Skip to main content

Ketahui 3 Gaya Belajar Manusia ini, Dijamin Anak Anda Akan Lebih Mudah Menerima Pelajaran


Hidupcu - Pada dasarnya manusia diciptakan oleh tuhan dengan wujud yang sempurna dan memiliki keunikan dan keistimewaannya sendiri-sendiri.

Mulai dari sidik jari sampai antigen darah tiap orang berbeda-beda. Bahkan seorang anak kembar identik sekalipun memiliki perilaku dan pikiran yang berbeda.

Begitu pula dalam hal proses belajar atau menangkap hal baru untuk di proses di otak. Tiap manusia punya cara dan gaya belajarnya sendiri-sendiri.

Dalam pengklasifikasiannya, setidaknya ada 3 garis besar gaya manusia dalam menangkap hal baru. Menurut buku Quantum Learning, dijelaskan bahwa ada 3 modalitas belajar seseorang adalah modalitas visual, auditori, dan kinestetik (V-A-K).

Adapun yang dijelaskan dalam artikel ini adalah 3 gaya belajar manusia beserta ciri spesifiknya. Yaitu sebagai berikut :


1. Gaya Belajar  Visual (Melihat)



Untuk anak yang belajar dengan gaya visual maka penglihatannya sangat berperan penting dalam proses belajar.

Maka dari itu sangat dianjurkan bagi gurunya untuk lebih banyak menggunakan alat peraga atau media pembelajaran.

Arahkan mereka untuk melihat objek-objek yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Atau bisa juga dengan menggambarkannya di papan tulis.

Anak yang bergaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya agar lebih memahami materi pelajaran.

Mereka umumnya akan duduk di depan agar bisa melihat dengan jelas. Mereka beranggapan bahwa menggunakan tampilan-tampilan visual seperti buku pelajaran bergambar, diagram, dan video akan lebih membuat materi pembelajaran jauh lebih mudah untuk dipahami.

Salah satu kebiasaan unik yang dilakukan anak yang bergaya belajar visual adalah mencatat sampai ke detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Beberapa ciri yang biasa nampak pada orang yang bergaya belajar visual antara lain :
  • Tidak gampang terganggu oleh adanya keributan
  • Lebih mudah mengingat yang dilihat daripada yang didengar
  • Lebih suka membaca sendiri daripada dibacakan
  • Sulit mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis.
  • Pembaca yang tekun dan cepat
  • Mementingkan penampilan dalam berpakaian atau berpresentasi
  • Tidak pandai dalam memilih kata-kata, tetapi tahu apa yang harus dikatakan
  • Agak cepat dalam berbicara
  • Lebih suka berdemonstrasi daripada berpidato
  • Lebih menyukai musik daripada seni yang lainnya

Selain itu, ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk mempermudah anak yang bergaya belajar visual. Yaitu sebagai berikut:
  • Lebih menitikberatkan pada penggunaan materi visual seperti gambar, diagram, maupun peta
  • Menggunakan pewarna yang mencolok untuk menandai hal-hal atau materi penting
  • Perbanyak penggunaan buku-buku berilustrasi
  • Jika memungkinkan, gunakan komputer dan video dalam pembelajaran
  • Bimbing anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-ide ke dalam bentuk gambar
  • Sekali-kali berikan materi berupa video dari youtube
Baca Juga : 13 Permintaan Dari Hati yang Paling Dalam Anak Pada Orang Tuanya yang Mungkin Tak Sempat Terucap

2. Gaya Belajar Auditori (Mendengar)



Siswa yang bertipe auditori mengandalkan pendengarannya dalam belajar. Maka dari itu bagi pengajarnya dianjurkan untuk memerhatikan sampai ke alat pendengarannya.

Anak yang bergaya belajar auditori bisa belajar dan memahami lebih cepat jika berdiskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan.

Anak tipe ini bisa mencerna makna yang disampaikan dari tone suara, tinggi rendahnya suara, kecepatan berbicara, serta hal-hal yang sifatnya auditori lainnya.

Informasi yang sifatnya tertulis justru akan memberikan makna yang minim bagi anak auditori.
Mereka umumnya cenderung akan lebih mudah menghafal jika membaca teks dengan keras atau mendengarkan kaset.

Beberapa ciri anak yang bergaya belajar auditori antara lain :
  • Saat sedang bekerja sering berbicara pada dirinya sendiri
  • Rapi dalam berpenampilan
  • Sangat mudah terganggu oleh keributan
  • Belajar dengan cara mendengarkan apa yang didiskusikan
  • Suka membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Saat membaca buku seringkali menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan di buku
  • Termasuk pembicara yang fasih
  • Lebih suka mengeja dengan keas dibandingkan menuliskannya
  • Lebih senang gurauan lisan daripada komik
  • Tidak menyukai pekerjaan yang sebagian besar melibatkan visual
  • Berbicara dengan irama yang terpola
  • Bisa mengulangi kembali dan menirukan nada, irama, dan warna suara

Adapun beberapa strategi yang bisa digunakan agar anak bertipe auditori bisa lebih mudah dalam belajar yaitu dengan :
  • Mengajak anak untuk turut serta dalam berdiskusi di kelas maupun dalam keluarga
  • Arahkan anak untuk membaca materi pelajaran dengan suara yang keras
  • Gunakan musik sebagai media belajar anak
  • Sering mendiskusikan ide dengan anak secara verbal
  • Beritahu anak untuk merekam materi pelajarannya ke dalam kaset lalu suruh ia untuk mendengarkannya sebelum tidur
  • Sebisa mungkin berikan ia materi yang berhubungan dengan audio
Baca Juga : 7 Aktivitas Pagi yang Menyehatkan Namun Diabaikan Banyak Orang

3. Gaya Belajar Kinestetik (Gerakan)



Anak yang bergaya belajar kinestetik adalah mereka yang lebih senang belajar melalui gerakan. Entah itu bergerak biasa, menyentuh sesuatu, atau melakukan sesuatu.

Anak yang bertipe kinestetik cenderung lebih sulit diam berjam-jam karena selalu berkeinginan untuk beraktifitas dan bereksplorasi yang kuat.

Anak tipe kinestetik umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Perlahan dalam berbicara
  • Berpenampilan rapi
  • Tidak terlalu mudah terganggu jika ada keributan
  • Belajar dengan praktek atau memanipulasi
  • Menghafal dengan posisi berjalan maupun melihat
  • Cenderung menggunakan jari untuk menunjuk apa yang dibaca
  • Sangat sulit untuk menulis tetapi hebat ketika bercerita
  • Mengekspresikan apa yang dibaca dengan gerakan tubuh
  • Suka dengan permainan yang menyibukkan
  • Kesulitan dalam menghafal geografi, kecuali jika memang ia pernah berada di tempat tersebut
  • Suka menyentuh orang agar mendapatkan perhatian mereka

Strategi yang bisa diterapkan demi mempermudah proses belajar kinestetik yaitu :
  • Tidak memaksakan si anak untuk belajar sampai berjam-jam
  • Cobalah ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya
  • Izinkan anak untuk mengunyah permen karet saat proses pembelajaran
  • Perbolehkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik
  • Izinkan anak untuk bergerak leluasa dalam ruangan
Baca Juga : Membongkar 10 Tips Bagaimana Melatih Pola Pikir Out Of The Box (Di Luar Kotak)

Penutup


Demikianlah pemaparan tentang 3 gaya belajar yang dimiliki oleh manusia agar anak lebih mudah dalam menerima pelajaran.

Semoga postingan ini bisa bermanfaat bagi Anda dan bisa dimanfaatkan dalam menyusun strategi pembelajaran anak baik itu di rumah maupun di sekolah.

Terima kasih dan jangan lupa untuk berkunjung lagi ke hidupcu.com
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar