Skip to main content

13 Permintaan Dari Hati yang Paling Dalam Anak Pada Orang Tuanya yang Mungkin Tak Sempat Terucap

13 Permintaan Dari Hati yang Paling Dalam Anak Pada Orang Tuanya yang Mungkin Tak Sempat Terucap

Hidupcu - Wahai ayah dan ibu di luar sana! Apakah Anda telah benar-benar mengenal baik anak Anda? Tahu seperti apa kepribadiannya? Apa yang ia suka dan tidak sukai? Dan hal seperti apa yang paling membahagiakan baginya.

Sebagai orang tua sudah seharusnya jika Anda mengetahui tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan anak Anda.

Namun sayangnya ada juga loh orang tua yang masih belum terlalu mengenal anaknya. Umumnya hal ini terjadi akibat kurangnya perhatian orang tua.

Entah itu karena pekerjaan atau memang ada suatu hal yang dianggap lebih penting daripada memerhatikan anaknya.

Padahal perhatian dan kasih sayang orang tua pada anak adalah suatu kebutuhan yang sangat penting untuk perkembangan mental dan psikologis anak.

Karena jika tak diperhatikan maka anak bisa saja jadi pribadi yang pemarah, nakal, anarkis, pemberontakan dan semuanya yang bersifat negatif.

Wahai ayah dan ibu di seluruh dunia, Ada hal penting yang perlu Anda ketahui sebagai orang tua.

Yaitu permintaan anak Anda dari hatinya yang paling dalam.

Permintaan ini adalah hal yang tulus dari hati hampir setiap anak yang tak sempat tersampaikan.

Jadi apabila Anda yang membaca postingan ini adalah orang tua yang punya anak maka bisa saya katakan bahwa Anda benar-benar beruntung.

Mengapa demikian?

Sebab informasi ini kemungkinan tak bisa Anda temukan di website atau blog manapun.

Ok kita kembali ke topik, beberapa permintaan anak pada orang tuanya yang mungkin tak sempat diungkapkan antara lain :

1. Cintailah Aku Sepenuh Hatimu



Pertama-tama yang paling dibutuhkan oleh seorang anak adalah cinta dan kasih sayang yang tulus dari hati orang tuanya.

Karena anak akan sangat bahagia bila hidup dengan dipenuhi rasa cinta dari orang tuanya.

Rasa cinta itu juga akan membantu perkembangan psikologis anak dari masa ke masa.

Tentunya Anda ingin bukan anak Anda tumbuh dengan kondisi psikologis yang sehat. Maka dari itu cintailah anak Anda dengan sepenuh hati.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa telah banyak kejadian orang tua yang tega menyiksa, membunuh, sampai bahkan melecehkan anaknya sendiri.

Jangan ada makian, jangan ada kekerasan, dan jangan ada intimidasi. Dengan begitu maka insyaallah mental anak Anda akan tumbuh dengan baik.

Saya mohon pak, ibu. Tolong sadarilah hal itu.

Baca Juga : Lucu, Inilah Alasan Mengapa Kucing Bisa Takut Sama Timun


2. Jangan Marahi Aku di Khalayak Orang Banyak


Tentunya seorang anak itu selalu ingin dibangga-banggakan di depan khalayak orang banyak. Itu karena sang anak ingin agar dirinya diakui, dihargai, dan dipandang baik oleh orang banyak maupun masyarakat di sekitarnya.

Salah satu permintaan dari hati yang paling dalam seorang anak itu ialah ingin agar kedua orang tuanya tidak memarahinya di khalayak orang banyak.

Sebagai orang tua semestinya Anda malu jika memarahi anak di depan umum.

Bagaimana tanggapan orang lain?

Tentunya orang lain akan menganggap bahwa Anda adalah orang tua yang galak dan kasar.

Apalagi kalau sampai memukuli anak secara fisik. Itu akan membuat citra Anda sebagai orang tua buruk.

Baca Juga : Ceramah Singkat tentang Sabar dan Ikhlas yang Mampu Mengetuk Hati Orang Lain


3.  Jangan Bandingkan Aku dengan Kakak, Adik, Maupun Orang Lain


Seorang anak tentunya tak ingin dibanding-bandingkan oleh siapapun. Entah itu kakak, adik, maupun orang lain yang bisa dibilang lebih baik dari si anak.

Ayah, ibu,  perlu Anda ketahui bahwa dengan melakukan hal tersebut akan membuat hati anak Anda tersakiti. Apa Anda menginginkan hal yang demikian? Saya pikir tidak bukan?

Maka dari itu, Anda sebagai orang tua harus paham bahwa tiap anak memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Anda tak boleh langsung menghakimi bahwa anak Anda itu lebih buruk dari orang lain.

Yah, mungkin saja memang anak Anda tak lebih baik dalam satu sisi. Tetapi coba pikir lagi, anak Anda mungkin memiliki kelebihan dalam hal lain yang bisa saja tak dimiliki oleh orang lain.

Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa jangan langsung menilai anak Anda buruk hanya dengan membandingkannya dengan orang lain.

Hargai dan sayangi anak Anda seutuhnya niscaya ia akan tumbuh besar dan menyayangi Anda selaku orang tuanya dengan tulus.


4. Ayah dan Bunda, Aku Adalah Copyan Kalian



Wahai ayah dan bunda di luar sana, jangan biasakan menghina fisik atau perilaku anak Anda yang kurang baik.

Karena tak menutup kemungkinan Anda juga seperti itu. Seperti peribahasa yang mengatakan bahwa buah tak akan jauh dari pohonnya.

Artinya apa yang ada pada diri anak Anda saat ini adalah warisan atau copyan dari diri Anda sendiri.

Kalau ia berkulit hitam dan pendek jangan dicela, toh coba liat seperti apa ayah dan ibunya. Tentu salah satu dari mereka memiliki bentuk fisik yang demikian.

Itu dalam hal fisik, adapun dalam hal perilaku misalnya sifat pemarah. Umumnya yang sering kita lihat adalah ketika ayah atau ibunya pemarah maka kemungkinan besar anaknya juga akan mewarisi sikap demikian.

Itu karena anak sering melihat perilaku orang tuanya dan tersosialisasi ke dalam dirinya.

Jadi sangat wajar kalau antara orang tua dan anak memiliki sikap yang sama.


5. Kian Hari Umurku Semakin Bertambah, Jadi Jangan Selalu Menganggapku Anak Kecil




Seorang anak khususnya remaja tak ingin dianggap manja oleh orang lain maupun orang tua sendiri.

Ibu, bapak, anak Anda sudah dewasa. Jadi jangan selalu menganggapnya anak kecil yang tak bisa melakukan apa-apa tanpa bantuan dari orang tua.

Dari hati yang paling dalam, anak Anda ingin melakukan sesuatu yang bisa membanggakan orang tuanya.

Ingin mencoba hal baru yang bisa merubah persepsi orang lain pada dirinya. Ingin agar orang lain merubah pandangan pada dirinya.

Ibu, ayah, aku sudah besar, dan ingin membanggakan kalian. Aku akan berusaha untuk tidak terlalu bergantung pada kalian dan hidup mandiri.

Baca Juga : 14 Tanda-tanda yang Membuktikan Bahwa Anda Sudah Bisa Dikatakan Dewasa


6. Biarkan Aku Mencoba, Lalu Beritahu Aku Dimana Salahnya


Seorang anak sudah sewajarnya bila ingin mencoba hal-hal yang baru. Biarkanlah ia mencoba sesukanya selama itu masih dalam batas kewajaran.

Tetapi Anda juga harus ingat bahwa sebagai orang tua, Anda diwajibkan untuk memberitahu anak bila melakukan kesalahan.

Apabila anak Anda ingin mencoba hal baru biarkanlah ia mencobanya. Biar ia tahu jelas seperti apa hal yang ia lakukan itu.

Bila yang ia lakukan itu baik maka biarkanlah ia. Tetapi jika yang ia lakukan itu buruk maka berilah ia nasehat dan bimbingan agar tak melakukan hal yang buruk terus.

Dengan demikian maka ia akan memperoleh pelajaran hidup yang sangat berharga dan sulit untuk terlupakan.

Baca Juga : 7 Cara Mengatasi Siswa yang Berkelahi di Sekolah


7. Jangan Ungkit-ungkit Kesalahanku Dimasa Lalu



Sepertinya hampir setiap orang tua di muka bumi ini melakukan poin ke-7 ini. Bagaimana tidak jika orang tua saya pun melakukan hal yang demikian.

Kesalahan yang sudah lama pun bahkan sampai bertahun-tahun bisa saja kembali diungkit gara-gara satu permasalahan kecil.

Momen ini sering terjadi pada saat orang tua, entah itu ayah atau ibu sedang dalam emosi karena disebabkan oleh suatu hal. Atau biasa juga disebut saat mereka merasa tak dihargai oleh si anak.

Akibatnya orang tua jadi mengungkit-ungkit kejadian di masa lalu.

Percayalah orang tua di luar sana, dari hati yang paling dalam. Anak Anda sama sekali tak menginginkan hal yang demikian.


8. Aku Adalah Ladang Pahala Bagimu


Ada yang bilang bahwa banyak anak banyak rezeki. Artinya semakin banyak anak semakin banyak pula pahala dan rezeki yang akan kita dapatkan.

Anak adalah titipan tuhan yang diberikan kepada kita agar kita bisa belajar bagaimana mendidik anak ini menjadi sosok yang baik, beriman, dan berbudi pekerti.

Bapak, ibu dan orang tua diluar sana. Perlu Anda ketahui bahwa setiap Anda memberikan sesuatu maka itu bisa juga dikatakan bersedekah. Baik berupa kasih sayang, makanan, pakaian, atau hal lainnya.

Jadi bisa dibayangkan kalau Anda memelihara 5 anak dan Anda memberikan kepadanya kasih sayang, makanan, pakaian, dan hal lainnya kepadanya. Entah sudah berapa banyak pahala yang Anda dapatkan.

Anak juga bisa dikatakan sebagai sumber rezeki. Karena seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa semakin banyak anak maka semakin banyak pula rezeki sekaligus pahala yang bisa kita dapatkan.

Baca Juga : Jika Anda Melakukan Hal Ini, Anda Bisa Beruntung Seumur Hidup


9. Jangan Marahi Aku dengan Mengatakan Hal Buruk, Bukankah Setiap Perkataan yang Keluar Dari Mulutmu Sebagai Orang Tua Adalah Do'a Bagiku



Kesalahan yang sering dilakukan orang tua adalah sering mengatakan sesuatu yang buruk di saat ia kesal.

Mungkin ia akan mengatakan sesuatu yang benar-benar kasar. Orang tua masa kini sering mengatakan hal yang kasar saat ia marah.

Saat anaknya melakukan kesalahan. Ia terkadang mencela anaknya dengan sebutan yang kasar seperti anjing, setan anak durhaka, jelek, atau hal-hal lainnya yang kasar.

Perlu Anda ketahui orang tua di luar sana. Apapun yang Anda katakan pada anak Anda. Meskipun itu hanya sebuah ucapan.

Itu bisa jadi sebuah do’a kepada Allah. Karena pada dasarnya setiap apa yang kita katakan adalah do’a.

Jadi jika Anda memarahi anak Anda, usahakan untuk tidak mengeluarkan kata-kata kasar. Karena itu akan jadi do’a untuk anak Anda sendiri. Sadarilah itu ayah, ibu, dan orang tua di luar sana.


10. Jangan Melarangku Hanya Dengan Kata Jangan, Tapi Berilah Aku Penjelasan Mengapa Aku Tak Boleh Melakukan Sesuatu


Pada dasarnya sudah jadi sesuatu yang lazim bila seorang anak melakukan kesalahan. Namun sebagai orang tua kita tak boleh membiarkan anak melakukan kesalahan begitu saja.

Anda punya kewajiban untuk membimbing si anak agar tidak berada di kondisi yang tidak aman.

Saat anak melakukan kesalahan jangan langsung melarangnya dengan kata jangan. Karena biasanya anak tak akan mau menghiraukan apa yang kita katakan. Ia tak akan percaya jika tak benar-benar mengetahui apa akibat jika melakukan suatu hal.

Maka dari itu, Anda sebagai orang tua wajib memberikan penjelasan kepada si anak mengapa tidak boleh melakukan sesuatu.

Berilah ia penjelasan yang logis dan mudah dipahami agar ia bisa membayangkan langsung seperti apa dampak yang akan timbul jika ia melakukannya.

Dengan begitu ia akan paham betul mengapa ia tak boleh melakukannya.

Baca Juga : 4 Tipe Kepribadian Dasar yang Perlu Anda Ketahui Untuk Memahami Perilaku Anak


11. Aku Mohon Ayah Ibu, Jangan Rusak Mentalku Dengan Selalu Kau Bentak-bentak Tiap Hari



Kesalahan yang sering sekali dilakukan oleh orang tua adalah selalu membentak anaknya di depan umum.

Padahal dari hati yang paling dalam, tak ada seorang anak pun yang mengharapkan hal tersebut.

Bahkan saya sendiri tidak ingin mengalami kejadian tersebut. Malu sekali pastinya, apalagi kalau dihadapan orang banyak. Kita bisa jadi pribadi yang pemalu, pendiam, dan sulit bersosialisasi.

Maka dari itu ibu, bapak, dan para orang tua di luar sana. Sebisa mungkin hindarilah membentak anak di hadapan orang banyak. Karena itu akan merusak mentalnya.

Tentu Anda tak ingin kan jika mental anak Anda tak berkembang dengan semestinya.

Selain itu Anda tentu akan malu juga jika marah-marah di depan umum. Nanti Anda dikira ibu tiri yang senang menyiksa anaknya. Saya yakin Anda tak menginginkan hal itu bukan?


12. Jangan Menyeretku ke Dalam Masalah yang Tidak Ada Kaitannya Denganku, Kau Marah Sama yang Lain Tetapi Aku yang Kena Imbasnya.

Permasalahan yang sering terjadi dalam rana keluarga ialah orang tua yang kadang melampiaskan kekesalan pada anaknya padahal si anak sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalah tersebut.

Biasanya saat ada masalah di kantor pas pulang eh marah-marah. Dan alhasil si anak yang melakukan kesalahan kecil jadi dimaki habis-habisan.

Miris sekali kadang ada yang sampai babak belur dipukuli, dijambak, ditampar, bahkan sampai ada yang mati karena disiksa.

Kadang kalau saya dengar berita yang seperti ini suka marah sendiri sama si pelaku. Itu kok pelaku apa nggak punya hati apa gimana yah.

Intinya untuk para orang tua di luar sana sebisa mungkin hindarilah melakukan hal yang seperti itu karena itu akan memengaruhi keadaan psikis anak.


13. Aku Ingin Kau Sayangi dan Cintai Karena Engkaulah yang Ada di Hidup dan Masa Depanku



Ayah, ibu, seorang anak tentu ingin disayangi oleh kedua orang tuanya. Ingin dikasihi, dan ingin mendapat pengakuan.

Maka dari itu sayangilah anak Anda dengan setulus hati. Berikanlah apa yang ia minta selama masih dalam batas kewajaran.

Sehatkanlah mentalnya dengan selalu memperakukannya dengan baik. Karena ia adalah masa depanmu. Ia adalah generasi penerusmu. Ia adalah warisanmu yang akan melanjutkan keturunanmu.

Ia akan memberikanmu cucu, menantu, dan keluarga-keluarga di masa depan nanti. Ia jugalah yang akan menemanimu diusia senjamu.

Maka dari itu bapak, ibu, selalulah sayangi dan cintai anakmu setulus hati.

Karena jika engkau mengasihinya dengan sepenuh hati maka ia akan melakukan hal yang sama dikemudian hari. Ia kan menemanimu di rumah sakit, menjagamu dikala kau tak mampu lagi untuk bergerak.

Bapak, ibu, tolong jagalah baik-baik dan berikanlah kasih sayang pada anakmu.

Baca Juga : Bahagiakan Kedua Orang Tua Anda Sebelum Terlambat Dengan Cara Ini


Penutup


Demikianlah artikel tentang 13 permintaan anak dari hati terdalamnya yang mungkin tak sempat untuk diungkapakan.

Semoga apa yang saya posting ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda selaku pembaca. Terima kasih dan jangan lupa untuk berkunjung lagi ke hidupcu.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar