Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

13 Profil Wirausahawan Sukses di Bidang Kuliner Indonesia

Profil Wirausahawan Sukses Di Bidang Kuliner

Siapa sih yang tak ingin tahu profil wirausahawan sukses di bidang kuliner yang namanya terkenal bahkan sampai ke mancanegara.

Yah, kisah sukses pengusaha kuliner dari nol ini mungkin akan sangat menginspirasimu untuk berani mengambil langkah awal dalam memulai usaha.

Dalam hal ini yang dibahas tak hanya seputar kisah sukses pengusaha makanan ringan, tetapi juga biografi pengusaha makanan khas daerah serta inspirasi wirausaha kuliner Indonesia.

Nah, siapa sajakah yang termasuk pengusaha sukses kuliner di Indonesia? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.


Profil Wirausahawan Sukses di Bidang Kuliner

  1. Biografi Rangga Umara, Pecel Lele Lela
  2. Biografi Rangga Umara, Pecel Lele Lela

    Bagi kamu yang tinggal di area Jabodetabek tentunya sudah sangat familiar dengan kuliner Pecel Lele Lela.

    Nah, yang akan dibahas pertama adalah profil wirausahawan sukses di bidang kuliner Rangga Umara.

    Usaha Pecel Lele Lela awalnya didirikan oleh Rangga Umara (31) setelah ia di PHK dari perusahaan tempat kerjanya pada tahun 2006 silam.

    Rangga tak pernah bermimpi untuk bisa jadi wirausahawan sukses dibidang kuliner. Ia hanya mengawali kariernya karena desakan ingin membayar biaya sewa rumah bersama istrinya.

    Namun siapa sangka, kini Lele Lela sudah jadi salah satu primadona bagi masyarakat yang gemar wisata kuliner.

    Sama seperti masalah yang dialami pengusaha lain pada umumnya, perjalanan usaha Rangga tak selamanya mulus.

    Terlebih lagi ia hanya memiliki sedikit modal dari penjualan aset yang dimiliki. Belum lagi kebanyakan orang lebih memilih olahan ayam daripada lele.

    Masalah lainnya adalah ketika pemilik warung menaikkan harga sewa jadi 2 juta per bulan.

    Akibatnya Rangga dibuat kewalahan mengatur keuangan karena harus membayar 3 karyawannya dan hutang ke rentenir sebesar 5 juta rupiah.

    Awalnya Rangga juga membuka rumah makan seafood, tetapi karena sepi pembeli ia akhirnya menutup usaha tersebut lalu beralih ke jenis makanan lain.

    Alasan mengapa ia memutuskan untuk membuka usaha pecel lele adalah karena itu adalah menu favorit Rangga ketika masih duduk di bangku kuliah. Apalagi lele itu mudah didapat dan harganya terjangkau.

    Dengan kreativitasnya, ia mulai berinovasi dengan membuat beberapa menu pecel lele yang tak biasa dan memancing rasa penasaran masyarakat.

    Hasilnya, ia kini masuk ke dalam deretan pengusaha sukses kuliner di Indonesia dan telah memiliki 50 gerai Pecel Lela yang tersebar di seluruh nusantara.

    Bahkan tak tanggung-tanggung ia juga membuka cabang sampai ke Malaysia dan Singapura.

    Omzet yang didapatkan dari penjualannya per bulan adalah sebesar 1,8 miliar rupiah.


  3. Eugenie Patricia Agus dan Adrian Christopher Agus, Owner Puyo Dessert
  4. Eugenie Patricia Agus

    Profil wirausahawan sukses di bidang kuliner yang kita bahas selanjutnya adalah kakak beradik yang masuk dalam daftar Forbes Under 30 Asia.

    Siapa lagi kalau bukan Eugenie Patricia Agus dan Adrian Christopher Agus yang merupakan pendiri Puyo Dessert.

    Bagi kamu yang belum tahu, jadi Puyo itu adalah sejenis camilan puding yang sangat lembut dan manis. Tak jarang orang bisa dengan mudah jatuh cinta saat pertama kali mencobanya.

    Ide bisnis ini muncul saat kedua kakak beradik tersebut melihat puding buatan ayahnya yang sangat lembut.

    Saat pertama kali memulai usaha, keduanya masih berusia sangat muda. Puyo mulai dikenalkan kepada masyarakat melalui bazar dan media sosial.

    Dengan terus menciptakan inovasi dalam hal rasa, warna, dan bentuk tiap hari membuat setiap orang selalu ingin mencobanya.

    Baru pada tahun 2013 lalu, Puyo Dessert baru berhasil mendirikan outlet pertamanya di Mal Living World Alam Sutera, Tangerang.

    Sampai saat artikel ini dibuat Puyo Dessert sudah semakin berkembang pesan dengan lebih dari 43 outlet yang tersebar di Bandung, Karawang, dan Jabodetabek.


  5. Santoni, Owner Restoran Bumbu Desa
  6. Santoni, Owner Restoran Bumbu Desa

    Jika berbicara tentang biografi pengusaha restoran sukses di indonesia, seorang Santoni owner Bumbu Desa tentu masuk di dalamnya.

    Beberapa diantara kamu mungkin sudah pernah datang ke restoran Bumbu Desa. Yah, suatu tempat makan yang banyak dekorasi warna cokelatnya di kota-kota besar.

    Biasanya bisa ditemukan di pinggir jalan atau mall.

    Ciri khusus dari restoran ini adalah menu-menu yang disajikan khas tanah Sunda di Jawa Barat dengan kualitas bintang lima yang luar biasa.

    Santoni, pemilik restoran Bumbu Desa mengaku menghabiskan uang sebesar 8 juta sebagai modal untuk memulai usahanya di tahun 2004.

    Namun kini restoran tersebut sudah memiliki lebih dari 50 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan omzet miliaran rupiah per bulannya.

    Bahkan, cabangnya sudah merambah ke negara lain seperti Singapura dan Malaysia.

    Rencananya Santoni juga akan membuka cabang di beberapa kota di Amerika, meliputi Vancouver, Seattle, dan hingga ke Kanada.

    Jadi sangat layaklah jika Santoni kita bahas dalam profil wirausahawan sukses di bidang kuliner.


  7. Sukyatno Nugroho, Pemilik Es Teler 77
  8. Sukyatno Nugroho, Pemilik Es Teler 77

    Satu lagi profil wirausahawan sukses di bidang kuliner Indonesia yaitu Sukyatno Nugroho dengan bisnis restorannya Es Teler 77.

    Dengan mengandalkan kemampuan memasak ibu mertuanya, yaitu Ibu Muniarti (pemenang lomba meracik es teler tahun 1982).

    Sukyatno kini telah sukses mendirikan restoran yang menjual berbagai makanan tradisional khas Indonesia dan terus berkembang pesat. Ia dibantu oleh dua orang mertua dan istrinya.

    Meskipun awalnya hanya warung makan biasa, kini Es Teler 77 sudah berhasil masuk ke mall besar dengan gerai yang tersebar di seluruh nusantara.

    Bahkan ada cabang yang berada di negara lain seperti Malaysia, Singapura, Australia, dan India.


  9. Victor Giovan Raihan, Teh Kempot
  10. Victor Giovan Raihan, Teh Kempot

    Bagi kamu para penggemar teh, tentu sudah tak asing lagi dengan Teh Kempot milik Victor Giovan Raihan.

    Bisnis tersebut didirikan Victor sejak ia masih berada di bangku SMA.

    Saat itu ia hanya memberanikan dirinya membuka usaha hanya dengan bermodalkan bahan dasar teh dan campuran lain seperti susu, yoghurt, cincau, buah, serta daun asam muda.

    Tak hanya lezat, Teh Kempot juga menyehatkan karena terbuat dari bahan-bahan alami.

    Saat ini victor sudah beromzet sampai puluhan juta per bulan dengan jumlah cabang mencapai lebih dari 30 outlet yang sebagian besar dipegang mitranya.


  11. Reza Murhaliman, Owner Keripik Maicih
  12. Reza Murhaliman, Owner Keripik Maicih

    Setelah lulus SMA awalnya Reza hanya bekerja serabutan biasa. Sama sekali tak ada mimpi untuk masuk dalam profil wirausahawan sukses di bidang kuliner.

    Namun karena tekad belajar yang kuat, Reza memutuskan untuk lanjut kuliah di Universitas Maranatha Bandung dengan memasuki jurusan Manajemen.

    Kala itu, ia sedang mengembangkan bisnis keripik pedasnya di Bandung. Kamu tentu mengenal brand keripik pedas Maicih bukan?

    Yah, produk yang dengan berbagai level pedas ini sangat digemari oleh para generasi milenial ini adalah milik Reza.

    Adapun untuk resepnya ia dapatkan dari si nenek lalu memberikan inovasi dengan membaginya dalam beberapa level pedas.

    Awalnya Reza hanya menawarkan keripiknya melalui cuitan di Twitter, tetapi kini ia sudah sanggup meraih omzet miliaran rupiah per tahunnya.


  13. Martalinda Basuki, Owner Cokelat Klasik
  14. Martalinda Basuki, Owner Cokelat Klasik

    Cerita tentang Martalinda Basuki layak disebut sebagai kisah pengusaha wanita sukses dari nol yang mulai sejak di bangku kuliah.

    Bayangkan saja, demi membuka cafe kekinian dengan nama Cokelat Klasik, Martalinda rela menjual sepeda motor dan laptopnya sebagai modal awal.

    Bukan itu saja, wanita kelahiran 13 Maret 1991 ini juga bahkan memberanikan dirinya untuk mencari pinjaman demi kelancaran bisnisnya.

    Berawal dari buka cafe di kawasan kampung Inggris, kini wanita yang kerap disapa Lala ini telah memiliki lebih dari 270 outlet dan menjadi bos dari ratusan pekerja.

    Cocok rasanya jika ia dimasukkan dalam jajaran profil wirausahawan sukses di bidang kuliner.


  15. Charina Prinandita, Owner Eatlah
  16. Charina Prinandita, Owner Eatlah

    Profil wirausahawan sukses di bidang kuliner yang akan kita bahas adalah Charina Prinandita, seorang pendiri brand Eatlah bersama dengan rekan-rekannya pada tahun 2016.

    Jadi Eatlah adalah semacam makanan cepat saji yang terdiri atas nasi, telur mata sapi, dan ayam goreng renyah yang dibalur dengan bumbu telur asin.

    Selain itu, kemasan yang digunakan juga adalah box bebas plastik yang tentunya ramah lingkungan.

    Charina dan temannya mengaku bahwa ide membangun bisnis Eatlah berawal dari menu makanan yang biasa mereka makan sewaktu kuliah di Singapura.

    Saat ini Eatlah telah memiliki 18 cabang di seluruh Indonesia dan beberapa cabang lain di Chickago, New Fork, San Franchicko, dan Tokyolk.


  17. Rizka Wahyu Romadhona, Lapis Bogor Sangkuriang
  18. Rizka Wahyu Romadhona, Lapis Bogor Sangkuriang

    Pengusaha kuliner sukses berikutnya adalah pendiri Lapis Bogor Sangkuriang, Rizka Wahyu Romadhona.

    Sebelum jadi pengusaha, Rizka awalnya adalah karyawan dari salah satu perusahaan telekomunikasi terkenal di Indonesia.

    Tetapi karena merasa tidak cocok dengan pekerjaannya, ia memilih untuk keluar dan fokus membangun bisnis.

    Pertama-tama ia membangun bisnis bakso, namun karena mandek ia beralih ke jenis kuliner lain yang bahan dasarnya talas.

    Meskipun dengan menggunakan modal yang kecil, Rizka optimis untuk membangun bisnisnya meskipun hanya dari rumahan saja.

    Berkat usaha kerasnya dan support dari sang suami, Lapis Bogos Sangkuriang kini berkembang pesat dan membuka cabang hampir di berbagai kota besar di Indonesia.

    Umumnya Lapis Bogor Sangkuriang ini sering dijadikan oleh-oleh atau buah tangan jika berkunjung ke Bogor.


  19. Famela Nurul Islami, Owner Lidi Geli
  20. Famela Nurul Islami, Owner Lidi Geli

    Famela pertama kali dapat ide untuk membuka usaha mi lidi saat usianya masih 19 tahun. Tepatnya ketika ia masih kuliah di Universitas Padjajaran jurusan manajemen.

    Ia mulai berbisnis ketika usianya 21 tahun dengam modal hanya 1 juta rupiah untuk membuat merek dagangnya, yakni Lidi Geli.

    Sebenarnya nama awal produknya adalah Lidi Geulis, tetapi karena nama tersebut terlalu identik dengan Sunda maka namanya pun diubah jadi Lidi Geli.

    Maksud dari Geli disini adalah sem ua yang memakannya akan merasakan kebahagiaan atau tertawa.

    Mi Lidi Geli sendiri terdiri atas 7 varian rasa yang meliputi spicy, keju, double spicy, barbeque, original, seaweed, dan sweet corn.

    Untuk masalah pemasaran, Famela mengandalkan sistem reseller dengan mematok harga 11 sampai 15 ribu per bungkus. Selain itu, produknya juga dipasarkan melalui bazar dan sosial media.

    Dengan penjualan produk Lidi Geli yang mencapai 8 ribu bungkus per bulan, Famela bisa meraih omzet sampai 120 juta per bulan.

    Wow, fantastis sekali bukan profil wirausahawan sukses di bidang kuliner satu ini.


  21. Agus Pramono, Ayam Bakar Mas Nono
  22. Agus Pramono, Ayam Bakar Mas Nono

    Cerita sukses pengusaha kuliner berikutnya datang dari Agus Pramono dengan produknya Ayam Bakar Mas Nono.

    Sebelum berbisnis kuliner di tahun 2011, mas Nono perna bekerja sebagai sales, Office Boy, dan bahkan tukang gorengan.

    Tamparan yang keras dirasakan mas Nono saat bapaknya meninggal di desa dan tak bisa pulang karena masalah uang.

    Dari situ ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya lalu berjualan gorengan dengan keuntungan hanya 15 ribu per hari.

    Karena desakan kebutuhan dan biaya sewa lahan yang harus segera dibayar, mas Nono memilih menjual ayam bakar dengan asumsi bahwa keuntungan ayam bakar jauh lebih besar dari gorengan.

    Dengan bermodalkan uang 500 ribu Mas Nono mencoba peruntungannya sambil mendorong gerobak biru berkeliling ke lingkungan sekitar.

    Namun siapa sangka bahwa jalan kesuksesan mas Nono ada di bisnis ayam bakar.

    Awalnya ia hanya bisa menjual 5 ekor ayam per hari, tetapi seiring dengan berjalannya waktu kini meningkat jadi 80 ekor per hari.

    Ketika bisnisnya mulai sukses, warung mas Nono kena penggusuran oleh petugas.

    Karena ada 6 karyawan yang perlu dihidupi, mas Nono harus terus melanjutkan bisnisnya dengan jalan menyewa tempat baru di Tebet yang sayangnya tidak strategis.

    Masalah ini mendorong mas Nono untuk lebih gigih mempromosikan produknya demi menarik pelanggan.

    Tanpa butuh waktu lama, secara perlahan bisnis mas Nono akhirnya kembali seperti semula dan bahkan lebih besar lagi.

    Selama 16 tahun menjalani bisnis ayam bakar, kini mas Nono telah memiliki 20 cabang dengan total 400 karyawan.

    Beliau berhasil mengantongi omzet puluhan juta per hari dan memasarkan bisnis franchise-nya sebesar 500 juta.

    Sungguh tak main-main profil wirausahawan sukses di bidang kuliner satu ini.


  23. Hendy Setiono, Owner Kebab Turki Baba Rafi
  24. Hendy Setiono, Owner Kebab Turki Baba Rafi

    Saat pertama kali merintis bisnisnya di tahun 2013, Hendy pertama kali mendapatkan ide bisnis saat berkunjung ke Qatar untuk mengunjungi ayahnya yang bekerja di perusahaan minyak.

    Ketika sedang asyik makan kebab Turki, timbul pemikiran Hendy untuk menjualnya di pasar Indonesia.

    Hanya bermodalkan uang pinjaman dari adiknya sebesar 4 juta, pria kelahiran Surabaya 30 Maret 1983 ini mencoba peruntungannya.

    Alasan utama mengapa Hendy nekat membuka bisnis kuliner kebab adalah karena rasanya enak dan jumlah pesaing yang masih minim.

    Dengan mengusung trade mark “Kebab Turki Baba Rafi”, mantan mahasiswa jurusan Teknik Informatika ITS ini mulai menyusun strategi bisnisnya dan mencari rekan.

    Rekannya saat itu adalah Hasan Baraja, mereka terus berusaha bereksperimen agar bagaimana kebab tersebut bisa cocok di lidah Indonesia dan siap dipasarkan. Setidaknya butuh waktu sampai 3 bulan.

    Beberapa hal yang diubah yakni pengurangan aroma cengkeh dan lada yang kuat, serta pengecilan ukurannya karena porsi kebab yang dianggap terlalu besar.

    Meskipun Hendy pernah ditipu oleh karyawannya dengan membawa lari uang hasil penjualan, ia tak mau berhenti disitu dan berjuang untuk bangkit.

    Hanya dalam jangka waktu 4 tahun, usahanya sudah terbilang sukses. Kini sudah ada 1200 cabang yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan negara-negara Eropa.

    Rugi rasanya jika tak mengenal profil wirausahawan sukses di bidang kuliner ini.


  25. Velly Kristanti, Pemilik Burger Klenger
  26. Velly Kristanti, Pemilik Burger Klenger

    Selanjutnya kita akan membahas kisah sukses pengusaha roti Burger Klenger, yaitu Velly Kristanti. Saat ini usahanya bisa dengan mudah ditemukan di beberapa kota-kota besar.

    Awalnya usaha burger ini tercipta dari hobi Velly yang senang membuat makanan. Lalu ia memutar otak bagaimana menciptakan kuliner khas anak muda.

    Dari situlah awal mula tercetusnya Burger Klenger yang saat ini berkembang pesat hingga memiliki ratusan outlet di Indonesia.

    Sampai saat ini Velly Kristianti masih dikenal dalam profil wirausahawan sukses di bidang kuliner.


Penutup

Demikianlah profil wirausahawan sukses di bidang kerajinan. Dari sini kita bisa belajar bahwa ternyata menjadi pengusaha di bidang kuliner tak selamanya berjalan mulus. Akan selalu ada hambatan dan rintangan yang harus dihadapi.

Namun dengan tekad dan usaha yang keras untuk menjadi orang sukses, tentunya itu bukanlah masalah yang berarti. Salam sukses sahabatku!


Jangan Lewatkan:

Berlangganan via Email