Skip to main content

Kumpulan Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Para Ahli (Martoyo, Hasibuan, Wahjosumidjo, dan yang Lainnya)

Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Para Ahli (Martoyo, Hasibuan, Wahjosumidjo, dan yang Lainnya)

Di dunia internet cukup banyak yang menanyakan apa sih indikator gaya kepemimpinan menurut para ahli? Apa sajakah itu?

Dan kira-kira apakah dengan mempelajari indikator gaya kepemimpinan menurut para ahli bisa membantu kita jadi pemimpin yang baik?

Tentu saja!

Dengan mengetahui indikator gaya kepemimpinan bisa membuat Anda memahami bagaimana tipe-tipe pemimpin dan apa saja kelebihan dan kekurangannya.

Dengan demikian bisa menjadi bahan evaluasi bagi Anda untuk menjadi pemimpin yang lebih baik lagi.

Tanpa perlu panjang lebar lagi, berikut penjelasan terkait indikator gaya kepemimpinan menurut para ahli.

Daftar Isi :
  1. Indikator Kepemimpinan Menurut Para Ahli
  2. Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Mifta Thoha
  3. Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Robbins
  4. Indikator Kepemimpinan Menurut Mangkunegara
  5. Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Davis
  6. Indikator Kepemimpinan Menurut Martoyo
  7. Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Robert House
  8. Indikator Kepemimpinan Menurut Wahjosumidjo
  9. Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Rivai
  10. Indikator Kepemimpinan Menurut Hasibuan
  11. Indikator Kepemimpinan Menurut Fiedler
  12. Indikator Kepemimpinan Menurut Kartono
  13. Indikator Kepemimpinan Menurut Handoko
  14. Indikator Kepemimpinan Menurut Siagian

Indikator Kepemimpinan Menurut Para Ahli


Indikator bisa juga dikatakan sebagai tolak ukur yang jadi parameter dalam menilai kepemimpinan seseorang apakah kepemimpinannya baik atau justru bobrok.

Dalam postingan ini akan dibahas beberapa indikator gaya kepemimpinan dari beberapa ahli yang dimana semuanya berasal dari berbagai sumber yang tentunya dapat dipercaya.

Dalam penjelasan berikut ini, disajikan beberapa pendapat dan berbagai ahli yang memang cukup kompeten di bidang kepemimpinan. Yaitu sebagai berikut :

Baca Juga : Pengertian, Ciri Serta Contoh Kepemimpinan yang Baik dan Kurang Baik Brainly


Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Mifta Thoha


Menurut thoha, Gaya kepemimpinan ialah norma perilaku yang digunakan seseorang saat orang tersebut mencoba memengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat.

Mifta Thoha juga menjelaskan bahwa hanya ada dua kategori gaya kepemimpinan yang ekstrem. Yaitu sebagai berikut :


1. Gaya Otokratis

Gaya kepemimpinan yang satu ini adalah kepemimpinan yang didasarkan atas kekuatan posisi dan penggunaan ototritas.


2. Gaya Demokratis

Gaya kepemimpinan demokratis seringkali dikaitkan dengan kekuatan personal serta keterlibatan para pengikut dalam pemecahan masalah dan pembentukan keputusan.



Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Robbins



1. Gaya Kharismatik

Dalam artian sosok pemimpin yang memiliki kharisma luar biasa dan mampu menghipnotis para anggota dengan kepemimpinannya.

Ada 5 karakteristik pokok pemimpin dengan gaya kharismatik :

a. Visi dan Artikulasi, visi yang dimiliki harus sesuai dengan sasaran ideal serta harapan masa depan yang lebih baik dibandingkan status quo. Selain itu, pemimpin harus mampu mengklarifikasi pentingnya visi yang bisa dipahami orang lain.

b. Risiko Personal, pemimpin kharismatik tak akan segan-segan menempuh resiko personal tinggi, menanggung biaya besar, dan terlibat dalam pengorbanan diri guna mencapai visinya.

c. Peka Terhadap Lingkungan, pemimpin kharismatik harus bisa menilai dengan realistis kendala lingkungan dan sumber daya yang dibutuhkan guna menciptakan suatu perubahan.

d. Kepekaan Terhadap Kebutuhan Anggota, pemimpin kharismatik harus peka dan pengertian pada anggotanya serta responsive terhadap kebutuhan dan perasaan mereka.

e. Perilaku Tidak Konvensional, pemimpin kharismatik terkadang terlibat dalam perilaku yang dianggap masih baru dan tidak sesuai dengan norma.


2. Gaya Transaksional

Pemimpin transaksional ialah pemimpin yang selalu memandu dan memotivasi para anggotanya menuju sasaran yang ditetapkan dengan memperjelas persyaratan peran dan tugas.

Gaya kepemimpinan yang satu ini lebih fokus pada hubungan pemimpin dan anggota tanpa adanya usaha guna menciptakan perubahan bagi anggotanya.

Pada dasarnya terdapat 4 karakteristik pemimpin transaksional :

a. Imbalan Kontingen, berdasarkan upaya yang dilakukan ada kontrak pertukaran imbalan atas kinerja yang baik dan mengakui pencapaian.

b. Manajemen Berdasar Pengecualian Aktif, diawali dengan melihat dan mencari berbagai penyimpangan dari aturan standar kemudian menempuh tindakan perbaikan.

c. Manajemen Berdasar Pengecualian Pasif, tipe yang satu ini hanya akan mengintervensi jika standar tak dapat terpenuhi.

d. Laissez-Faire, disini pemimpin akan melepas tanggung jawab dan menghindari pembuatan keputusan.


3. Gaya Transformasional

Pemimpin tipe tansformasional lebih menitik beratkan perhatiannya pada hal-hal dan kebutuhan pengambangan masing-masing anggota.

Pemimpin tipe ini mengubah kesadaran para anggota akan persoalan-persoalan dengan membantu memandang masalah lama dengan solusi-solusi baru sehingga para anggota jadi lebih bergairah dan bangkit mengeluarkan upaya ekstra untuk mencapai sasaran kelompok.

Pemimpin transformasional memiliki 4 karakteristik khusus yaitu :

a. Kharismatik, pemimpin tranformasional cenderung akan memberikan visi dan rasa atas misi, menanamkan rasa kebanggaan, serta meraih penghormatan dan kepercayaan.

b. Inspirasi, pemimpin tipe ini mampu mengomunikasikan harapan tingginya dengan menggunakan simbol pada usaha dan menggambarkan maksud penting tersebut menjadi lebih sederhana.

c. Stimulasi Intelektual, karakter pemimpin yang satu ini dapat mendorong intelegensia, rasionalitas, serta pemecahan masalah secara hati-hati.

d. Pertimbangan Individual, pemimpin yang baik harus bisa memberikan perhatian pribadi, melayani karyawan secara pribadi, serta melatih dan menasehatinya.


4. Gaya Visioner

Kepemimpinan yang visioner harus mampu menciptakan dan mengartikulasikan visi yang realistis, kredibel, dan menarik terkait masa depan organisasi yang tengah tumbuh dan membaik.

Apabila visi ini diseleksi dan diimplementasikan secara tepat maka bisa saja hal tersebut jadi kekuatan besar yang memungkinkan terjadinya lompatan awal ke masa depan dengan membangkitkan keterampilan, bakat, dan sumber daya untuk merealisasikannya.

Baca Juga : Cara Merubah Mindset Diri Sendiri Terdahsyat Dari Pola Pikir Negatif Menjadi Positif


Indikator Kepemimpinan Menurut Mangkunegara


Menurut pendapat mangkunegara, kinerja ialah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang didapatkan seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai atas tanggung jawab yang diberikan kepadanya.


Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Davis


Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Davis

Davis sendiri berpendapat bahwasanya pemimpin ialah pola tindakan pemimpin secara menyelurah seperti yang dipersepsikan para pegawainya.

Yang mana gaya kepemimpinan ini mewakili filsafat, keterampilan, serta sikap pemimpin dalam politik.


Indikator Kepemimpinan Menurut Martoyo


Menurut martoyo (2009), ada 5 indikator-indikator kepemimpinan yaitu :
1. Ketegasan
2. Keterampilan Berkomunikasi
3. Keberanian
4. Kemampuan Analitis
5. Kemampuan Mendengar


Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Robert House


Robert House (2007) berpendapat bahwa pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang memperjelas jalur untuk membantu anggotanya dari tempat mereka berada ke pencapaian sasaran kerja dan membuat perjalanan melalui jalur itu dengan meminimalisir hambatan-hambatan yang terdapat di tengah perjalanan.

Baca Juga : Membahas Lebih Dalam Apa Itu Public Speaking (Pengertian, Contoh, Tujuan, dan Manfaat)


Indikator Kepemimpinan Menurut Wahjosumidjo


Wahjosumidjo menjelaskan bahwa secara garis besar indikator kepemimpinan terdiri atas :

a. Adil Dalam Kegiatan Suatu Organisasi

Kebersamaan diantara para anggota adalah suatu hal yang mutlak. Karena rasa kebersamaan pada hakikatnya adalah pencerminan daripada kesepakatan antar para anggota maupun antara pemimpin dengan anggota dalam mencapai tujuan suatu organisasi.

b. Memberi Sugesti Dalam Bentuk Saran dan Anjuran

Dalam hal kepemimpinan, sugesti berarti memeberikan pengaruh untuk menggerakkan hati orang lain.

Sugesti sangat penting dalam hal memelihara dan membina harga diri serta rasa partisipasi, pengabdian, dan rasa kebersamaan diantara para anggota.

c. Mendukung Tercapainya Tujuan

Tujuan organisasi tidak secara otomatis terbentuk, tetapi harus didukung dengan adanya kepemimpinan.

Maka dari itu, supaya setiap organisasi dapat efektif dalam arti mampu meraih tujuan yang telah ditetapkan, makasetiap tujuan yang ingin diraih perlu disesuaikan dengan keadaan organisasi serta memungkinkan para anggota untuk saling bekerja sama.

d. Katalisator 

Seorang pemimpin dikatakan berperan sebagai katalisator jika suatu pemimpin selalu bisa meningkatkan segala sumber daya manusia yang ada, maka dengan berusaha memberikan reaksi akan menimbulkan semangat dan daya kerja cepat semaksimal mungkin.

e. Menciptakan Rasa Aman

Tiap pemimpin tentunya berkewajiban untuk menciptakan rasa aman bagi para anggotanya.

Dan ini hanya bisa dilaksanakan jika setiap pemimpin dapat memelihara hal-hal positif dan sikap optimis dalam rangka menghadapi segala permasalahan.

Sehingga para anggota dalam menjalankan tugas-tugasnya merasa lebih aman, bebas dari rasa gelisah, khawatir, dan merasa memperoleh jaminan keamanan dari pimpinan.

f. Sebagai Wakil Organisasi

Tiap anggota yang bekerja pada unit organisasi manapun akan selalu memandang atasan mempunyai peranan dalam segala bidang kegiatan.

Atau dengan kata lain pemimpin menganut prinsip-prinsip keteladanan atau panutan-panutan.

Maka dari itu pemimpin seringkali dianggap sebagai segala-galanya. Baik dalam hal perilaku, perbuatan, dan perkataan akan selalu memberikan kesan tertentu bagi organisasinya.

g. Sumber Inspirasi

Pemimpin pada dasarnya adalah sumber semangat bagi para anggotanya.

Maka dari itu, setiap pemimpin harus mampu membangkitkan semangat para anggota sehingga anggota bisa menerima dan memahami tujuan organisasi dengan antusias dan bekerja secara efektif ke arah tercapainya tujuan organisasi.

h. Bersikap Menghargai

Menghargai disini dalam artian menghendaki adanya pengakuan dan penghargaan diri pada orang lain.

Begitupun pada anggota dalam organisasi. Perlu adanya pengakuan dan penghargaan dari pemimpin.

Untuk itu, sudah jadi suatu kewajiban bagi pemimpin untk memberikan penghargaan atau pengakuan dalam bentuk apapun kepada anggotanya.


Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Rivai


Rivai (2004) berpendapat bahwasanya kepemimpinan ialah proses memengaruhi atau memberi contoh kepada anggota-anggotanya melalui proses komunikasi dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Keseluruhan upaya guna memengaruhi serta menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan tertentu.

Atau untuk yang lebih lengkapnya, kepemimpinan ialah proses pemberian jalan yang mudah pada pekerjaan orang lain yang terorganisir dalam organisasi formal guna mencapai tujuan yang telah ditargetkan.


Indikator Kepemimpinan Menurut Hasibuan


Hasibuan (2011) berpendapat bahwa pemimpin yaitu seseorang yang menggunakan wewenang dan kepemimpinannya guna mengarahkan orang lain serta bertanggung jawab atas pekerjaan orang tersebut dalam hal mencapai tujuan bersama.


Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Fiedler


Fred E.Friedler (2005) berargumen bahwa pemimpin yakni individu di alam kelompok yang memberikan tugas pengarahan dan pengkoordinasian yang sejalan atau relevan dengan kegiatan kelompok.


Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Kartono


Kartono (2010) berpendapat bahwa pemimpin yaitu seseorang yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya dalam suatu bidang sehingga ia mampu memengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu demi suatu pencapaian dari satu atau beberapa tujuan.

Baca Juga : 7 Cara Bagaimana Anda Bisa Dipercayai Oleh Orang Lain


Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Handoko


Menurut Handoko, gaya kepemimpinan terdiri atas :

1. Kecerdasan atau Intelegensi

Menurut beberapa penelitian, seorang pemimpin adalah mereka yang mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan pengikutnya. Namun tentu saja perbedaan ini tidak lah terlalu jauh.

2. Kedewasaan, Sosial dan Hubungan Sosial yang Luas

Pemimpi pada umumnya memiliki emosi yang lebih stabil dan dewasa atau matang, serta memiliki kegiatan dan hubungan sosial yang luas.

3. Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi

Kebanyakan pemimpin secara relatif memiliki motivasi dan dorongan berprestasi yang tinggi. Mereka cenderung lebih bekerja keras untuk nilai intrinsik dibandingkan yang lainnya.

4. Sikap Hubungan Manusiawi

Pemimpin yang hebat selalu mengakui harga diri dan martabat anggota-anggotanya, mempunyai perhatian yang tinggi serta berorientasi pada bawahannya.

5. Memiliki Pengaruh yang Kuat

Pemimpin sudah seharusnya memiliki pengaruh yang kuat guna menggerakkan orang lain atau bawahan agar berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela.

6. Memiliki Pola Hubungan yang Baik

Pemimpin hebat selalu mampu menciptakan pola hubungan yang baik agar individu, dengan menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap sekelompok orang supaya bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

7. Memiliki Sifat Tertentu

Pemimpin yang sukses tentu memiliki sifat-sifat khusus seperti kepribadian baik, skill tinggi, dan kemauan yang keras sehingga mampu menggerakkan anggotanya.

8. Memiliki Kedudukan dan Jabatan

Pemimpin cenderung memiliki kedudukan dan jabatan dalam suatu organisasi. Baik itu di pemerintah maupun di masyarakat.

Sebab kepemimpinan adalah serangkaian kegiatan pemimpin yang tak bisa dipisahkan dari kedudukan jabatan dan gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri.

9. Mampu Berinteraksi

Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang memiliki kemampuan interaksi yang baik dengan sesama pemimpin, anggota, dan masyarakat yang dipimpinnya. Baik itu dalam kondisi yang buruk sekalipun maupun yang menyenangkan.

10. Mampu Memberdayakan

Pemimpin bisa dikatakan sukses ketika ia mampu memberdayakan anggotanya dan masyarakat yang dipimpinnya.

Baca Juga : Tes Kepribadian Sehat Mental Seberapa Layak Anda Jadi Orang Sukses


Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Siagian


Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Siagian

Menurut Siagian, ada beberapa indikator gaya kepemimpinan. Yaitu sebagai berikut :

a. Iklim Saling Memercayai

Hubungan antara pemimpin dan anggotanya diharapkan menjadi suatu hubungan yang bisa menumbuhkan iklim atau suasana saling memercayai.

Keadaan yang demikian itu akan jadi kenyataan bila pihak pemimpin memperlakukan anggotanya sebagai manusia yang bertanggung jawab dan di pihak lain anggotanya mau menerima kepemimpinan atasannya.

b. Penghargaan Terhadap Ide Anggotanya

penghargaan terhadap ide anggotanya dari seorang pemimpin dalam suatu lembaga atau instansi akan mampu memberikan nuansa tersendiri bagi para anggotanya.

Seorang anggota akan selalu memunculkan ide-ide yang positif demi pencapaian tujuan organisasi pada lembaga atau instansi dimana ia dipekerjakan.

c. Memperhitungkan Perasaan Para Anggota

Dari sudut pandang ini kita bisa memahami bahwa perhatian pada manusia adalah visi manajerial yang berdasarkan pada aspek kemanusiaan dari perilaku seorang pemimpin.

d. Perhatian Pada Kenyamanan Kerja Bagi Para Bawahan

Hubungan yang baik antara individu dan kelompok akan mewujudkan harapan-harapan bagi perilaku individu.

Dan dari harapan ini akan memunculkan peranan-peranan tertentu yang harus dimainkan.

Sebagian orang harus berperan sebagai pemimpin sementara yang lainnya berperan sebagai anggota.

Dalam kaitannya dengan tugas keseharian, pemimpin seharusnya memerhatikan kenyamanan kerja bagi para anggotanya.

e. Perhatian Pada Kesejahteraan Bawahan

Pada dasarnya dalam fungsi kepemimpinan akan selalu berkaitan dengan 2 hal penting. Yakni hubungan dengan anggota dan hubungan yang berkaitan dengan tugas.

Tingkat perhatian seorang pemimpin adalah parameter sejauh mana seorang pemimpin bertindak dengan menggunakan cara yang sopan dalam men-support, memperlihatkan perhatian dari kesejahteraan mereka.

Contohnya seperti berbuat baik pada anggota, berkonsultasi dengan anggota atau memperhatikan kepentingan dan kebutuhan anggota.

Diantaranya seperti memberi gaji yang tepat waktu, adanya tunjangan, dan memberikan fasilitas yang sebaik mungkin pada para anggotanya.

f. Memperhitungkan Faktor Kepuasan Kerja Para Anggota dalam Menyelesaikan Tugasnya

Dalam suatu instansi atau organisasi. Seorang pemimpin tentu harus senantiasa memperhitungkan faktor-faktor apa saja yang bisa mewujudkan kepuasan kerja para anggota dalam menyelesaikan tugasnya.

Dengan begitu maka hubungan yang harmonis antara pemimpin dan anggota akan tercapai.

g. Pengakuan Atas Status Para Bawahan Secara Tepat dan Profesional

Pada dasarnya pengakuan atas status para anggota oleh pemimpinnya secara tepat dan profesional yang melekat dalam diri seorang pemimpin menyangkut sejauh mana para anggota bisa menerima dan mengakui kekuasannya dalam menjalankan kepemimpinan


Penutup


Demikianlah penjelasan lengkap tentang indikator gaya kepemimpinan yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Semoga postingan ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian.

Terima kasih dan boleh saja kalau Anda mau berkontribusi untuk share postingan ini.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar