Skip to main content

Gambar, Gaya, Hambatan, dan Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Kepuasan Kerja, Loyalitas, Serta Kinerja Karyawan Menurut Para Ahli

Gambar, Gaya, Hambatan, dan Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Kepuasan Kerja, Loyalitas, Serta Kinerja Karyawan Menurut Para Ahli

Hidupcu - Dalam kehidupan sehari-hari terkadang ada orang yang tak mengetahui dan bertanya-tanya tentang kepemimpinan transformasional.

Mulai dari bagaimana gaya kepemimpinan tersebut, gambarnya, hambatan apa yang ditemukan, serta apa hubungannya dengan kepuasan kerja, loyalitas maupun kinerja karyawan. Intinya segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan transformasional.

Terkait hal tersebut, saya berinisiatif untuk merangkumnya dalam suatu konten artikel seperti yang Anda baca ini. Berikut rangkuman tentang kepemimpinan tranformasional.

Daftar Isi :
  1. Gaya Kepemimpinan Transformasional Menurut Para Ahli
  2. Gambar Kepemimpinan Transformasional
  3. Hambatan Kepemimpinan Transformasional
  4. Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Loyalitas Karyawan
  5. Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Kinerja Karyawan
  6. Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Kepuasan Kerja


Gaya Kepemimpinan Transformasional Menurut Para Ahli


Sedikitnya ada beberapa pendapat para ahli terkait pengertian gaya kepemimpinan transformasional, antara lain :

Terry, berpendapat bahwa kepemimpinan ialah aktivitas memengaruhi orang-orang agar mereka mau berusaha untuk mencapai tujuan-tujuan kelompok.

Ordway Teod berpendapat dalam bukunya bahwasanya kepemimpinan yakni kegiatan memengaruhi orang-orang untuk bekerja sama guna mencapai tujuan yang merak inginkan. Kepemimpinan bisa terjadi dimana saja asal seseorang menunjukkan kemampuannya memengaruhi perilaku orang lain ke arah tercapainya suatu tujuan yang hendak dicapai.

Young berpendapat bahwa kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasarkan atas skill pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu. Berdasarkan akseptasi atau penerimaan oleh kelompoknya serta mempunyai keahlian khusus yang tepat untuk situasi khusus.

Bass, berpendapat bahwa kepemimpinan transformasional sebagai pemimpin yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi bawahan dengan cara-cara tertentu. Dengan menerapkan kepemimpinan transformasional, bawahan akan merasa lebih percaya, dihargai, loyal, dan respect terhadap pimpinannya. Sehingga bawahan akan senantiasa termotivasi untuk melakukan hal lebih dari yang diharapkan.

Kepemimpinan transformasional pada dasarnya senantiasa memotivasi bawahannya untuk melakukan hal yang lebih baik dari apa yang bisa dilakukan. Atau dengan kata lain meningkatkan kepercayaan diri bawahan yang akan mempengaruhi peningkatan kinerja.

Baca Juga : 7 Cara Bagaimana Anda Bisa Dipercayai Oleh Orang Lain


Gambar Kepemimpinan Transformasional


Berikut ini adalah gambaran tentang seperti apa yang dimaksud kepemimpinan transformasional.

Gambar Kepemimpinan Transformasional


Rees menuturkan bahwa paradigma baru kepemimpinan transformasional mengangkat 7 prinsip dalam menciptakan kepemimpinan yang sinergis. Yakni sebagai berikut :

1. Simplifikasi

Adalah keberhasilan dari kepemimpinan diawali dari sebuah visi yang akan jadi cermin dan tujuan bersama.

Kemampuan dan keterampilan dalam mengungkapkan visi secara jelas, praktis, dan transformasional yang bisa memberikan solusi “Kemana kita akan melangkah?” adalah suatu hal utama yang harus diimplementasikan.

2. Motivasi

Yaitu kemampuan untuk mendapatkan komitmen dari orang-orang yang terlibat terhadap visi yang telah dijelaskan. Ini merupakan hal kedua yang harus dilakukan.

Ketika pemimpin transformasional mampu menciptakan suatu sinergis dalam organisasi, berarti kemungkinan ia dapat mengoptimalisasi, memotivasi dan memberi energi pada setiap pengikutnya.

Praktisnya bisa berupa tugas atau pekerjaan yang benar-benar menantang dan memberikan peluang bagi mereka pula untuk terlibat dalam proses kreatif, dan memberikan usul pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah. Hal ini tentunya akan memberikan nilai tambah tersendiri bagi mereka.

3. Fasilitasi

Dalam hal ini pengertian kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan untuk secara efektif memfasilitasi kegiatan yang terjadi dalam kelembagaan, kelompok, maupun individual.

Hal ini tentu akan membuat semakin bertambahnya modal intelektual dari setiap orang yang terlibat didalamnya.

4. Inovasi

Adalah kemampuan untuk berani dan bertanggung jawab melakukan suatu perubahan jika diperlukan. Serta menjadi suatu tuntutan dengan perubahan yang terjadi.

Dalam suatu organisasi, tiap orang yang terlibat perlu mengantisipasi yang namanya perubahan dan tak seharusnya takut akan perubahan tersebut.

Namun untuk kasus tertentu, pemimpin transformasional harus sigap merespon perubahan yang ada tanpa mengorbankan kepercayaan tim yang telah dibangun.

5. Mobilitas

Adalah pengerahan semua sumber daya yang ada guna melengkapi dan memperkuat setiap orang yang terlibat didalamnya untuk mencapai visi dan tujuan.

Seorang pemimpin transformasional akan selalu mengusahakan pengikut yang penuh tanggung jawab.

6. Siap Siaga

Yakni kemampuan untuk selalu siap untuk belajar tentang diri mereka sendiri serta menyembut perubahan dengan paradigma baru yang lebih positif.

7. Tekad

Tekad yang bulat akan menuntunmu untuk sampai ke tujuan melalui penyelesaian masalah yang baik dan sampai tuntas. Maka dari itu, harus didukung oleh pengembangan disiplin spiritualitas, emosi, fisik, dan komitmen.

Baca Juga : Pengertian, Ciri Serta Contoh Kepemimpinan yang Baik dan Kurang Baik Brainly


Hambatan Kepemimpinan Transformasional


Hambatan Kepemimpinan Transformasional

Mengenai hambatan dalam kepemimpinan transformasional, sebenarnya belum ada hambatan yang benar-benar umum karena mengingat masing-masing pemimpin memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Termasuk dalam hal situasi dan kondisi yang sedang dihadapi.

Adapun beberapa hambatan kepemimpinan transformasional yang diketahui antara lain :

1. Kepercayaan Diri yang Minim

Hal utama yang terkadang jadi hambatan bagi kepemimpinan transformasional adalah tingkat kepercayaan diri si pemimpin.

Karena ketika si pemimpin memiliki kepercayaan diri yang besar maka otomatis para pengikut atau orang yang dipimpinnya pun akan ikut percaya pada si pemimpin.

2. Keberanian Dalam Mengambil Keputusan yang Rendah

Seorang pemimpin yang hebat adalah dia yang berani mengambil keputusan dan siap menanggung segala resiko yang ditimbulkan dari keputusannya itu.

Mengingat beban yang ia tanggung adalah membuat suatu perbedaan dan mentransformasikannya ke arah yang lebih baik. Maka suda sewajarnyalah bila seorang pemimpin transformasional memiliki sikap berani.

3. Keraguan Dalam Berurusan dengan Pihak-pihak yang Melawan

Hal yang terkadang jadi hambatan saat menjalankan kepemimpinan transformasional adalah adanya perasaan ragu di dalam diri untuk melawan pihak-pihak yang tak menyetujui apa yang kita sampaikan.

Dalam hal ini saya tidak menyuruh Anda untuk melawan orang-orang yang tak setuju dengan Anda meskipun apa yang Anda sampaikan itu memang salah. Tetapi yang dimaksudkan disini adalah pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Anda.

Jadi ketika Anda merasa apa yang Anda sampaikan itu memang benar dan ada orang yang berniat untuk menghalang-halangi Anda untuk mencapainya maka saya katakan hilangkan rasa ragu dan takut untuk berurusan dengannya meskipun ia adalah orang berpangkat.

Pikirkan bagaimana cara terbaik menghadapinya. Apakah dengan bantuan orang lain ataupun dengan usaha Anda sendiri. intinya terus berusaha tanpa mengenal rasa ragu didalam diri.

Selama Anda menganggap itu adalah suatu hal yang benar maka tak ada alasan bagi Anda untuk ragu.

4. Kemampuan Berbicara

Hal yang cukup penting dimiliki seorang pemimpin, khususnya pemimpin transformasional adalah kemampuan berbicara. Orang tak akan mau dipimpin oleh Anda yang sama sekali tak memiliki kemampuan yang baik untuk berbicara di depan umum.

Kepemimpinan transformasional diharuskan memiliki pemimpin yang mampu mengikat kepercayaan para orang yang dipimpin.

Nah, bagaimana mungkin orang mau percaya pada Anda kalau skill public speaking Anda minim?

Maka dari itu, kemampuan dalam berbicara atau public speaking bagi pemimpin transformasional sangat dibutuhkan.

Baca Juga : Cara Merubah Mindset Diri Sendiri Terdahsyat Dari Pola Pikir Negatif Menjadi Positif


Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Loyalitas Karyawan


Loyalitas karyawan adalah salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan suatu perusahaan atau instansi. Untuk membentuk suatu karyawan yang memiliki loyalitas tinggi adalah tugas pimpinan dalam menjaga komitmen bawaannya.

Perlu diketahui bahwasanya tingginya semangat kerja, motivasi kerja, dan loyalitas pada perusahaan tergantung dari bagaimana pemimpinnya. Apakah si pemimpin bisa mengarahkan dan membimbing karyawannya atau tidak.

Untuk meningkatkan loyalitas para karyawan, setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Antara lain :

  • Memuji kemajuan kinerja karyawan
  • Memberi kenaikan gaji
  • Promosi jabatan
  • Mendengar keluhan karyawan terhadap hal yang tak ia senangi selama bekerja

Loyalitas adalah kondisi psikologis yang mengikat antara karyawan dan perusahaan.

Secara umum loyalitas dapat pula diartikan sebagai kesetiaan, pengabdian, dan kepercayaan yang diberikan pada seseorang atau lembaga yang didalamnya terdapat rasa cinta dan tanggung jawab untuk berusaha memberikan yang terbaik.

Dewasa ini loyalitas karyawan bukan lagi hanya sekedar menjalankan tugas-tugas, tetapi bagaimana berbuat seoptimal mungkin guna menghasilkan sesuatu yang terbaik dalam organisasi.

Tiap perusahaan tentunya mengharapkan loyalitas kerja yang sempurna dari para karyawannya.

Karena loyalitas karyawan yang tinggi adalah kunci ke arah peningkatan kualitas kerja dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh yang besar dalam kemajuan suatu perusahaan.

Kepemimpinan tranformasional mempu menumbuhkan loyalitas kerja karyawan dengan cara memotivasi para karyawan untuk berbuat lebih dari apa yang sesungguhnya dan memberikan inspirasi dan perhatian secara individu.

Jadi karyawan tak ragu lagi dalam menunjukkan segenap potensi dan ide-ide yang dimiliki demi kemajuan perusahaan.


Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Kinerja Karyawan


Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Kinerja Karyawan

Gaya kepemimpinan dalam suatu organisasi memiliki peran yang penting khususnya dalam memengaruhi cara kerja karyawan.

Sikap seorang pemimpin juga bisa memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kinerja karyawan.

Gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan sangat erat kaitannya. Kinerja karyawan dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Seperti yang dikemukakan oleh Robbins, kepemimpinan transformasional ialah perilaku kepemimpinan yang melibatkan perubahan besar dalam memengaruhi sikap dan asumsi anggota organisasi dan membangun komitmen, tujua, dan strategi dalam berorganisasi.


Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Kepuasan Kerja


Kepemimpinan transformasional di era yang seperti sekarang ini dianggap sebagai suatu hal yang penting untuk diterapkan sebab dianggap bisa mendorong bawahan ke arah yang lebih jelas dan berwujud nyata.

Ini karena pemimpin tranformasional memiliki karakter yang kharismatik dan mampu membangun ikatan emosional yang kuat dengan publik guna mencapai tujuan tertentu.

Seperti teori yang dikemukakan oleh Umam, yakni :

  • Memberikan stimultan kepada bawahan dan kolega untuk memandang pekerjaan dari perspektif baru
  • Menumbuhkan kepedulian terhadap visi dan misi dari tim kerja dan organisasi
  • Mengembangkan kolega kolega dan bawahan agar memiliki kemampuan dan potensi yang tinggi
  • Memotivasi kolega dan bawahan untuk melakukan suatu hal secara berbeda dari biasanya
  • Memberikan harapan-haraoan yang lebih menantang, mendorong pencapaian kienrja organisasi yang lebih tinggi

Ada pula peneliti yang melakukan penelitian terkait hubungan kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja yang memberikan kesimpulan bahwasanya gaya kepemimpinan taransformasional sangat berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan.

Baca Juga : Ayo Menjadi Pemimpin Yang Simpatik Dengan 9 Metode Ini


Penutup


Demikianlah ringkasan terkait kepemimpinan transformasional. Semoga apa yang disajikan dalam postingan ini bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi Anda selaku pembaca.

Terima kasih dan jangan lupa untuk berkunjung lagi ke blog ini. Salam Hidupcu!
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar