Skip to main content

10 Referensi Pertanyaan Wawancara Psikologi dan Jawabannya, Penting Dicermati!

Pertanyaan Wawancara Psikologi dan Jawabannya

Setiap calon karyawan atau pencari kerja tentu akan menghadapi wawancara. Biasanya wawancara kerja akan dilakukan oleh pihak HRD dari perusahaan perekrut. Pertanyaan yang dilontarkan oleh pewawancara cukup sulit untuk diprediksi. Tidak heran jika banyak pencari kerja yang mencari tahu apa saja pertanyaan wawancara psikologi dan jawabannya.

Pentingnya pengetahuan terkait pertanyaan serta jawaban seperti apa yang akan dilontarkan oleh pewawancara kerja, tentu dapat menentukan kesuksesan wawancara Anda nantinya.

Untuk memberikan sedikit gambaran sekaligus pencerahan bagi Anda, maka berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan seputar wawancara psikologi beserta dengan jawabannya.

Sepuluh Referensi Pertanyaan Wawancara Psikologi dan Jawabannya Penting Dicermati


# 1. Coba jelaskan seperti apa diri Anda ?

Ini adalah pertanyaan paling sering diutarakan oleh pewawancara kerja. Sebagai seorang calon karyawan, Anda harus menjelaskan data diri Anda secara jelas kepada pewawancara.

Biasanya pertanyaan tersebut akan memancing pertanyaan lainnya. Usahakan Anda menjawab pertanyaan tanpa memancing pertanyaan berikutnya yang lebih sulit.

Anda hanya perlu menjawab pertanyaan seperlunya saja. Misalnya, nama saya adalah Sujarwo Duta. Saya alumni sistem informatika dari BSI Margonda.

Saat ini saya masih bekerja sebagai petugas fasilitator di BPJS Kesehatan di Cileungsi, Bogor. Saya bekerja di kantor tersebut sejak bulan Desember tahun 2018.

# 2. Anda memiliki berapa bersaudara Anda dan ceritakan tentang mereka?

Pertanyaan semacam ini juga kerap ditanyakan oleh pewawancara kerja. Jika Anda mendapatkan pertanyaan seperti ini, maka usahakan menjawab pertanyaan tersebut dengan santai dan jangan sampai memancing pertanyaan lainnya.

Misalnya, saya anak sulung dan memiliki satu saudara. Adik saya masih kuliah.

#3. Apa rencana Anda 3 hingga 4 tahun ke depan?

Ini merupakan pertanyaan yang kerap ditanyakan oleh pewawancara. Jangan menjawab dengan bertele-tele. Anda bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan tenang misalnya seperti ini.

Dalam dua tahun pertama, saya ingin terbebas dari permasalahan finansial dan membantu biaya kuliah adik saya. Dua tahun berikutnya, saya ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

#4. Apakah Anda memiliki keahlian atau keterampilan lain selain jurusan kuliah yang diambil?

Jika mendapatkan pertanyaan seperti ini, maka Anda wajib menjawab keterampilan yang dimiliki sesuai dengan posisi pekerjaan yang sedang dilamar. Misalnya, Anda ingin melamar sebagai editor fiksi. Anda dapat menjawab pertanyaan tersebut sebagai berikut. Ya, saya memiliki keterampilan lain di samping keterampilan saya di bidang sastra.

Saya dapat mengoperasikan komputer khususnya Microsoft Office seperti Microsoft Word, Excel dan PowerPoint.

Saya juga memahami cara mengoperasikan aplikasi desain grafis seperti Corel Draw dan Photoshop.

Selain kuliah di bidang sastra, saya juga bergabung dalam komunitas bahasa asing dan mempelajari sejumlah bahasa asing seperti Spanyol, Jerman dan Jepang.

Baca Juga :


#5. Menurut Anda seperti apakah sifat profesional itu?

Ini termasuk kategori pertanyaan yang menjebak. Jika mendapatkan pertanyaan semacam ini, Anda mesti memberikan jawaban sebijaksana mungkin.

Misalnya, profesional berarti saya mampu menempatkan berbagai tanggung jawab yang telah diberikan. Selain itu, saya mampu  memilih mana kepentingan individu dan mana kepentingan perusahaan.

#6. Bagaimana cara memaknai hidup bagi Anda?

Pertanyaan ini memiliki jawaban yang begitu luas jika hanya dilihat secara sekilas. Namun, bila dicermati lebih lanjut maka Anda bisa memberikan jawaban yang cukup efektif.

Misalnya, bagi saya hidup bukan hanya sekadar hidup saya. Ada sesuatu yang mesti saya dapatkan dan itu tugas yang mesti saya kerjakan.


#7. Menurut Anda seperti apa makna pekerjaan?

Pertanyaan psikologi semacam ini juga memiliki pilihan jawaban yang begitu luas. Akan tetapi, Anda mesti paham bahwa jawaban yang akan diberikan harus selaras dengan dunia kerja dan menggambarkan keseriusan Anda dalam melamar pekerjaan.

Misalnya, saya mengartikan pekerjaan tidak hanya sekadar untuk mencukupi kebutuhan finansial saja.

Akan tetapi, pekerjaan bagi saya bermakna sebagai tempat saya dapat berkarya sebanyak-banyaknya dan ikut berkontribusi sebaik yang saya bisa.

Bagi saya bukan hanya uang yang mampu menjadi penghargaan terbesar dalam dunia pekerjaan melainkan juga sambutan dan jalinan komunikasi yang baik dari karyawan lainnya.

#8. Sebutkan apa saja kelebihan dan kelemahan yang ada pada diri Anda? 

Ini pertanyaan yang tidak kalah sering diajukan oleh pewawancara dan juga membingungkan. Anda harus bisa menjawab kelebihan dan kelemahan yang ada dalam diri Anda secara lengkap termasuk bagaimana cara Anda mengatasinya.

Setidaknya Anda harus memiliki 2 kekurangan serta kelebihan. Misalnya, saya adalah seseorang yang perfeksionis dalam urusan pekerjaan.

Akan tetapi, saya sudah mempelajari bagaimana cara mengendalikan sifat perfeksionis ini agar menjadi mahir dalam memenuhi kebutuhan deadline sekaligus memastikan bahwa pekerjaan saya telah diselesaikan dengan benar dan akurat. Selain itu, kekurangan diri saya lainnya adalah lemah terhadap angka.

Untuk itu, belakangan ini saya mempelajari banyak hal tentang angka dan merasa bahwa angka sangat membantu pekerjaan.

Kemudian, kelebihan saya adalah mempunyai etos kerja tinggi. Seperti halnya ketika saya harus mengerjakan suatu proyek. Saya usahakan selalu selesai sebelum deadline.

Saya juga mempunyai keterampilan menulis yang baik. Selain bekerja sebagai fasilitator, saya juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai penulis artikel lepas.

Saya sering mendapatkan orderan artikel tentang pemasaran produk sampai rewrite artikel lainnya. Belum genap setahun saya bekerja sebagai penulis lepas, saya mendapatkan bonus bayaran dari pekerjaan tersebut.

#9. Bagaimana interaksi Anda dengan rekan kerja di kantor saat ini?

Melalui pertanyaan ini, biasanya pewawancara akan menilai bagaimana cara Anda bersikap dengan rekan sekantor maupun rekan setim.

Apabila mendapatkan pertanyaan seperti ini, Anda bisa menjawab dengan jawaban berikut. Sebagai seorang petugas fasilitator, saya senantiasa menjalin hubungan baik dengan rekan kerja saya.

Saya memiliki jalinan interaksi yang cukup baik dengan rekan di tempat kerja. Bagi saya menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja adalah hal wajib. Hal ini tentu demi menunjang penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga :

#10. Bagaimana pendapat Anda mengenai konteks bekerja dengan tekanan?

Anda harus hati-hati dengan pertanyaan sejenis ini. Bisa jadi pertanyaan ini justru menjadi kunci penerimaan Anda di perusahaan tersebut. Untuk itu, Anda harus cermat dalam menjawab pertanyaan semacam ini.

Misalnya, tentu saya akan siap sedia untuk bekerja di bawah tekanan. Bagi saya setiap pekerjaan tentu mempunyai tekanannya sendiri.

Selama saya bekerja, saya mampu mengatasi segala tekanan yang ada. Menurut saya, tekanan dapat membuat diri saya meng-upgrade kemampuan serta kinerja terbaik yang dapat dilakukan. Ini penting demi tetap dapat bersaing secara sehat dalam dunia kerja yang saya lakoni.


Penutup

Sepuluh macam contoh pertanyaan wawancara psikologi dan jawabannya tersebut dapat Anda pelajari sebelum melakukan interview. Kiranya contoh-contoh tersebut dapat membantu untuk menyukseskan tahapan penerimaan diri Anda sebagai karyawan baru di kantor yang dimau.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar