Skip to main content

Apa Hubungan Zakat dan Pajak, Shalat Serta Wakaf ? Yuk Kita Simak Bareng-bareng

Apa Hubungan Zakat dan Pajak, Shalat Serta Wakaf ? Yuk Kita Simak Bareng-bareng

Hidupcu.com - Kebanyakan orang-orang masih ada yang penasaran dan belum tahu tentang apa sih hubungan zakat dan pajak, shalat, serta wakaf dalam kehidupan sehari-hari.

Hubungan zakat dan pajak, hubungan zakat dan shalat, dan hubungan zakat dan wakaf adalah tiga poin yang saling berhubungan karena semuanya sama-sama memberi.

Daripada bingung cari tahu dimana-mana. Mending ke blog hidupcu saja carinya. Dalam postingan ini kami akan membahas tentang hubungan zakat dengan pajak, shalat, dan wakaf.



Jadi untuk Anda yang penasaran dengan topik ini. Silahkan simak baik-baik yah pembasannya berikut ini.

Daftar Isi :
  1. Hubungan Zakat dan Pajak
  2. Hubungan Zakat dan Shalat
  3. Hubungan Zakat dan Wakaf

Hubungan Zakat dan Pajak


pajak

Mengenai hubungan zakat dan pajak, pertama-tama kita harus tahu dulu apa itu zakat dan apa itu pajak.

Pertama-tama kita bahas pajak dulu.

Pajak dalam bahasa arab atau yang biasa disebut dengan istilah jizyah berasal dari kata jazaa yang berarti membalas jasa atau mengganti kerugian terhadap suatu hal atau tindakan yang telah dilakukan.

Dan jika kita mengacu pada Al-Qur’an dan terjemahannya, susunan yayasan penyelenggara penerjemah atau penafsiran Al-Qur’an, Departemen Agama Republik Indonesia mengartikan jizyah sebagai pajak kepala yang dipungut oleh pemerintah islam dari orang-orang non-muslim sebagai imbalan atau balas jasa bagi jaminan keamanan atas diri mereka.

Untuk Indonesia sendiri, yang dikenai pajak bukan hanya orang-orang non islam, melainkan seluruh penduduk, termasuk umat islam yang jumlahnya bisa dibilang mayoritas.

Zakat pada hakikatnya ialah beribadah kepada Allah SWT. Zakat termasuk rukun islam yang keempat. Dan hukumnya wajib.

Zakat wajib dikeluarkan dengan niat ikhlas karena Allah dan tentunya sesuai ketentuan syara.

Sementara pajak ialah iuran wajib kepada negara yang ketika membayarnya tidak diwajibkan berniat sebagaimana zakat.

Tujuan utama zakat ialah membersihkan hasrat dari hak-hak mustahik, khususnya kaum fakir miskin agar memperoleh ridha dan rahmat Allah SWT.

Sementara tujuan pajak ialah untuk menambah pemasukan kas negara dalam rangka menutupi kekurangan anggaran belanja negara.

Kalau berbicara tentang hubungan antara zakat dan pajak. Sudah jelas ada. Karena keduanya memang memiliki banyak persamaan.

Persamaan ini contohnya dalam hal pemanfaatan sebagian hasil pengumpulan zakat dan pajak digunakan untuk proyek pembangunan sarana umum seperti pembangunan rumah sakit, gedung perguruan tinggi, serta pembangunan jalan dan jembatan.

Baca Juga : 8 Golongan Penerima Zakat yang Wajib Diketahui Orang Islam


Hubungan Zakat dan Shalat


Hubungan Zakat dan Shalat

Semenjak zaman dahulu sahabat telah memperingatkan satu hal yang penting. Yakni dalam Al-Qur’an selalu menghubungkan antara zakat dan shalat.

Abdullah bin Mas’ud pernah berkata :

Kalian diperingatkan mendirikan shalat dan melaksanakan sistem ekonomi zakat. Barangsiapa yang tidak bersistem zakat berarti tak ada arti shalatnya baginya.

Ibnu Zaid berkata :

Shalat dan zakat diwajibkan bersama dan tak terpisah-pisahkan.

Dalam Al-Qur’an juga terkandung sebuah ayat yang berbunyi aqimu shalah wa atuz zakah. Yang artinya tegakkanlah shalat dan sistem zakat.

Banyak orang yang memandang bahwa penggalan ayat itu sebagai parameter baik-buruknya seseorang.

Shalat merupakan media ritual yang dilaksanakan seorang muslim kepada Allah agar mendapatkan konsep ilmu teori hidup.

Sementara zakat ialah suatu sistem ekonomi yang mencakup kepada produksi, distribusi, dan konsumsi yang tak bergantung pada sistem ekonomi riba yang dikeluarkan sistem blok timur dan blok barat, naturalis feodalis.

Shalat dan zakat adalah dua konsep kerja. Alimul ghaib wa syahadah. Yakni ilmu teori dan praktek yang menjadi perbuatan pokok bagi setiap muslim.

Termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 32 :

Dan dirikanlah shalat dan laksanakanlah sistem zakat serta tunduklah bersama orang-orang yang tunduk.

Baca Juga : 12+ Cara Cepat Menghafal Al Quran Yang Efektif Untuk Anak, Remaja, dan Orang Dewasa

Hubungan Zakat dan Wakaf


Hubungan Zakat dan Wakaf
Sumber: www.pixabay.com

Mengenai zakat tentunya Anda telah memahaminya dari pembahasan sebelumnya. Nah sekarang kita akan bahas tentang wakaf.

Dari segi bahasa, wakaf bisa diartikan sebagai menahan. Sementara menurut istilah, wakaf adalah menahan sesuatu benda yang kekal zatnya untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan islam.

Menahan suatu benda yang kekal zatnya disini dalam artian tidak dijual dan tidak diberikan serta tidak pula diwariskan. Namun hanya disedehkahkan untuk diambil manfaatnya saja.

Wakaf termasuk dalam kategori pemberian. Tetapi hanya boleh diambil manfaatnya saja. Dan bendanya harus tetap utuh.

Maka dari itu, harta yang layak diwakafkan adalah harta yang tak habis dipakai dan umumnya tak dapat dipindahkan. Contohnya tanah, bangunan, dan sebagainya.

Sesuatu diwakafkan biasanya untuk kepentingan umum. Seperti masjid, pondok pesantren, mushola, panti asuhan, jalanan umum, dan sebagainya.

Hukum wakaf sama halnya dengan amal jariyah. Sesuai jenis amalnya, berwakaf bukan hanya sekedar bersedekah biasa, tetapi lebih besar pahala dan manfaatnya terhadap orang yang berwakaf.

Pahala yang didapatkan akan mengalir terus-menerus selama barang atau benda tersebut masih bisa berguna dan bermanfaat.

Harta yang diwakafkan tak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan. Tetapi harta wakaf tersebut harus dimanfaatkan terus menerus untuk kepentingan umum sebagaimana niat orang yang mewakafkan.

Adapun hubungan antara zakat dan wakaf yakni sama-sama memberi. Zakat sifatnya wajib sementara wakaf sifatnya sunnah.

Zakat umumnya berupa uang atau sembako sedangkan wakaf adalah sesuatu yang kekal zatnya meskipun digunakan terus menerus.

Baca Juga : Tanda-tanda Kematian Menurut Islam Dari 100 Hari Sampai Waktu Meninggalnya


Penutup


Demikianlah penjelasan terkain hubungan zakat dan pajak, shalat, serta wakaf yang insyaallah saja bisa jadi tambahan pengetahuan untuk Anda selaku pembaca.

Apabila Anda merasa bahwa artikel ini bermanfaat. Kami tak keberatan jika Anda ingin membagikannya melalui tombol dibawah ini.

Salam Hidupcu!

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar