Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Robbins dan Para Ahli

Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Robbins

Bagi sebagian orang mungkin masih ada yang belum tahu tentang indikator gaya kepemimpinan menurut Robbins.

Gaya kepemimpinan menurut para ahli yang satu ini tergolong unik karena isinya lebih terpercaya dan lengkap.

Seperti apakah indikator gaya kepemimpinan menurut para ahli bernama Robbins, berikut penjelasan lengkapnya.


Indikator Gaya Kepemimpinan Menurut Robbins

Indikator kepemimpinan menurut para ahli bernama Robbins yaitu sebagai berikut.


  1. Gaya Karismatik
  2. Karismatik artinya sosok pemimpin yang memiliki karisma luar biasa dan mampu menghipnotis para anggota dengan kepemimpinannya.

    Setidaknya ada 5 karakteristik pokok pemimpin dengan gaya karismatik, yaitu:

    1. Visi dan artikulasi, visi yang dimiliki haruslah sesuai dengan sasaran ideal serta harapan masa depan yang lebih baik dibandingkan status quo. Selain itu, pemimpin harus mampu mengklarifikasi pentingnya visi yang dapat dipahami orang lain.

    2. Risiko personal, pemimpin karismatik tak akan segan-segan menempuh risiko personal tinggi, menanggung biaya besar, dan terlibat dalam pengorbanan diri guna mencapai visinya.

    3. Peka terhadap lingkungan, pemimpin karismatik harus dapat menilai secara realistis kendala lingkungan dan sumber daya yang dibutuhkan guna menciptakan suatu perubahan.

    4. Kepekaan terhadap kebutuhan anggota, pemimpin harus peka dan pengertian kepada anggotanya serta responsif terhadap kebutuhan dan perasaan mereka.

    5. Perilaku tak konvensional, pemimpin kadang terlibat dalam perilaku yang dianggap masih baru dan tak sesuai dengan norma.


  3. Gaya Transaksional
  4. Pemimpin transaksional adalah mereka yang selalu memandu dan memotivasi anggotanya menuju target yang ditetapkan dengan memperjelas persyaratan peran dan tugas.

    Gaya kepemimpinan yang satu ini lebih terfokus pada hubungan pemimpin dan anggota tanpa ada usaha guna menciptakan perubahan bagi anggotanya.

    Pada dasarnya, terdapat 4 karakteristik pemimpin transaksional, yaitu:

    1. Imbalan kontingen, berdasarkan upaya yang dilakukan ada kontrak pertukaran imbalan atas kinerja yang baik dan mengakui pencapaian.

    2. Manajemen berdasarkan pengecualian aktif, diawali dengan melihat dan mencari berbagai penyimpangan dari aturan standar, kemudian menempuh tindakan perbaikan.

    3. Manajemen berdasarkan pengecualian pasif, tipe yang satu ini hanya akan mengintervensi apabila standar tak dapat terpenuhi.

    4. Laissez-Faire, disini pemimpin akan melepas tanggung jawab dan menghindari pembuatan keputusan.


  5. Gaya Transformasional
  6. Pemimpin tipe transformasional lebih menitik beratkan perhatiannya pada hal-hal dan kebutuhan pengembangan tiap anggota.

    Pemimpin tipe ini mengubah kesadaran para anggota akan persoalan dan membantu memandang masalah lama dengan solusi baru.

    Akibatnya, para anggota jadi lebih bergairah dan bangkit mengeluarkan upaya ekstra untuk mencapai tujuan kelompok.

    Pemimpin transformasional memiliki 4 karakteristik khusus, yaitu :

    1. Karismatik, pemimpin tranformasional cenderung akan memberikan visi dan rasa atas misi, menanamkan rasa kebanggaan, serta meraih penghormatan dan kepercayaan.

    2. Inspirasi, pemimpin tipe ini mampu mengomunikasikan harapan tingginya dengan menggunakan simbol pada usaha dan menggambarkan maksud penting tersebut menjadi lebih sederhana.

    3. Stimulasi intelektual, karakter pemimpin yang satu ini dapat mendorong intelegensia, rasionalitas, serta pemecahan masalah secara hati-hati.

    4. Pertimbangan individual, pemimpin yang baik harus bisa memberikan perhatian pribadi, melayani karyawan secara pribadi, serta melatih dan menasihatinya.


  7. Gaya Visioner
  8. Kepemimpinan yang visioner harus mampu menciptakan dan mengartikulasikan visi yang realistis, kredibel, dan menarik terkait masa depan organisasi.

    Karena apabila visi ini diseleksi dan diimplementasikan secara tepat, maka bisa saja hal tersebut jadi kekuatan besar yang memungkinkan terjadinya lompatan awal ke masa depan.

    Caranya dengan membangkitkan keterampilan, bakat, dan sumber daya untuk merealisasikannya.


Peran Pemimpin Menurut Robbins

Pemimpin memiliki peranan yang sangat vital dalam meningkatkan kinerja karyawan. Ini karena pemimpinlah yang akan memberikan pengarahan terhadap usaha-usaha pekerja dalam mencapai tujuan organisasi.

Sehingga dengan demikian, gaya kepemimpinan menjadi acuan yang baik dalam peningkatan efektivitas kinerja karyawan.


Komitmen Karyawan Menurut Robbins

Merupakan suatu keadaan dimana seorang karyawan memihak pada suatu organisasi tertentu dengan tujuan memelihara keanggotaannya dalam organisasi tersebut.

Beberapa indikator komitmen menurut Robbins adalah:

  1. Keterlibatan pegawai
  2. Posisi pegawai
  3. Target pencapaian tujuan
  4. Loyalitas pegawai
  5. Pemahaman pegawai seputar tempat kerja


Penutup

Demikianlah beberapa penjelasan lengkap dari saya tentang indikator gaya kepemimpinan menurut Robbins.

Terima kasih, dan jangan lewatkan untuk membaca artikel berikut ini.