Skip to main content

Hubungan Filsafat dengan Agama, Logika, Tasawuf, Bahasa, Ilmu Pengetahuan, dan Pendidikan

Hubungan Filsafat dengan Agama, Logika, Tasawuf, Bahasa, Ilmu Pengetahuan, dan Pendidikan

Hidupcu - Terkadang dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi para mahasiswa yang mendapat tugas kuliah untuk mencari tahu di internet tentang apa sih hubungan filsafat dengan agama, logika, tasawuf, bahasa, ilmu pengetahuan, dan pendidikan.

Maka dari itu, guna membantu kawan-kawan yang mencari informasi terkait hal tersebut. Saya membuat artikel yang berisi penjelasan lengkap terkait hubungan filsafat dengan logika, agama, bahasa, tasawuf, pendidikan, dan ilmu pengetahuan.

Tetapi sebelum itu, ada baiknya jika sobat memerhatikan beberapa list yang jadi inti pembahasan dalam artikel ini. Yaitu sebagai berikut :

Daftar Isi
  1. Hubungan Filsafat dan Agama
  2. Hubungan Filsafat dan Logika
  3. Hubungan Filsafat dan Tasawuf
  4. Hubungan Filsafat dengan Bahasa
  5. Hubungan Filsafat dengan Ilmu
  6. Hubungan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan
  7. Hubungan Filsafat dengan Pendidikan



Hubungan Filsafat dan Agama


Hubungan Filsafat dan Agama
Sumber : www.pixabay.com

Filsafat dan agama merupakan dia pokok persoalan yan berbeda tetapi masih memiliki hubungan.

Agama banyak membicarakan hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sedangkan filsafat bertujuan untuk bagaimana menemukan kebenaran. Apabila kebenaran itu memiliki ciri sistematis maka jadilah ia kebenaran filsafat.

Bila agama membicarakan tentang eksistensi-eksistensi di alam dan tujuan akhir perjalanan segala maujud. Lantas bagaimana mungkin agama bisa bertentangan dengan filsafat.

Bahkan agama bisa menyodorkan beberapa asumsi penting sebagai subjek penelitian dan pengkajian filsafat.

Pertimbangan-pertimbangan filsafat terkait erat dengan keyakinan. Sementara tradisi agama hanya akan sejalan jika seorang penganut agama senantiasa menuntut dirinya untuk berusaha memahami dan menghayati secara rasional seluruh ajaran, doktrin, keimanan, serta kepercayaan agamanya.

Dengan begitu, filsafat tak lagi dipandang sebagai musuh agama dan perusak keimanan. Bahkan filsafat bisa berfungsi sebagai alat dan perantara yang bermanfaat untuk meluaskan pengetahuan dan makrifat terkait makna terdalam dan rahasia doktrin suci agama dengan begitu niscaya akan menambah kualitas penghayatan dan apresiasi terhadap kebenaran agama.

Isi dari filsafat tergantung dari objek apa yang dipikirkan. Sebab filsafat memiliki pengertian yang berbeda sesuai dengan pandangan orang-orang yang meninjaunya.

Jadi akan besar kemungkinannya objek dan lapangan pembicaraan filsafat itu akan berbeda.

Objek yang dipikirkan filsuf adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Baik itu ada dalam kenyataan maupun yang ada dalam pikiran. Dan bisa pula yang ada dalam kemungkinan.

Sehingga bisa dikatakan bahwa dalam hal ini hubungan filsafat dan agama adalah agama sebagai objek kajian filsafat.

Agam merupakan suatu materi yang jadi topik pembahasan filsafat. Sehingga agama menjadi objek materi filsafat.

Ilmu pengetahuan juga punya objek materi yaitu empiris. Tetapi objek materi filsafat adalah yang bagian abstraknya.

Dalam agama setidaknya punya dua aspek yang berbeda. Yakni aspek pisik dan aspek metafisik.

Aspek metafisik merupakan hal-hal yang berkaitan dengan hal astral seperti Tuhan, sifat-sifat-Nya, dan hubungan manusia dengan-Nya. Sementara aspek fisik ialah manusia secara pribadi, maupun sebagai anggota masyarakat.

Sehingga yang menjadi objek materi filsafat adalah aspek fisik dan metafisik. Tetapi objek filsafat agama kini banyak ditujukan pada aspek metafisik daripada aspek fisik.

Aspek fisik kebanyakan sudah jadi pembahasan ilmu lain seperti sosiologi, psikologi, biologi, dan sebagainya.

Ilmu dalam hal ini juga sudah memisahkan diri dari filsafat. Sehingga agama termasuk objek materi filsafat yang tak dapat diteliti dengan sains.

Objek materi filsafat jauh lebih luas dibandingkan objek materi sains. Perbedaan itu sebenarnya timbul karena sifat penyelidikan.

Penyelidikan filsafat yang dimaksud disini ialah penyelidikan yang mendalam atau ingin mengetahui bagian terdalam.

Sebab yang menjadi tujuan dari penyelidikan filsafat agama adalah aspek terdalam dari agama itu sendiri.

Banyak orang yang mengatakan bahwa pembahasan filsafat terhadap agama itu sia-sia dan tak menambah keyakinan atau ketakwaan kepada Allah.

Namun perlu diketahui bahwa pembahasan agama dengan kacamata filsafat  bertujuan untuk menggali kebenaran ajaran-ajaran agama tertentu atau paling tidak mengemukakan bahwa hal-hal yang diajarkan dalam agama tak bertentangan dengan prinsip-prinsip logika.

Sehingga dari sanalah bisa diketahui bagaimana hubungan erat antara filsafat dan agama.

Baca Juga : Selalu Bersyukur Dalam Keadaan Apapun Bisa Bikin Hidup Kamu SEMPURNA


Hubungan Filsafat dan Logika


Hubungan Filsafat dan Logika

Filsafat merupakan hasil pemikiran atau perenungan yang menyelidiki sekaligus mendasari segala sesuatu yang berfokus pada makna dibalik kenyataan atau teori yang ada untuk disusun dala suatu sistem pengetahuan rasional.

Logika merupakan cabang filsafat yang praktis. Praktis disini berarti logika bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Logika lahir bersamaan dengan lahirnya filsafat di Yunani. Untuk bisa memasarkan pikiran-pikiran serta pendapatnya, filsuf Yunani kuno tak jarang mencoba membantah pemikran lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya.

Logika umumnya digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan mana bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak.

Secara tradisional logika dipelajari sebagai cabang filosofi. Namun juga bisa dianggap sebagai cabang matematika.

Logika sebagai cabang filsafat ialah cabang filsafat tentang berpikir. Logika berbicara tentang aturan-aturan berpikir agar dengan aturan tersebut dapat diperoleh kesimpulan yang benar.

Dengan mengetahu cara dan aturan tersebut, kita bisa terhindar dari kesalahan dalam mengambil keputusan.


Hubungan Filsafat dan Tasawuf


Hubungan Filsafat dan Tasawuf

Kalau berbicara tentang filsafat tentunya yang ada dipikiran kita adalah polemik, kritik dan juga perdebatan. Banyak orang yang berpendapat bahwa kajian filsafat sebagai sesuatu yang tak ada gunanya.

Bahkan belajar filsafat seringkali dianalogikan seperti mencari kucing hitam dalam gelap. Dan ada juga yang mengatakan bahwa kajian filsafat dalam islam sangat identik dengan kekufuran.

Ilmu tasawuf yang berkembang di dunia islam tak bisa dinafikan dari sumbangan pemikiran filsafat.

Ini bisa dilihat dari kajian-kajian tasawuf yang berbicara tentang jiwa. Sejatinya terminologi jiwa dan roh itu ialah terminologi yang banyak dikaji dalam pemikiran filsafat.

Kajian tentang jiwa dalam pendekatan filsafat ternyata memberi banyak sumbangan bagi kesempurnaan kajian ilmu tasawuf dalam dunia islam.

Menurut beberapa ahli tasawuf, jiwa adalah roh yang telah bersatu dengan jasad. Penyatuan ini kemudian melahirkan pengaruh yang ditimbulkan oleh jasad dan roh. Dan pengaruh-pengaruh ini akhirnya memunculkan kebutuhan-kebutuhan jasad yang dibangun roh.

Beberapa hubungan antara ilmu tasawuf dan filsafat menurut Tiswani adalah sebagai berikut :
  • Ilmu tasawuf berusaha memberi penjelasan terhadap terminologi-terminologi yang digunakan dalam tasawuf.
  • Ilmu tasawuf dan filsafat sama-sama memiliki tujuan, yaitu untuk mencari kebenaran sejati atau kebenaran tertinggi.
  • Ilmu tasawuf lebih menitikberatkan pada aplikasi, sementara filsafat lebih kepada teori.
  • Landasan tasawuf bertolak dan berpijak dari perasaan sementara filsafat landasannya berpijak pada rasio dan kepandaian menggunakan akal pikiran.


Hubungan Filsafat dengan Bahasa


Hubungan Filsafat dengan Bahasa

Bahasa bukan hanya digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi. Tetapi juga untuk mengubah seluruh kehidupan manusia. Jadi bisa dikatakan bahwa bahasa merupakan salah satu aspek terpenting dari kehidupan manusia.

Sekelompok manusia yang hidup dalam kurun waktu tertentu tak akan bisa bertahan jika tak ada bahasa.

Begitupun dengan filsuf, ia bergantung pada bahasa. Ia tak dapat mengungkapkan pikiran dan hasil-hasil perenungan kefilsafatannya pada orang lain tanpa melalui bahasa.

Maka dari itu, filsafat dan bahasa senantiasa berjalan beriringan dan tak bisa dipisahkan satu sama lain.

Ia seperti gula dan manisnya yang memiliki cinta sejati. Sebuah cinta yang tak mengetengahkan dimiliki dan memiliki. Karena bahasa pada hakikatnya adalah sistem simbol-simbol tersebut.

Baca Juga : Bagaimana sih Asal-Usul Terbentuknya Lambang Cinta? Kok Pake Lambang Hati?


Hubungan Filsafat dengan Ilmu


Hubungan ilmu dan filsafat awal mulanya ilmu yang pertama kali mucul adalah filsafat. Sementara ilmu-ilmu khusus menjadi bagian dari filsafat. Dan filsafat adalah induk dari segala ilmu karena berbicara tentang abstraksi.

Filsafat sifatnya tak terbatas sementara ilmu tebatas, sehingga ilmu menarik bagian filsafat agar bisa dipahami manusia.

Filsafat berupaya untuk mengatur hasil-hasil dari berbagai ilmu-ilmu khusus ke dalam suatu pandangan hidup dan pandangan dunia yang tersatu padukan, komprehensif, dan konsisten.

Pada hakikatnya filsafat dan ilmu saling berkaitan satu dengan yang lainnya. keduanya tumbuh dari sikap refleksi, ingin tahu, dan dilandasi yang namanya kecintaan dan kebenaran.

Filsafat dan metodenya mampu mempertanyakan keabsahan dan kebenaran suatu ilmu. Sementara ilmu tak mampu mempertanyakan asumsi, kebenaran, metode, dan keabsahannya.

Ilmu adalah masalah yang hidup bagi filsafat dan membekali filsafat dengan bahan-bahan deskriptif dan faktual yang perlu untuk membangun filsafat.

Filsafat bisa memperlancar integrasi antara ilmu-ilmu yang dibutuhkan. Filsafat merupakan meta ilmu yang refleksinya mendorong peninjauan kembali ide-ide dan interpretasi baik dari ilmu maupun bidang-bidang lain.

Ilmu adalah konkitisasi dari filsafat. Filsafat bisa dilihat dan dikaji sebagai suatu ilmu, yakni ilmu filsafat.

Sebagai ilmu, filsafat memiliki objek dan metode yang khas dan bahkan bisa dirumuskan secara matematis.

Ilmu filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji sluruh fenomena yang dihadapi manusia secara kritis refleksi, integral, radikal, logis, sistematis, dan kesemestaan.

Fenomena ilmu filsafat bisa dilihat dari tema besarnya. Yakni :
  • Ontologi, terdiri atas definisi, konsep, pengertian, mengkaji keberadaan sesuatu, membahas tentang ada, yang bisa dipahami secara konkret, faktual, transdental, maupun metafisis.
  • Epistomologi, terdiri atas substansi, membahas pengetahuan yang akan dimiliki manusia apabila manusia itu membutuhkan.
  • Aksiologi, terdiri atas manfaat, membahas kaidah karomah norma dan nilai yang ada pada manusia.


Hubungan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan


Hubungan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan

Dari segi historis, hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang mencolok.

Pada awal sejarah filsafat di Yunani kuno, philosophia meliputi hampir seluruh pemikiran teoritis. Kemudian setelah munculnya ilmu pengetahuan pada abad ke 17 maka mulailah terjadi pemisahan antara filsafat dan ilmu pengetahuan.

Menurut Van Peursen, dahulu ilmu adalah bagian dari filsafat sehingga definisi ilmu tergantung pada sistem filsafat yang dianut.

Pada umumnya filsafat ilmu bertugas memberi landasan filosofi untuk minimal memahami berbagai konsep dan teori suatu disiplin ilmu, hingga membekalkan kemampuan untuk membangun teori ilmiah.

Secara substantif fungsi pengembangan itu memperoleh pembekalan dan disiplin ilmunya masing-masing agar bisa menampilkan teori substantif.

Baca Juga : Cara Mengajar Anak SD Kelas 1 Yang Efektif dan Menyenangkan


Hubungan Filsafat dengan Pendidikan


Hubungan Filsafat dengan Pendidikan

Filsafat dan pendidikan adalah suatu hal yang tak dapat dipisahkan. Baik tengok dari proses, jalan, serta tujuannya. Ini dapat dipahami karena pendidikan pada hakikatnya adalah hasil spekulatif filsafat.

Filsafat bila dilihat dari fungsinya secara praktis adalah saran bagi manusia untuk memecahkan berbagai problema kehidupan yang dihadapi. Termasuk dalam problema di bidang pendidikan.

Maka dari itu, jika dihubungkan dengan persoalan pendidikan secara luas bisa disimpulkan bahwa filsafat merupakan arah dan pedoman atau pijakan dasar bagi tercapainya pelaksanaan dan tujuan pendidikan.

Sehingga filsafat pendidikan ialah ilmu yang pada hakikatnya adalah penerapan analisis filosofis dalam lapangan pendidikan.

Hubungan antara filsafat dan filsafat pendidikan jadi sangat penting karena ia menjadi dasar, arah, dan pedoman suatu sistem pendidikan.

Filsafat pendidikan merupakan aktivita atau pemikiran teratur yang membuat filsafat sebagai medianya untuk menyusun, menyelaraskan, mengharmoniskan, serta menerangkan nilai-nilai dan tujuan yang hendak dicapai dalam proses pendidikan.

Sehingga terdapat kesatuan yang utuh antara filsafat, filsafat pendidikan, serta pengalaman manusia.
Tujuan pendidikan merupakan tujuan filsafat. Yakni membimbing ke arah kebijaksanaan. Maka dari itu bisa dikatakan bahwa pendidikan ialah realisasi dari ide-ide filsafat.

Filsafat memberi asas kepastian bagi peranan pendidikan sebagai wadah pembinaan manusia yang telah melahirkan ilmu pendidikan, lembaga pendidikan, serta aktivitas pendidikan.

Beberapa hubungan fungsional antara filsafat dan teori pendidikan antara lain :

  • Filsafat dalam arti filosofis adalah suatu cara pendekatan yang digunakan untuk memecahkan problematika.
  • Filsafat berfungsi memberi arah bagi teori pendidikan yang sudah ada menurut aliran tertentu yang relevan dengan kehidupan nyata.
  • Filsafat pendidikan berfungsi untuk memberikan petunjuk dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan.
Sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa antara filsafat dan pendidikan terdapat suatu hubungan yang tak terpisahkan.

Filsafat pendidikan punya peranan yang amat penting dalam sistem pendidikan sebab filsafat ialah pemberi arah dan pedoman dasar bagi usaha-usaha perbaikan, meningkatkan kemajuan, serta landasan kokoh bagi tegaknya sistem pendidikan.

Baca Juga : Cara Merubah Mindset Diri Sendiri Terdahsyat Dari Pola Pikir Negatif Menjadi Positif


Penutup


Itulah penjelasna terkait hubungan filsafat dengan agama, logika, tasawuf, bahasa, ilmu pengetahuan, dan pendidikan. Semoga apa yang ada dalam postingan ini bisa bermanfaat bagi Anda. Terima kasih dan jangan lupa untuk berkungjung kembali ke blog Hidupcu.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar