14 Tanda-tanda yang Membuktikan Bahwa Anda Sudah Bisa Dikatakan Dewasa

14 Tanda-tanda yang Membuktikan Bahwa Anda Sudah Bisa Dikatakan Dewasa

14 Tanda-tanda yang Membuktikan Bahwa Anda Sudah Bisa Dikatakan Dewasa

Hidupcu.com - Masa kedewasaan adalah masa dimana seorang individu telah bisa dikatakan matang. Hal ini mencakup dari segi fisik, mental, dan spritual.

Kedewasaan seringkali dianggap sebagai fase dimana seseorang telah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Ciri-ciri kedewasaan seseorang pun bisa diketahui dari bagaimana perilaku dan pola pikirnya sehari-hari.

Kedewasaan menuntut seseorang agar bagaimana bisa bertindak dengan bijak dan tak kekanak-kanakan.

Masa dewasa lebih berorientasi pada bagaimana hidup yang semestinya. Selalu berpikir jangka panjang dan apa akibat yang akan dihadapi serta bagaimana penyelesaiannya.

Bagaimana sih tanda seseorang sudah dewasa menurut Anda?

Tak usah bingung, berikut akan dijelaskan tentang apa saja ciri-ciri seseorang bisa dikatakan dewasa atau tidak dari segi perilaku.


1. Anda merasa ragu untuk meminta uang pada orang tua



Ciri yang satu ini sangat adalah yang paling sering muncul. Tak jarang saat seorang anak mahasiswa atau bahkan siswa SMP merasa malu untuk meminta uang ke orang tuanya.

Bukan karena apa, ia merasa bahwa dirinya adalah beban bagi orang tuanya dan tak ingin menyusahkan lebih banyak lagi orang tuanya dengan meminta uang.

Dan kalaupun hendak meminta uang, itu pasti sudah sangat terpaksa dan tak ada lagi jalan untuk mencari uang.

Saat Anda telah merasakan hal ini maka bisa dipastikan bahwa Anda telah dewasa.


2. Saat Anda lebih memilih karir daripada berkutat di Sosial Media


Kebanyakan generasi milenial jaman sekarang tercandu akan perkembangan teknologi. Khususnya pada sosial media.

Hampir sebagian besar waktu yang dimiliki hanya dialokasikan pada penggunaan sosial media.

Padahal mereka tak menyadari apa saja dampak yang akan mereka terima jika terlalu sering mengguakannya.

Orang yang termasuk dewasa cenderung akan menyadari hal ini dan perlahan-lahan akan mulai beranjak untuk mengurangi penggunaan sosial media.

Mereka lebih memilih untuk mengembangkan karirnya ketimbang melakukan sesuatu yang kurang bermanfaat.

Baca Juga : Bagaimana Karakteristik Orang-orang Toxic (Beracun) ?


3. saat Anda memahami bahwa menolong orang lain dari segi finansial tak akan membuat Anda miskin


Terkadang ketika kita masih belum dewasa kita seringkali mengabaikan dan tak mau tahu akan kondisi finansial orang lain.

Jika ada tetangga atau kerabat yang bermasalah dalam hal finansial biasanya kita akan bersikap acuh tak acuh. Sebab yang kita pikirkan hanyalah bagaimana menikmati masa remaja.

Namun saat Anda telah dewasa, semuanya berubah drastis. Rasa simpati terhadap orang lain yang bermasalah dalam finansial perlahan mulai muncul. Bahkan tak jarang Anda akan membantunya.

Toh yang namanya sedekah pasti akan dibalas oleh tuhan dengan lebih besar lagi.


4. Saat Anda tahu bagaimana memalsukan senyum



Dalam menjalani kehidupan tentunya kita terkadang tak ingin jika orang lain merasakan apa yang menjadi beban pribadi kita.

Misalnya saja pada orang tua.

Contohnya Anda adalah seorang mahasiswa yang sedang mengalami kesulitan dalam hal finansial.

Dan karena masalah itu Anda jadi pusing dan sering murung.

Dilain sisi sebenarnya Anda sangat ingin membicarakan dan meminta bantuan kepada orang tua.

Tetapi karena Anda tahu bahwa orang tua Anda juga mengalami masalah yang sama sehingga Anda tak terlalu banyak menuntut.

Anda terus berusaha menyembunyikan wajah murung itu dengan senyum palsu kepada orang tua.
Itulah salah satu ciri yang menandakan bahwa Anda telah dewasa.

Baca Juga : Bahagiakan Kedua Orang Tua Anda Sebelum Terlambat Dengan Cara Ini


5. Saat Anda tahu bagaimana cara mengontrol emosi


Orang yang telah dewasa cenderung bisa mengontrol emosinya. Ini karena mereka paham betul bagaimana jadinya jika emosinya tak terkontrol.

Tentunya akan mendatangkan masalah yang lebih rumit lagi. Bukannya menyelesaikan masalah justru tambah memperbesar masalah.

Orang dewasa cenderung lebih memilih menghabiskan energinya untuk mencari solusi dibanding untuk melampiaskan emosi.

Baca Juga : 7 Cara Mudah Membantumu Mengendalikan Emosi


6. Saat Anda telah berhenti membandingkan diri dengan orang lain


Sewaktu masih remaja mungkin Anda sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain dan tak jarang sampai bikin iri hati.

Orang yang telah dewasa menyadari bahwa dengan terus membandingkan diri dengan orang lain justru akan membuat dirinya semakin terpuruk.

Maka dari itu, ia tak melakukannya. Ia lebih memilih untuk fokus pada tujuan sembari mengevaluasi diri sendiri.

Karena tiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.


7. Saat Anda tak terlalu berharap pada orang lain


Ketika Anda tak lagi mau bergantung pada orang lain, itu sudah menandakan bahwa Anda telah dewasa.

Anda lebih memilih mandiri ketimbang terus-terusan berharap pada orang lain.

Kalau orang lain bisa kenapa saya tidak bisa. Toh saya dan dia sama-sama makan nasi. Yang membedakan hanya kerasnya perjuangan yang dilakukan.


8. Saat Anda paham bahwa keluarga harus selalu didahulukan



Keluarga adalah orang pertama yang akan peduli jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada Anda.

Bukan teman, pacar, apalagi atasan. Namun itu juga bergantung pada pribadi masing-masing. tetapi secara umum keluargalah yang paling peduli.

Ketika Anda lebih memilih mendahulukan keluarga daripada yang lainnya. Atau dengan kata lain menomorsatukan keluarga, maka bisa dipastikan bahwa Anda telah dikategorikan dewasa.


9. Saat Lebih memilih kualitas dibandingkan kuantitas


Poin yang satu ini berkaitan dengan orang-orang yang masih berstatus pelajar.

Yang pada awalnya mungkin Anda disekolah hanya mengutamakan nilai yang tinggi dari guru.

Tetapi setelah dewasa Anda lebih mementingkan skill dan bagaimana mengimplementasikan ilmu yang didapat di sekolah pada lingkungan masyarakat atau yang sebenarnya.

Apabila pola pikir Anda telah berubah seperti demikian. Maka otomatis Anda telah bisa dikatakan dewasa.

Baca Juga : 6 Hal yang Wajib Kamu Jauhi Di Usia 20 Tahun Biar Hidupmu Nggak Rusak


10. Saat Anda memahami bahwa Anda harus mengambil tanggung jawab atas beberapa hal dalam keluarga


Saat dalam kondisi terdesak, terkadang kita sebagai anggota keluarga terpaksa harus mengambil tanggung jawab atas beberapa hal dalam keluarga.

Misalnya saja Ayah sebagai kepala keluarga sakit dan tak bisa bekerja. Maka mau tidak mau Anda sebagai anak laki-laki memiliki tanggung jawab untuk membantu ibu mencari uang untuk menafkahi keluarga.

Begitu pula jika ibu Anda sedang tak ada dirumah dan Anda memiliki beberapa adik yang masih kecil. Tentu Anda sebagai anggota keluarga harus mengambil tanggung jawab untuk menjaga adik tersebut.

Sementara untuk anak perempuan bertanggung jawab untuk memasak makanan bagi anggota keluarga.


11. Ketika Anda rela begadang semalaman belajar untuk membuat orang tua bangga


Seorang anak yang berbakti pada orang tua tentu saja akan senantiasa berusaha untuk memberikan yang terbaik pada orang tuanya. Termasuk dalam hal prestasi.

Seorang anak selalu ingin melihat senyum kebahagiaan pada orang tuanya.

Ketika Anda rela begadang semalaman belajar agar orang tua Anda bisa bangga atas prestasi yang Anda raih, itu sudah menunjukkan bahwa Anda telah memiliki pola pikir dewasa.


12. Saat Anda belajar untuk mengatakan maaf



Orang yang termasuk dewasa cenderung berusaha untuk meminimalisir masalah dengan kepala dingin ketimbang pake cara keras dan main emosi.

Mereka lebih mengutamakan negosiasi dan pembicaraan yang dewasa daripada terus adu mulut sampai bikin tetangga sekitar ngumpul.

Apalagi bila memang yang menjadi penyebab utama masalah muncul adalah diri sendiri. Maka sudah sepatutnyalah Anda untuk meminta maaf.

Meskipun maaf terkadang tak menyelesaikan masalah, namun terkadang itu bisa menenangkan hati dan meminimalisir perasaan marah.

Baca Juga : Tips Bagaimana Meminta Maaf Pada Orang Yang Di Kecewakan Agar Cepat Dimaafkan


13. Saat Anda mulai mengurangi ego dan meningkatkan rasa percaya diri


Orang yang pola pikirnya telah dewasa kebanyakan tak lagi memperdulikan ego. Tetapi lebih berusaha untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

Menuruti ego hanya akan menjerumuskan Anda karena yang namanya ego tak ada habisnya.

Bercerminlah pada salah satu orang terkaya di dunia yang mengabaikan egonya yakni Mark Zuckerberg.

Orang sekaya Mark saja tidak malu untuk hidup sederhana dan menuruti egonya untuk beli rumah serta barang-barang mewah. Eh kita yang hidup pas-pasan ini justru mau diperbudak ego dengan banyak membeli barang yang mahal-mahal.

Orang yang tak lagi menuruti egonya bisa dipastikan bahwa ia telah dewasa.


14. Ketika Anda paham bahwa hidup tak selamanya tentang diri Anda sendiri


Semasa kecil Anda mungkin belum memahami. Namun setelah dewasa Anda telah paham betul bahwa hidup yang dijalani ini tak selamanya tentang diri sendiri. Melainkan juga tentang orang lain.

Terkadang Anda harus hidup untuk orang lain. Bagaimana membuat orang lain bahagia, dan bagaimana membuat hidup orang lain berarti.

Intinya dalam hidup tokohnya bukan hanya Anda saja. tetapi ada banyak orang yang ikut berperan serta dalam terselenggaranya kehidupan.

Baca Juga : 10 Pelajaran Hidup yang Sepele dan Mungkin Saja Telat Anda Sadari


Penutup


Seperti itulah ciri-ciri atau tanda yang menunjukkan apakah Anda sudah dewasa atau belum. Jika kebanyakan dari ciri-ciri di atas telah Anda miliki. Maka tak diragukan lagi bahwa Anda telah dewasa.

Anda bukan lagi anak kecil yang harus bergantung pada orang tua. Tetapi Anda adalah pribadi mandiri yang harus bisa hidup tanpa bergantung pada siapapun.

Semoga postingan ini bisa menginspirasi dan membuka pikiran Anda. Jikalau Anda merasa artikel ini berguna. Kami tak keberatan bilaman Anda ingin membagikannya kepada orang lain dengan memanfaatkan tombol share yang ada di bawah.

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar