Skip to main content

Fakta Tentang "The Cobra Effect" Atau Efek Kobra Dalam Kehidupan Sehari-hari

Fakta Tentang The Cobra Effect Dalam Kehidupan Sehari-hari

The cobra effect! Mendengar kalimat tersebut, tentu masih banyak kalangan yang tidak familiar dengan salah satu istilah kalimat ini.

Bahkan ada yang tidak mengetahuinya sama sekali. Dan tentu ada juga diantara banyak kalangan yang hanya sekedar mentranslitenya ke dalam bahasanya masing-masing. Jika kita menranslate atau menerjemahkannya tentu akan diperoleh sebuah pengertian berupa “Efek Ular Kobra”.


Apa Itu "The Cobra Effect"?


Nah! Bagi yang tidak mengetahui banyak tentu hanya menganggapnya sebagai hal yang bersangkutan dengar ular kobra itu sendiri. Bagi kita yang sudah mengetahui sih...ya, pasti gak bakalan salah tafsiran lagi. Berbeda dengan orang yang belum mengetahui atau tidak mengetahui sama sekali.

Dengan demikian pasti akan muncul pertanyaan dibenak mereka yang penasaran. Kalau bukan sebuah terjemahan, lalu apa maksud dari The Cobra Effect tersebut jika memang kemunculannya disini sebagai pribahasa?

Dalam pembahasan ini tentu kita akan mengupas lebih dalam mengenai apa sebenarnya maksud dari The Cobra Effect itu!

Baca Juga : Percaya Atau Tidak, 10 Gambar Ini Berbicara Lebih Keras dan Punya Makna Mendalam


Sejarah Istilah  "The Cobra Effect"


Dahulu pernah ada satu masa dimana banyak peristiwa penduduk yang mati dikarenakan oleh gigitan ular kobra. Terjadi pada masa penjajahan Inggris di India.

Peristiwa ini membawa keresahan masyarakat setempat. Pemerintah pun mengeluarkan sebuah kebijakan. Dengan apresiasi berupa pemberian hadiah kepada warga yang berhasil menangkap ular kobra.

Namun kebijakan ini justru dijadikan sebagai peluang dan kesempatan emas oleh warga untuk beternak ular kobra dari pada harus menangkap yang liar.

Tak berangsur lama dikarenakan semakin membludaknya jumlah ular dan mengetahui bahwa banyak warga yang menjadikannya sebagai ladang ternak maka pemerintah pun menghapuskan kebijakan ini.

Lebih lanjutnya lagi kita menyusuri sebuah anekdot yang pernah ada sebelumnya. Kebajikan ini terjadi di Vietnam, dikenal dengan istilah the rodent effect atau efek tikus (Michael G. Vann, 1992).

Berawal dari sebuah percobaan pemberantasan tikus yang dikenal dengan the Great Hanoi Rat Massacre. 

Gubernur Jenderal Pemerintahan kolonial Perancis di Hanoi, Paul Domer, di tahun 1902. Akan mencoba mengatasi permasalahan hama tikus yang dianggap sebagai sumber kuman penyakit.

Lalu ia menugaskan kelompok pemburu tikus untuk membasmi, namun cara ini tidaklah berhasil jumlah tikus malahan semakin bertambah banyak. Tawaran solusi selanjutnya, pemerintah kolonial mengumumkan ke publik bayaran 1 sen 1 ekor tikus.

Dengan adanya kompensasi ini, rakyat yang cerdik tentu melihat sebuah peluang dari kebijakan ini.

Karena tak mau mengurusi bangkai tikus yang jumlahnya ribuan, jadi bukti cukup dengan membawa ekornya saja, tentu rakyat hanya memotong ekornya saja lalu membiarkannya hidup bebas. Dan ada juga yang menernak tikus lalu memotong ekornya untuk disetor.

Tak berlangsung lama, pemerintah pun dibuat bingung. Karena banyaknya jumlah ekor tikus yang dibayar, namun jumlah tikus tak kunjung berkurang.

Selain itu mereka juga mendapati banyak tikus yang berkeliaran tanpa ekor. Tentu mendapati kejadian seperti itu, pemerintah merasa gagal menerapkan kebijakan tersebut. Dengan kata lain, kebijakan pun dicabut.

Baca Juga : Bagaimana sih Asal-Usul Terbentuknya Lambang Cinta? Kok Pake Lambang Hati


The Cobra Effect Dalam Kehidupan Sehari-hari


Adanya kisah diatas menimbulkan sebuah pertanyaan apakah setiap kebijakan yang ditujukan sebagai solusi dalam hal mengatasi sebuah permasalahan akan mencapai hasil yang diharapkan?

Tentu jawabannya tidak! kebijakan yang ada justru memperburuk situasi yang semula ada, bukan sifatnya memperbaiki atau mengurangi permasalahan, tetapi malah memperparah keadaan.

Fenomena kebijakan yang salah disebut sebagai The Cobra Effect. The Cobra Effect  banyak dijumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, baik itu di bidang pekerjaan, tempat kerja, keuangan dan masih banyak lagi.

Dalam hal ini pembuat kebijakan sangat perlu menyadari bahwa setiap langkah yang diambil memiliki jebakan tersembunyi, sehingga mengakibatkan sebuah solusi tidak menjadi efektif. Tentu menjadi sebuah kesadaran bahwa setiap strategi mengandung kelemahan yang mesti disadari.

Baca Juga : Gara-Gara Posting Gambar Ka’bah Dibilang Sesat? Simak Ulasannya Berikut Ini


Contoh "The Cobra Effect" di Indonesia


Dinegara kita sendiri, kasus ular kobra yang demikian kenyataannya tidaklah begitu banyak terlihat. Contoh diatas akan selalu ada. Sudah menjadi sifat yang manusiawi bahwa setiap kebijakan yang ada akan dicari titik lemahnya untuk kemudian dieksploitasi.

Untuk itu, setiap perumusan kebijakan, yang ditujukan menjadi sebuah solusi dari adanya permasalahan kritis. Haruslah dikaji secara mendalam yang melibatkan pihak-pihak bersangkutan.

Setiap kebajikan tidak boleh bersifat kaku. Kebijakan yang ada lebih baik jika menyediakan ruang umpan balik yang efektif.

Menjadi sebuah pembelajaran dari fenomena efek kobra atau The Cobra Effect bahwa sesuatu yang awalnya diyakini menjadi solusi, malahan berubah menjadi sumber munculnya kasus baru.

Baca Juga : 17 Pemimpin Terbodoh di Dunia


Penutup

Itulah sedikit penjelasan tentang efek kobra atau yang lebih dikenal dengan "The Cobra Effect". Semoga pembahasan tentang efek kobra ini bisa jadi tambahan pengetahuan untuk kamu. Terima kasih dan salam hidupcu.

Baca Juga : Inilah Visualisasi Dimensi Keempat

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar