Skip to main content

Bila Memang Jodoh Itu Ada, Lalu Kemana kah Jodoh Orang yang Lajang Hingga Akhir Hidupnya?

Kemana kah Jodoh Orang yang Tak Menikah Hingga Akhir Hidupnya?

Hidupcu - Saat saya kebetulan membuka quora, tak sengaja saya menemukan pertanyaan ini.

Sejenak saya berpikir keras akan jawaban atas pertanyaan ini.

Kemana yah kira-kira pasangan mereka yang masih belum menikah hingga akhir hidupnya?

Menurut pemahaman ajaran agama Islam, tiap orang memiliki jodohnya masing-masing. kalaupun tidak ditemukan di dunia ini niscaya akan ditemukan kelak di surga.

Terus bagaimana kalau orang tersebut tidak masuk surga? Yah mungkin saja jodohnya adalah siksaan neraka itu sendiri.

Bila seseorang meninggal dalam kondisi lajang, maka nantinya ia akan dijodohkan dengan orang yang lajang pula di surga.

Mati lajang disini maksudnya ialah mati dalam keadaan telah bercerai atau belum pernah menikah.

Bahkan seorang bayi yang mati pun memiliki jodoh di surga.

Ketika berada di surga, kejelekan akan diubah menjadi tampan dan cantik sesuai banyaknya pahala seseorang.

Wajah standar di surga nanti adalah setampan Nabi Yusuf, jadi nggak kebayang kalau banyak pria nanti yang lebih tampan atau bahkan jauh melebihi ketampanan Nabi Yusuf.

Kalau kamu setampan Omar Borkan yah sudah lumayan.

Perlu kamu tahu bahwasanya Omar Borkan ini adalah salah satu orang yang diusir dari Arab Saudi karena ketampanannya yang akan memancing syahwat wanita. Gokil nggak tuh.

omar borkan al gala

Di surga nanti kehidupannya bersifat abadi. Jadi tak ada yang namanya kematian dan wajah yang menua. Semua orang akan terlihat muda fresh. Sama sekali tak ada penyakit maupun kesedihan.

Baca Juga : 5 Tipe Wanita yang Disegani Oleh Para Pria dan Cocok Dijadikan Istri


Kisah Islam Tentang Jodoh


Ada sebuah kisah Islam yang menceritakan seorang pemuda yang sangat buruk rupa dan pendek.

Yang mana pemuda ini tak jelas sama sekali siapa orang tuanya dan tak mengetahui sukunya. Di Arab Saudi, orang yang tak jelas sukunya dianggap sebagai orang yang cacat parah.

Belum lagi kehidupan sehari-harinya yang dipenuhi kemiskinan serta wajah yang jelek. Dan untungnya ia adalah orang yang taat beribadah. Namanya adalah Julaibib.

Beberapa kali ia telah mencoba melamar banyak wanita namun semua itu terus berujung pada penolakan.

Semua kekurangan dan penolakan yang ia terima membuatnya kian bersedih.

Suatu ketika ia mengadu pada Nabi Muhammad SAW. Kemudian Nabi Muhammad memerintahkannya untuk pergi meminang saudagar kaya yang berasal dari suku elit.

Dan apakah yang terjadi?

Julaibib kembali mengalami penolakan oleh orang tua si wanita tersebut. Julaibib pun kembali lagi ke Nabi Muhammad untuk menceritakan kesedihannya.

Nabi kemudian menyuruhnya untuk pergi lagi ke orang tua si wanita itu bahwa ini adalah perintah dari Nabi Muhammad SAW.

Disana Julaibib mengalami penolakan lagi karena orang tua si wanita masih belum percaya bahwa itu adalah perintah Nabi.

Julaibib lalu pergi menemui Nabi Muhammad dan menjelaskan apa yang terjadi.

Kemudian Julaibib kembali lagi ke rumah orang tua si wanita itu. Namun kini ia pergi bersama Nabi Muhammad disampingnya.

Sang bapak lalu bernegosiasi dengan istri dan anaknya.

Alhasil jawaban mengejutkan datang dari putrinya.

Si putri menerima lamaran tersebut karena itu adalah perintah langsung dari Nabi Muhammad SAW.

Ia meyakini bahwa pilihan Nabi Muhammad SAW adalah pilihan yang terbaik.

Namun ada satu masalah lagi.

Si pemuda ini miskin, ia sama sekali tak punya uang untuk melamar wanita idamannya.

Lalu Nabi Muhammad menyuruhnya untuk minta ke Umar. Umar pun memberinya modal untuk digunakan melamar.

Berapa lama berselang akhirnya pemuda ini berhasil menikahi putri saudagar kaya tersebut.

Mereka menikah di pagi hari. Namun pada siang harinya ada seruan peperangan dan musuh sudah hampir mendekat.

Julaibib justru menggunakan uang yang diberi Umar untuk pesta pernikahannya untuk membeli peralatan perang.

Sebelum mulai berperang, Julaibib sempat bertemu dengan Nabi Muhammad.

Dalam pertemuan itu Nabi Muhammad sempat menyuruh Julaibib untuk tidak ikut berperang mengingat dirinya baru saja menikah. Dan bahkan belum sempat menikmati malam pertamanya.

Namun Julaibib tetap bersikeras untuk mengikuti peperangan.

Baca Juga : Bagaimana sih Asal-Usul Terbentuknya Lambang Cinta? Kok Pake Lambang Hati?


Setelah perang usai, Nabi Muhammad kemudian bertanya :

Apakah kalian kehilangan seseorang?

Pasukan perang pun menjawab tidak ada.

Begitu seterusnya sampai tiga kali. Namun pasukan tetap memberikan jawaban yang sama.

Ternyata Julaibib sama sekali tak terkenal di kalangan sosialnya. Ia merupakan pria yang begitu tak berharga bagi kebanyakan orang.

Kemudian Nabi Muhammad SAW berkata :

Aku kehilangan seseorang!

Saat Julaibib ditemukan, ia berada dalam kondisi sekarat dan disekitarnya ada 7 mayat musuh.

Ketika Julaibib menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Nabi Muhammad, anehnya Nabi Muhammad justu mengalihkan pandangannya.

Kemudian orang-orang mulai bertanya-tanya kenapa Rasulullah sampai seperti itu.

Nabi kemudian menjawab bahwa para bidadari sedang berebut menyambut ruh Julaibib sampai seorang bidadari tak sengaja menampakkan betisnya pada Nabi Muhammad.

Atau dengan kata lain, para bidadari tersebut begitu senang karena akan dipertemukan dengan calon suaminya.

bidadari

Jodoh pria tersebut sebenarnya adalah bidadari. Ia telah ditakdirkan untuk memiliki istri nan cantik jelita dari makhluk yang bernama bidadari.

Dari sini kita bisa belajar satu hal. Yaitu memiliki wajah jelek bukan karena Tuhan tak adil. Tetapi Ia hanya ingin menguji kita dengan cara-Nya sendiri.

Jadi kalau misalkan seseorang meninggal dalam keadaan lajang, maka bisa dipastikan bahwa jodohnya adalah bidadari. Hahaha....Aseeek

Baca Juga : Bagaimana Cara Cowok Tampang Pas-pasan Mendapatkan Cewek Idamannya


Penutup


Demikianlah pemaparan singkat tentang pertanyaan “Bila Memang Jodoh Itu Ada, Lalu Kemana kah Jodoh Orang yang Tak Menikah Hingga Akhir Hidupnya?”.

Semoga apa yang dipaparkan dalam artikel ini bisa jadi tambahan pengetahuan untuk Anda. Beribu terima kasih saya haturkan pada Anda karena telah membaca artikel di hidupcu hari ini.

Salam Hidupcu!







Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar