Skip to main content

Gara-Gara Posting Gambar Ka’bah Dibilang Sesat? Simak Ulasannya Berikut Ini

Gara-Gara Posting Gambar Ka’bah Dibilang Sesat? Simak Ulasannya Berikut Ini

Hidupcu.com - Di zaman yang serba modern ini dimana smartphone dan internet mendominasi dimana-mana membuat kita semakin akrab dengan yang namanya sosial media.

Tak jarang ada berbagai kejadian atau momen berharga yang dibagikan kepada orang lain melalui media sosial. Intinya sosial media dijadikan sarana untuk berbagi perasaan kepada orang lain, baik itu kebahagiaan, kesedihan, dan sebagainya. Bahkan ada juga yang menjadikan sosial media sebagai tempat curhat.

Nah, di sosial media terkadang ada seseorang yang mengupload foto dan diamana foto tersebut tidak disenangi oleh golongan atau kelompok tertentu karena dianggap memberikan dampak negatif serta dianggap melecehkan.

Dalam postigan ini yang jadi inti pembicaraan adalah APAKAH MEMPOSTING GAMBAR KA’BAH DI SOSIAL MEDIA ITU SESAT?

Disini yang kita harus pahami dulu mengapa orang mau mengupload gambar ka’bah tersebut?

Tentu tak lain karena mereka ingin memperlihatkan kepada orang lain yang belum pernah melihat agar mereka bisa mengetahui seperti apa di dalam ka’bah, bangunan yang dijadikan kiblat umat islam saat shalat.

Pada dasarnya semua orang di dunia ini ingin mengetahui apa isi ka’bah. Tetapi karena adanya suatu halangan dan tidak sempat mengunjunginya sehingga ia hanya mencari informasi melalui internet.

Ada seseorang user quora yang pernah mengupload gambar bagian dalam ka’bah di sosial media Buku Wajah (bukan akun pribadi) hingga sempat viral.

Dan tahukah Anda apa yang terjadi? ternyata ia justru mendapatkan banyak hujatan negatif.

Ada yang bilang foto palsu lah, masuk neraka jahannam lah, dan sebagainya. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa sesat.

Lantas yang bagian sesatnya mana coba?

Ada yang mengatakan bahwa yang posting gambar ka’bah ini tidak hormat sama ka’bah. Kan sudah sering sekali kita melihat orang-orang posting gambar ka’bah.

Cuma yang membedakan disini kalau orang lain biasanya posting gambar luarnya sementara dia posting bagian dalamnya.

Tetapi si pemosting disini tidak terlalu memperdulikan komennya. Mengapa?

Sebab ia paham betul bahwa yang mengomentari postingannya adalah orang awam yang berkomentar tanpa ilmu dan asal komen saja.

Atau dengan kata lain komentarnya nggak valid.

Menurut si pemosting disini ia baru akan peduli jika yang berkomentar itu ustadz. Karena ustadz umumnya selalu berbicara atas dasar ilmu.

Di sisi lain ada rekan-rekan pemosting yang justru tertarik dengan gambar tersebut. “wah gue baru tahu ternyata dalamnya ka’bah kek gitu.”

Mereka sama sekali tak mempermasalahkannya dan justru ikut memposting  dan share gambar tersebut.

Baca Juga : 5 Hal yang Bakalan Jadi Penyesalan Kamu Saat Berada di Akhir Hayat

Oh iya sampai lupa, dari tadi kita bahas orang yang komen isi dalam ka’bah sementara kita belum tahu apa isinya.

Jadi di dalam ka’bah itu ada :

Lampu Kuno yang Digantung di Langit-langit dan Tangga Menuju Ka’bah



Inilah tampilan zoom dari lampu-lampu kuno yang ada di dalam ka’bah. Lampu ini diperkirakan dari

zaman nabi atau dari masa kekhalifahan-kekhalifahan islam.

Hal ini karena bentuknya yang mirip dengan lampu-lampu antik yang dijual di pasar-pasar kuno seperti Grand Bazaar Istanbul.

Eksotis banget kan lampunya?

Sepertinya memang lampu ini telah ada dari zaman baheula untuk penerangan ruangan dalam ka’bah dan dibiarkan begitu saja oleh pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga : Tanda-tanda Kematian Menurut Islam Dari 100 Hari Sampai Waktu Meninggalnya

Meja Mamer Putih
 

Tak ada yang tahu pasti apa isi di dalam meja tersebut. Bahkan mungkin saja kosong. Menurut informasi yang diperoleh, konon meja tersebut biasanya digunakan sebagai tempat menaruh parfum yang dibawa orang-orang yang masuk ke ka’bah.

Bentuk Lantai yang Beda Sendiri


Menurut informasi, di lantai inilah tempat nabi shalat jika masuk ke ka’bah. Biasanya para pengunjung ka’bah juga saat hendak shalat melakukannya disini.

Tangga Menuju Puncak Ka’bah

Oh iya, yang terakhir adalah tangga dalam ka’bah. Mengapa harus ada tangga? Sebab dahulu kala adzan selalu dilakukan di atas ka’bah.

Yah nggak mungkin kan bisa naik ke atas ka’bah kalau nggak ada tangga kan?

Udah, hanya itu saja yang ada di dalam ka’bah.

Nah, demikianlah penjelasan menurut pemosting gambar. Kalau misalnya ada orang yang mengatakan bahwa umat muslim hanya menyembah ka’bah. SALAH BESAR!

Muslim tak menyembah ka’bah, melainkan ka’bah hanya sebagai kiblat.

Kalau seandainya ka’bah itu memang sesembahan, tentu ia tak akan diinjak oleh umat muslim.

Faktanya, umat muslim tak demikian.

Dan coba pikir, bagaimana mungkin petugas Saudi memakaikan kain penutup ka’bah (kiswah) bila tidak naik?

Kalau ka’bah memang sesembahan muslim, semestinya di dalam ka’bah harus ada sesuatu yang menegaskan bahwa ia sesembahan. Seperti teks suci, mahkota, atau apalah.

Dan barang tersebut perlu dikeluarkan secara rutin untuk memvalidasi dan mengingatkan muslim agar menyembah ka’bah. Namun nyatanya tak ada sama sekali yang seperti itu.

Jadi kesimpulannya di dalam ka’bah tak ada sesuatu yang wow dan cetar membahana seperti buku magis, jimat keramat, mahkota mewah, dan sejenisnya.

Ka’bah itu nggak ada isinya selain yang disebutkan di atas. Dan kekosongan itulah yang menandakan bahwa ka’bah bukanlah sesembahan. Melainkan hanya sebuah kiblat.

Salah satu pelajaran penting yang bisa kita petik adalah saat ada seseorang yang mengomentarimu sesat dan ternyata kamu dan dia sama-sama awam, cukup abaikan dan tidak usah dipikirkan.

Kecuali orang tersebut adalah orang yang ilmu agamanya lebih tinggi darimu, maka perhatikan dan mintalah argumentasinya.

Umumnya ia yang berilmu memiliki karakter educator alias pendidik. Ditandai dengan argumen yang baik dan tutur kata yang lembut.

Sebutan “sesat” tentu tak akan mudah terlontar dari mulutnya. Kalaupun misalnya kita menolak argumennya. Ia tentu tak akan merasa ada masalah.

Karena ia  paham betul bahwa tugasnya hanya menyampaikan, bukan hakim yang memutuskan apakah kita masuk ke neraka atau surga.

Baca Juga : Jika Anda Melakukan Hal Ini, Anda Bisa Beruntung Seumur Hidup
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar