Jadi tak ada orang yang benar-benar tahu bagaimana bentuk hati manusia yang sebenarnya.

Butuh dokter dan seniman lainnya beberapa abad kemudian untuk bisa menjelaskan titik persoalan ini.


Ditahun 1304-1306 ada sebuah lukisan dindin karya Giotto di Bondone, Capella degli Scrovani di Padua.

Dalam lukisan tersebut ditemukan hal langka. Yakni kiasan seorang dermawan yang memberikan hatinya ke surga sambil memegang sebuah anatomi hati lengkap dengan pembuluh darah.

Lukisan Giotto pun dianggap sakral dan melambangkan cinta yang tulus terhadap Tuhan.

Lukisan ini disinyalir dibuat dengan para ilmuan yang berpemikiran maju saat itu dan telah mampu melakukan otopsi secara legal.


Lalu antara thu 1489-1500 Leonardo da Vinci sang pelukis jenius menggambarkan ilustrasi awal bentuk jantung.

Gambar da Vinci itu terlihat sangat detail dan paling menyerupai bentuk jantung.

Dan sesuai kepercayaan masyarakat Romawi bahwasanya jantung adalah pusat dari jiwa dan emosi.


Ada banyak gambar Leonardo yang didasarkan pada studi tentang hati dari sapidan babi.

Bahkan ia juga melakukan pembedahan organ manusia sehingga didapatkan gambar yang detail.

Simbol hati juga dipromosikan secara luas oleh para pemuja Sacred Heart sejak abad pertengahan.


Simbol hati juga dijadikan sebagai standar permainan kartu meja yang sering digunakan setelah zaman Renaissance.


Anehnya tampak seperti tak pernah ada argumentasi mengenai hak paten (ide yang bertentangan bahwa hal ini pernah dibicarakan).

Entah karena desainnya yang dinilai bagus sehingga membuat simbol hati ini jadi favorit banyak orang yang berasal dari budaya Eropa menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Baca Juga : Cemburu Tanda Cinta, Bener Nggak Sih ?


6. 1500-1600 Setelah Masehi



William Shakespeare merupakan seorang penyair dan penulis naskah bahasa Inggris yang dianggap sebagai salah satu penulis terhebat yang pernah ada menggunakan bahasa Inggris.

Salah satu kutipannya tentang cinta dalam bahasa Inggris adalah :

“Love looks not with eyes, but with the mind”

Yang artinya :

Cinta tak dilihat dengan mata, tetapi dengan hati.


7. Era Teknologi dan Digital (tahun 2000-sekarang)



Sebagai lambang cinta, simbol hati seringkali digunakan pada Hari Valentine. Umumnya lambang ini terdapat pada kartu ucapan, kotak permen, dan sebagainya.

Di era teknologi seperti sekarang ini telah muncul banyak inovasi dalam bentuk hati. Contohnya seperti tanda hati dalam versi digital yang biasa ditulis <3.

Pihak whatsapp pun telah menyediakan fitur emotican berbentuk hati untuk digunakan dalam kegiatan chatting.

Bahkan untuk para penggemar kpopers, telah muncul berbagai gaya bentuk hati


Untuk saat ini, yang lagi viral adalah finger hearth style korea.



Penutup


Demikianlah penjelasan terkait simbol cinta. Semoga bisa jadi tambahan pengetahuan untuk Anda.

Dan yang paling penting adalah bagaimana Anda bisa menghadirkan rasa cinta yang tulus disetiap kebersamaan yang ada.

Karena cinta yang murni dan tulus itulah yang mampu membawamu mencapai keabadian cinta bersama dia yang Anda cintai.

Salam Hidupcu!!!
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar