9 Cara HRD Mencari Kebohongan Pelamar Kerja - Hidupcu.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

9 Cara HRD Mencari Kebohongan Pelamar Kerja

Cara HRD Mencari Kebohongan Pelamar Kerja

Mengetahui cara HRD mencari kebohongan pelamar kerja tentu menjadi penunjang tersendiri untuk memperbesar peluangmu diterima kerja.

Hal ini karena kamu sudah tahu dahulu dan bisa lebih mengantisipasi jangan sampai apa yang kamu katakan dianggap sebagai kebohongan meskipun itu benar.

Apalagi menurut survei yang dilakukan suatu lembaga menyatakan bahwa untuk membuat dirinya diterima kerja, 38% pelamar suka melebih-lebihkan tanggung jawab pekerjaannya. Sedangkan 18% lainnya berbohong tentang kemampuan dan kebiasaannya.

Selain itu, kebohongan lain yang biasa dilontarkan pelamar kerja adalah tentang tanggal masuk dan keluar dari perusahaan sebelumnya, jenjang pendidikan, dan jabatan kerja.

Apabila berada di posisi HRD, tentunya kamu tak ingin bukan dicap bos bahwa tidak becus menyeleksi karyawan berkualitas.

Penasaran bagaimana saja cara HRD mencari kebohongan pelamar kerja? Silahkan baca sampai akhir yah penjelasan berikut ini


Cara HRD Mencari Kebohongan Pelamar Kerja

  1. Pengecekan Informasi Standar Pelamar di CV
  2. Ketika menjalani interview, pastinya kamu akan diminta membawa CV dan beberapa berkas pendukung lainnya.

    Nah, dari dokumen tersebutlah HRD bisa tahu informasi pribadi meliputi alamat, nomor telepon, dan pengalaman kerjamu di perusahaan sebelumnya.

    HRD juga mungkin akan menanyakan apakah kamu bisa bersosialisasi di tempat kerjamu sebelumnya dengan baik atau tidak.


  3. Memeriksa Rentang Waktu Pendidikan dan Pengalaman Kerja
  4. Rentang waktu pendidikan dan pengalaman kerja merupakan faktor penting yang jadi parameter apakah si pelamar melampirkan informasi palsu atau tidak.

    Misalkan kamu menuliskan rentang waktu 1 tahun selama bekerja di perusahaan sebelumnya. Tetapi saat disuruh mendeskripsikan rincian pekerjaan dan targetmu, eh kamu tidak bisa dan menjawabnya secara gelagapan.

    Itu akan sangat memancing kecurigaan pihak HRD dan meragukan keaslian pengalaman kerjamu di perusahaan sebelumnya.


  5. Mengecek Melalui Sosial Media
  6. Perlu kamu tahu bahwa melalui media sosial, HRD bisa tahu seperti apa karakteristik dan pribadimu berdasarkan postingan yang kamu kirim.

    HRD akan mencari tahu apakah kamu termasuk pribadi yang sering memposting hal-hal baik, tidak penting, atau apakah kamu tipe orang narsis.

    Umumnya media sosial yang akan dicek seperti Instagram, Twitter, dan LinkedIn. HRD akan mencocokkan informasi yang ada di CV dengan profil media sosialmu.

    Meskipun sepele, ternyata cara ini cukup ampuh untuk membantu HRD dalam mendeteksi kebohongan pelamar kerja.

    Jadi sebisa mungkin hindari membangun citra buruk di media sosial agar peluangmu diterima kerja bisa lebih besar.


  7. Mengamati Perilaku Pelamar Kerja
  8. Sebelum langsung ke pertanyaan inti, biasanya HRD akan mengajakmu berbicara santai dengan menanyakan kabar kondisi jalan saat menuju interview, dan berita apa yang kamu perhatikan.

    Percaya atau tidak, dari obrolan ini HRD bisa tahu bagaimana karakteristikmu secara personal. Jadi sebisa mungkin jawablah sesuai kondisi dengan sikap tenang dan percaya diri.


  9. Bahasa Tubuh Pelamar Kerja
  10. Seorang HRD senior akan sangat mudah menentukan pelamar kerja sedang berbohong atau tidak dari bahasa tubuhnya.

    Pelamar yang biasanya berbohong aka cenderung gelisah, berbicara cepat, dan menyembunyikan tangannya. Gerak gerik semacam inilah yang akan menarik kecurigaan HRD.


  11. Tes Kemampuan/Kompetensi
  12. Saat proses interview berlangsung, biasanya HRD akan melakukan tes kemampuan atau skill yang kamu miliki.

    Tes ini sifatnya objektif karena akan menunjukkan tingkatan kemampuanmu secara langsung. Apabila nilainya bagus berarti kamu benar-benar jujur saat interview, begitu pula sebaliknya.

    Misalkan posisi yang kamu lamar adalah desain grafis, pihak HR mungkin akan memintamu membuat desain sederhana yang bisa dinilai langsung layak tidaknya.


  13. Mendengarkan Penjelasanmu
  14. Ketika memerika CV dan melihatmu mempresentasikan diri, pihak HRD mungkin akan menemukan kejanggalan dan memintamu untuk menjelaskan poin yang mereka kurang paham.

    Pada sesi ini, jelaskanlah secara detail apa adanya menurut pengetahuan dan pengalamanmu. Sebab jika kamu melebih-lebihkan atau berbohong, pihak HRD akan memblacklistmu.


  15. Mengorek Informasi Langsung ke Perusahaan Bersangkutan
  16. Perusahaan yang saling bersaing belum tentu memiliki relasi yang buruk hingga tidak berhubungan sama sekali loh.

    Jika ada pelamar kerja yang berasal dari perusahaan saingan, tidak menutup kemungkinan HRD akan menghubungi perusahaan tersebut untuk mengungkap kebohongan yang mungkin kamu lakukan.

    Pihak HRD mungkin akan menanyakan apakah kamu bener pernah bekerja disana dan seperti apa kinerjamu.


  17. Melalui Naluri
  18. Setelah melakukan segala tindakan termasuk mendengar penjelasan, maka hal terakhir yang diandalkan HRD adalah naluri atau intuisinya. Ia akan menganalisis apakah pernyataan yang kamu utarakan itu logis atau tidak.

    Perlu diingat bahwa seorang HRD senior dan berpengalaman dalam menghadapi banyak kandidat tentunya memiliki naluri yang tajam.

    Maka dari itu, hindarilah berbohong pada saat interview jika memang serius ingin bekerja di perusahaan yang kamu lamar tersebut.


Penutup

Seperti itulah macam-macam cara HRD mencari kebohongan pelamar kerja. Semoga bisa jadi tips interview kerja yang ampuh untuk kamu yang sedang atau berencana melamar pekerjaan.

Baca Juga: