Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Interview Kerja yang Baik Agar Kamu Cepat Diterima

Interview Kerja

Pada dasarnya, interview kerja adalah salah satu metode penting yang biasa digunakan perusahaan dalam menyeleksi calon karyawannya.

Melalui interview kerja, memungkinkan pihak perekrut untuk lebih mengenali potensi, kepribadian, dan kecocokan para pelamar dengan pekerjaan yang tersedia.

Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang pelamar, interview adalah suatu tahapan untuk melamar kerja yang sering membuat deg-degan dan stres bukan main.

Mengapa demikian? Karena tahapan ini adalah salah satu faktor penentu apakah seseorang berhasil diterima kerja atau tidak.

Beberapa pelamar nyatanya bingung bagaimana mempersiapkan dan menjalani interview nantinya.

Apalagi jika pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masih minim. Tentu akan sangat memusingkan.

Terutama yang fresh graduate, banyak yang bingung dan bertanya-tanya bagaimana cara menghadapi interview kerja bagi pemula agar cepat diterima.

Tak jarang banyak yang mencari informasi tentang pertanyaan interview kerja fresh graduate dan jawabannya.

Jika kamu termasuk orang yang sedang atau akan menjalani proses interview kerja nantinya, maka saya ucapkan selamat, kamu beruntung menemukan postingan ini.

Mengapa saya sebut beruntung? Karena postingan ini berisi panduan lengkap bagaimana mempersiapkan dan menghadapi wawancara kerja dengan baik.

Saya sangat yakin, saat semua isi panduan ini telah kamu terapkan, maka siap-siaplah untuk menerima tawaran kerja dari tempatmu melamar.

Berikut ini adalah tahapan materinya:


Persiapan Interview Kerja

Untuk memperbesar kemungkinanmu diterima saat akan melakukan interview, setidaknya kamu perlu mempersiapkan beberapa hal berikut ini.

1. Lakukan riset tentang perusahaan yang akan dilamar

Layaknya sebuah peperangan, terlebih dahulu kamu harus mengenali targetmu. Dalam hal ini, yaitu perusahaan tempatmu melamar kerja.

Pada beberapa skenario interview, pihak HRD (Human Resource Development) mungkin akan mencari tahu sebesar apa pemahamanmu terhadap perusahaan mereka.

Pemahaman yang baik tentu akan memberikan impresi positif dan membuat HRD semakin yakin untuk memilihmu.

Untuk memperoleh informasi terkait perusahaan, kamu bisa menggunakan 4 sumber berikut:
  • Browsing di search engine
  • Menjelajahi sosial media
  • Membuka situs resmi perusahaan tersebut
  • Bertanya ke orang yang sudah atau pernah bekerja di perusahaan tersebut
Carilah informasi sebanyak mungkin se-bisa yang kamu temukan. Sebab informasi itulah yang nanti akan sangat berguna untuk dijadikan bahan referensi dan senjata dalam menjawab pertanyaan interview.

Terutama untuk pertanyaan yang menanyakan mengapa kamu tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Bahkan informasi ini akan sangat berguna untuk dijadikan acuan saat kamu berada di sesi akhir dimana pihak HRD memberimu kesempatan untuk bertanya.

Berikut ini adalah poin-poin penting dari informasi perusahaan yang wajib kamu temukan.
  • Visi dan misi
  • Sejarah
  • Profil perusahaan
  • Konsep kerja perusahaan
  • Lingkungan perusahaan
  • Kegiatan apa yang sudah dan akan dilakukan perusahaan
  • Produk apa yang ditawarkan
  • Siapa saja pesaingnya
  • Apa keunggulan perusahaan tersebut dibanding pesaingnya
  • Solusi apa yang akan kamu tawarkan untuk membuat perusahaan tersebut semakin maju
  • Berapa rata-rata gaji yang diterima oleh orang yang biasa bekerja di posisi yang kamu incar

2. Deskripsi pekerjaan

Hal yang tak kalah pentingnya diperhatikan sebelum mulai melamar kerja adalah pengetahuan akan pekerjaan yang hendak dilamar.

Jadi setidaknya, sebelum melamar, pahami dulu deskripsi dari pekerjaan yang ingin kamu lamar.

Mulai dari posisi apa yang diincar, seperti apa jobdesc-nya, dan pertimbangkan juga apakah kamu punya pengalaman dan keterampilan dalam pekerjaan tersebut atau tidak.

Apabila kamu termasuk orang yang kurang berpengalaman dan terampil dalam bidang tersebut, pastikan kamu punya alasan yang bisa meyakinkan pihak perekrut untuk mau menerimamu.

3. Cari tahu siapa yang akan mewawancaraimu

Untuk poin satu ini sebenarnya bersifat opsional. Namun bila memungkinkan, tak ada salahnya mengetahui siapa yang akan mewawancaraimu nantinya.

Ini cukup berguna untuk meminimalisir rasa grogimu saat wawancara nanti. Cari tahulah siapa orangnya dan seperti apa karakter orang tersebut. Apakah ia tipe humoris atau selalu serius.

Dengan mengetahui seperti apa karakternya, setidaknya kamu bisa lebih mematangkan persiapan dan menghindari hal-hal yang kiranya tak disukai si perekrut.

4. Kenali potensimu

Potensi disini mengacu pada karakter, keterampilan, dan bakatmu. Jadi sebisa mungkin, kenalilah potensi apa yang benar-benar kamu miliki dan kuasai.

Sebab potensi inilah yang nantinya akan berperan sebagai senjata untuk meyakinkan perekrut bahwa kamulah orang yang pantas untuk pekerjaan tersebut.

Selain itu, pengetahuan akan potensi diri juga akan membuatmu semakin percaya diri saat wawancara kerja.

Misalnya kamu adalah orang yang hebat dalam hal desain, sementara pekerjaan yang butuh lowongan adalah spesialis dalam bidang desain, tentunya kamu akan lebih percaya diri karena memang potensimu di situ.

5. Buat catatan singkat tentang pengalaman dan keterampilan

Sebelum wawancara, tak ada salahnya menyiapkan catatan singkat tentang pengalaman dan keterampilan apa yang nantinya akan kamu ceritakan.

Baik itu berupa pengalaman organisasi, kepanitiaan, magang, atau keterampilan-keterampilan lain yang kamu miliki.

Dengan membuat catatan, nantinya itu bisa membantumu untuk berbicara lebih lancar saat diwawancarai.

Jadi kamu tak perlu lagi buang-buang waktu untuk berpikir saat wawancara, cukup berbicara sesuai konsep, teratur, dan meyakinkan.

6. Pelajari teori dasar dari pekerjaan yang ingin kamu lamar

Jika kamu termasuk orang yang sudah sangat menguasai bagian teknikal, maka saya anjurkan untuk mempelajari teori-teori dasar terkait kemampuan atau bidang tersebut.

Salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh para profesional adalah kurangnya pengetahuan tentang teori dasar dari pekerjaannya.

Karena sudah terlalu percaya diri mampu menjawab pertanyaan terkait pekerjaan dalam hal teknikal, eh pas ditanya tentang teori dasar justru tidak tahu. Kan ngenes juga jadinya.

Maka dari itu, untuk kamu yang hendak interview kerja, pastikan untuk mempelajari teori-teori dasar dari bidang pekerjaan yang ingin dilamar. Baik itu sejarah, istilah dasar, maupun yang sejenisnya.

7. Bersihkan media sosialmu

Sebelum hendak interview kerja, sangat dianjurkan untuk membersihkan media sosial. Pasalnya, pihak perekrut kadang memantau calon pelamar kerja dari sosial medianya.

Mereka akan memantau apakah si pelamar ini punya kejahatan, perilaku buruk, atau hal-hal negatif lainnya di sosial media.

Jadi sebisa mungkin, pastikan di media sosialmu tak ada konten-konten yang kiranya berpotensi merusak citra baikmu.

8. Persiapkan pakaian interview kerja

Salah satu hal yang wajib diperhatikan saat hendak interview kerja adalah gaya berpakaian.

Jika penampilanmu kelihatan rapi, bersih dan wangi, tentunya itu akan membuat pihak perekrut menilaimu sebagai pribadi yang baik dan profesional.

Logikanya begini, bila penampilanmu saja tak tertangani dengan baik, maka bagaimana mungkin kamu bisa menangani pekerjaan dengan baik pula.

Maka dari itu, pastikan kamu memberi kesan pertama yang baik pada pihak perekrut.

Terkait pakaian, kamu juga harus menyesuaikannya dengan tempat kerja maupun posisi yang akan dilamar.

Jika hendak melamar dan interview di PT/perusahaan yang bergerak dalam industri kreatif, tentunya kamu harus mengenakan pakaian yang sedikit kasual namun tetap rapi dan sopan.

Sedangkan jika kamu hendak interview di bank atau perusahaan yang berbudaya formal, maka kamu wajib mengenakan pakaian yang kelihatan formal, rapi, dan profesional.

Berikut ini adalah tips yang bisa kamu jadikan referensi dalam hal penampilan saat wawancara kerja.

Untuk pakaian bagian atas:
  • Terlihat formal, rapi, dan profesional
  • Boleh normal atau slim fit, selama postur atau bentuk badanmu sesuai
  • Bersih dan bebas dari noda apapun
  • Pastikan sudah disetrika dan tak ada sobekan
  • Gunakan warna-warna polos yang hangat dan hindari penggunaan warna terang
  • Gunakan pakaian dengan motif sedikit
  • Warna matching

Untuk pakaian bagian bawah:
  • Gunakan celana kain
  • Rapi secara umum
  • Boleh normal atau slim fit, selama postur badan mendukung
  • Bebas noda dan sudah disetrika
  • Hindari penggunaan rantai-rantai atau apapun yang berbunyi
  • Gunakan ikat pinggang kulit bagi pria
  • Untuk pria, gunakan sepatu pantofel yang telah disemir
  • Bila menggunakan rok, pastikan rok dan tinggimu sesuai

Tips tambahan dalam penampilan saat wawancara:
  • Hindari penggunaan perhiasan yang berlebihan
  • Bagi wanita yang menggunakan tas tangan, hindari warna mencolok
  • Gunakan make up sederhana agar kelihatan lebih segar
  • Gunakan parfum secukupnya
  • Untuk pria berjanggut, usahakan untuk merapikan janggut terlebih dahulu

Referensi di atas hanya gambaran secara umum saja. Jika kamu adalah seorang wanita muslimah, maka saya menganjurkanmu mencari tahu lebih lanjut tentang pakaian untuk interview kerja berjilbab.

9. Dokumen yang diperlukan

Sebelum memulai interview, pastikan kamu sudah menyiapkan semua dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Pasalnya, dokumen ini ibarat amunisi yang akan sangat kamu butuhkan saat hendak masuk ke medan perang.

Berikut ini adalah dokumen-dokumen yang biasanya wajib dipersiapkan sebelum interview kerja.
  • CV (Curriculum Vitae) atau riwayat hidup
  • Ijazah pendidikan terakhir
  • Transkrip nilai
  • Pas foto
  • SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
  • Portofolio (berguna untuk menunjang CV)
  • Sertifikat
  • Surat rekomendasi
  • Dokumen penunjang lainnya
  • Siapkan juga alat tulis seperti buku catatan dan pulpen jika dibutuhkan

10. Persiapkan jawaban atas pertanyaan wawancara kerja yang sifatnya umum

Ini adalah suatu hal yang kadang dianggap sepele namun penting untuk dilakukan. Mempersiapkan jawaban dari pertanyaan yang pasti akan ditanyakan dapat meminimalisir tingkat kegrogianmu.

Selain itu, kamu juga tak perlu lagi berpikir lama saat ditanya. Karena jawaban interview kerja yang baik dan benar serta meyakinkan sudah kamu persiapkan sebelumnya.

Sebagai bahan referensi, kamu bisa mencari di buku tentang contoh pertanyaan wawancara kerja dan jawabannya yang sering ditanyakan secara umum.

Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan yang bisa kamu jadikan acuan, baik yang hendak melamar di perusahaan, bank, maupun Alfamart.

  1. Perkenalan diri
  2. Terkadang, pertanyaan tentang pengenalan diri ini mungkin agak sedikit bervariasi. Namun pada intinya pihak perekrut menginginkan kamu memperkenalkan dirimu.

    Dalam hal ini, kamu perlu membuat catatan terkait poin-poin penting apa yang ingin kamu sampaikan dalam tahap pengenalan diri. Pastikan tidak terlalu pendek maupun terlalu panjang.

    Pelajari contoh perkenalan diri saat interview kerja dalam bahasa Indonesia untuk mengantisipasi adanya kesalahan dalam penyebutan katamu.

    Terkhusus untuk pertanyaan ini, saya sangat menganjurkan kepada kamu untuk banyak-banyak latihan di depan cermin untuk menyampaikannya.

    Fokus pada tatapan mata, bahasa tubuh, dan kejelasan pengucapanmu.

    Perkenalan diri yang penuh percaya diri dan tanpa ada ragu sedikit pun akan membuat perekrut yakin bahwa kamu sudah sangat siap untuk interview.

    Tentunya ini akan memicu daya tarik bagi perekrut untuk menggali lebih dalam tentang kemampuanmu, dan pastinya juga akan memperbesar peluangmu untuk diterima kerja.

    Begitu pula sebaliknya, perkenalan diri yang terkesan ragu-ragu akan membuat perekrut malas untuk menggali informasi tentangmu terlalu jauh. Tentu saja ini akan memperkecil peluangmu untuk diterima.

  3. Kelebihan dan kekurangan saat interview
  4. Pada saat ditanya kelebihan, pastikan untuk menyebutkan semua kelebihanmu yang kiranya berkaitan dengan posisi yang akan kamu lamar.

    Selebihnya, kamu boleh menyebutkan kelebihan lain yang kamu miliki selama itu tak merusak citra baikmu di mata perekrut.

    Sedangkan jika ditanya kekurangan, ungkapkan saja dengan jujur dan pastikan untuk menyertainya dengan solusi terbaik dalam mengatasi kekurangan itu.

    Misalkan kamu menyebutkan bahwa kamu adalah tipe orang pelupa, tetapi kamu mengatasinya dengan selalu membawa notes dan mencatat segala tugas yang akan kamu lakukan agar tak lupa.

  5. Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan ini
  6. Khusus untuk pertanyaan satu ini, di sinilah kamu memaparkan apa saja yang kamu ketahui berdasarkan hasil risetmu sebelumnya.

    Pada tahap ini kamu bisa sedikit menceritakan tentang sejarah, visi, misi, dan hal-hal dasar apapun yang kamu ketahui tentang perusahaan tersebut.

  7. Apa rencanamu untuk beberapa tahun mendatang
  8. Bila kamu mendapat pertanyaan tentang rencana untuk beberapa tahun mendatang atau visi misi saat interview, sebenarnya itu tak mengarah pada masa depan pribadimu.

    Tetapi lebih kepada kontribusi apa yang bisa kamu berikan ke perusahaan untuk beberapa waktu yang akan datang.

    Maka dari itu, sangat penting untuk mempersiapkan jawaban yang benar-benar matang atas pertanyaan ini.

    Jawaban terbaik dari pertanyaan ini adalah carilah kekurangan atau masalah yang dialami perusahaan tersebut lalu timpali dengan solusi cemerlang dan kritis darimu.

    Dengan begitu, maka pihak perekrut akan jadi lebih percaya dan tertarik untuk mempekerjakanmu di perusahaannya.

  9. Berapa gaji yang kamu inginkan
  10. Untuk menjawab pertanyaan ini, tentunya kamu butuh data riset sebagai bahan referensi. Singkatnya, alur cara menentukan gaji yaitu sebagai berikut:
    • Cari data tentang nominal gaji rata-rata yang diterima pegawai pada posisi yang kamu lamar
    • Evaluasi dan bandingkan dengan keterampilan yang kamu miliki
    • Kalkulasi berapa jumlah pengeluaran wajibmu
    • Jika memungkinkan, tanyakan ke perekrut tentang fasilitas apa yang akan kamu dapatkan ketika diterima kerja
    • Tentukanlah nilainya.
    Dalam hal penentuan nilai, pastikan nominal yang kamu tentukan sesuai dengan keterampilan yang kamu miliki, fasilitas yang tersedia, tak lebih besar dari pengeluaran wajibmu, dan tentunya tidak lebih rendah dari nominal gaji pegawai berdasarkan hasil risetmu.

    Jika tak mau terlalu ribet, kamu bisa langsung menembak ke nominal tertinggi dari data gaji pegawai pada posisi yang kamu incar.

    Tak usah terlalu khawatir dengan nominal yang agak tinggi, karena nantinya akan ada sesi negosiasi untuk masalah gaji.

11. Antisipasi pertanyaan jebakan wawancara

Saat menghadapi wawancara, tentu ada kalanya kamu akan mendapat pertanyaan jebakan yang bertujuan untuk menyeleksi calon pelamar.

Tak ada kisi-kisi khusus tentang pertanyaan ini. Tetapi yang bisa kamu lakukan adalah menebak pertanyaannya.

Simpelnya begini, bayangkan dirimu adalah seorang HRD. Pikirkan kira-kira pertanyaan jebakan seperti apa yang akan kamu berikan ke calon pelamar jika data dan kemampuannya persis seperti dirimu.

Pikirkan setiap alasan dan kemungkinan yang kiranya bisa jadi senjata untuk menolak si pelamar.

Jika kamu sudah menemukan alasan dan pertanyaan yang ampun untuk menjatuhkan pelamar, maka selanjutnya siapkanlah jawaban untuk itu, dan belajarlah mengungkapkannya dengan versi terbaikmu.

Berikut ini adalah contoh pertanyaan jebakan yang sering ditanyakan saat wawancara:

  1. Coba ceritakan seperti apa prestasimu
  2. Jika mendapati pertanyaan seperti ini, jawablah dengan jujur tanpa dilebih-lebihkan. Hindari menceritakan prestasimu dengan gaya angkuh, sombong, dan cepat puas.

    Sebab itu hanya akan membuatmu bercitra buruk di mata perekrut.

    Perilaku tersebut seakan mencerminkan bahwa kamu adalah orang yang tak bisa diajak bekerja sama dalam tim. Ini jelas akan memperkecil peluangmu untuk diterima.

  3. Apakah kamu melamar di perusahaan lain selain perusahaan kami
  4. Jika ditanya pertanyaan ini, kamu hanya perlu menjawabnya dengan jujur. Apakah kamu memang melamar di perusahaan lain atau tidak.

    Jika memang kamu melamar di perusahaan lain, mungkin jawaban ini bisa jadi bahan pertimbangan:
    Saya juga melamar di perusahaan X, Y, dan Z dengan posisi A. Karena selain menunjang kemampuan, secara kultur dan lingkungan kerja ketiga perusahaan ini mirip. Jadi harapan untuk saya bisa berkembang cukup maksimal.

  5. Mengapa kamu berhenti dari pekerjaan sebelumnya
  6. Pertanyaan seperti ini biasanya diajukan untuk memancingmu menceritakan konflik yang terjadi pada perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya.

    Sebisa mungkin, hindari menceritakan hal negatif. Baik itu tentang pekerjaan, pegawai, maupun bosnya.

    Karena jika kamu menceritakannya, pihak perekrut akan berasumsi bahwa kamu juga akan melakukan hal yang sama jika diterima dan berhenti bekerja dari perusahaan tersebut.
    Baca Juga : Jawaban Motivasi Kerja

12. Banyak latihan simulasi interview kerja

Simulasi ini sangat penting untuk mematangkan mentalmu agar tidak down saat ada tekanan ketika interview kerja.

Mulailah berbicara di depan cermin atau kamera layaknya sedang interview. Ini untuk mengevaluasi seperti apa performa dan bahasa tubuhmu saat ber-interview.

Buat skenario contoh interview kerja dimana kamu sedang berhadapan dengan pihak perekrut dan sedang berlangsung proses wawancara.

Ajukan beberapa pertanyaan umum yang biasa ditanyakan HRD dan jawablah sesuai versi terbaik dari dirimu.

Agar lebih mahir, panggillah temanmu untuk berperan sebagai HRD yang mengajukan pertanyaan untuk kamu jawab.

Setiap selesai simulasi, jangan lupa untuk meminta penilaian dari temanmu terkait pengungkapan, ekspresi, dan gesture tubuhmu saat menjawab.

Ini sangat berguna untuk mengetahui dimana letak kekuranganmu.

Ulangi latihan tersebut sampai benar-benar mahir. Sebab dengan berlatih dan membiasakan diri, niscaya nanti kamu tak akan gugup lagi saat berhadapan dengan HRD.

13. Siapkan pertanyaan yang ingin kamu tanyakan di akhir sesi

Pada akhir sesi, biasanya di pelamar akan diberi kesempatan untuk bertanya jika ada yang kurang jelas atau perihal apapun itu seputar pekerjaan.

Bagi sebagian perekrut, mengajukan pertanyaan tentang pekerjaan itu juga bisa jadi tanda bahwa kamu memang tertarik dan minat untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Siapkanlah pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan yang mungkin cukup penting bagimu.

Misalnya seperti fasilitas apa yang didapatkan jika diterima kerja, lokasi tempat kerjanya dimana, atau apapun itu. Tergantung informasi apa yang ingin kamu peroleh.

Tetapi jika memang semuanya sudah jelas dan tak ada lagi yang ingin ditanyakan, kamu bisa memberikan jawaban seperti ini:
“Terima kasih, informasi yang bapak/ibu berikan sudah sangat jelas dan tak ada pertanyaan lagi dari saya”

14. Jaga kesehatan

Poin terakhir yang kadang sering diabaikan oleh calon pelamar kerja adalah kesehatannya. Terutama ketika selesai mengirim berkas dan lolos seleksi administrasi.

Percayalah, ini sangat penting untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu kamu dipanggil wawancara dan tubuhmu tidak fit.

Jadi, biar tak kehilangan kesempatan wawancara kerja karena sakit, alangkah baiknya jika kamu terus menjaga kesehatanmu. Beberapa tips yang bisa kamu terapkan yaitu sebagai berikut:
  • Banyak minum air putih
  • Atur pola makan
  • Perbanyak makan sayur-sayuran
  • Berolahraga
  • Konsumsi vitamin bila perlu
Apabila kamu telah menerapkan tips tersebut, saya yakin tubuhmu akan lebih bugar dan lebih siap dalam menjalani hari, khususnya untuk interview kerja.

Tips Wawancara Kerja

Berikut ini adalah beberapa tips dan larangan yang perlu kamu perhatikan sebelum mulai wawancara:
  • Bersikaplah rendah hati
  • Jangan mengutarakan kelebihan yang dibuat-buat tanpa disertai data valid
  • Jadilah diri sendiri dan jangan minder
  • Usahakan untuk bersikap santai dan penuh percaya diri
  • Hindari bicara buruk tentang perusahaan tempatmu bekerja sebelumnya
  • Jangan lupa untuk selalu tersenyum selama wawancara berlangsung
  • Perhatikan bahasa tubuhmu 
  • Hindari gerakan mengetuk-ngetukkan kaki ke lantai atau memainkan pulpen
  • Jangan hanya berbicara ketika ditanya
  • Duduklah dalam posisi tegak dan jangan membungkuk
  • Sebelum mulai wawancara, pastikan untuk mematikan nada dering ponselmu

Cara Menjawab Interview Kerja

Saat menjawab pertanyaan interview kerja, pastikan kamu memberikan jawaban yang jujur tanpa ada kebohongan.

Sebab sekali saja kamu diketahui berbohong, maka tamat sudahlah impianmu untuk diterima.

Selain itu, kamu juga harus menjawab dengan suara yang jelas, tegas, antusias, dan tanpa bertele-tele.

Jangan lupa untuk selalu mempertahankan kontak mata ke perekrut dan hindari menyela perkataannya saat sedang berbicara.

Cara Interview yang Baik Agar Cepat Diterima

Bagi kamu yang sedang mencari tahu seputar cara interview yang baik agar cepat diterima, mungkin ini bisa menjawab pertanyaanmu.

Silahkan disimak beberapa poin dan tahapan yang benar untuk interview yang baik agar segera diterima.

1. Berdoa

Baik sebelum berangkat atau pas hendak memasuki ruangan interview, kamu jangan sampai lupa untuk memanjatkan doa agar lulus tes interview kerja.

Karena segala sesuatu yang terjadi di dunia ini timbul karena ada campur tangan dari-Nya.
Usaha boleh maksimal, namun berdoa tetap tak boleh dilupakan.

Maka dari itu, sangat penting untuk mempelajari doa agar lulus tes interview kerja agar tak merasa gugup dan lebih diberkahi.

Bila kamu masih memiliki orang tua, ada baiknya jika kamu meminta restu dari beliau sebelum berangkat interview.

2. Datang lebih awal

Jika kamu ingin membangun kesan pertama yang baik dan dianggap sebagai pribadi yang disiplin, maka usahakan datanglah lebih awal. Paling tidak, 15 menit sebelum jadwal tes interview dimulai.

Ini untuk memberikanmu waktu mengatur emosi, kefokusan, stres, dan menyempurnakan persiapan lainnya. Misalnya seperti merapikan pakaian, make-up, atau mungkin berdoa.

Kamu juga jadi punya waktu untuk mencari tahu lokasi tes interview atau tempat-tempat khusus yang kiranya diperlukan, seperti toilet atau tempat ibadah.

3. Ketuk pintu dan bersalaman dengan perekrut saat memasuki ruang wawancara

Ketika nama kamu dipanggil untuk memasuki ruang wawancara, ketuklah pintu ruangan sebelum masuk dan buka perlahan sambil memberikan senyum hangat.

Setelah kamu dipersilahkan duduk, jabatlah tangan perekrut untuk mencairkan suasana agar tak terlalu tegang.

Pada saat berjabat tangan, pastikan kamu menjabat tangannya dengan kuat dan penuh keyakinan. Karena melalui jabat tangan itulah perekrut bisa menilai karaktermu.

4. Memperkenalkan diri dengan baik

Pada tahap awal wawancara, biasanya kamu akan disuruh untuk memperkenalkan diri. Ini adalah kesempatan emas untukmu mempromosikan diri.

Beberapa orang mungkin akan menjawabnya dengan menyebutkan nama, riwayat pendidikan dan hal-hal dasar lainnya.

Tidak salah memang, tetapi akan jauh lebih baik jika kamu menjawabnya dengan jawaban yang kiranya cocok dengan posisi yang akan kamu lamar dan berhubungan dengan perusahaan.

Misalnya semacam pengalaman organisasimu, prestasimu semasa sekolah, soft skill yang kamu miliki, kegiatan magangmu, atau hal apapun itu yang kiranya bisa menguntungkan perusahaan.

Pengalaman organisasi dianggap penting karena dari situlah perekrut tahu bahwa kamu adalah orang yang matang dalam berorganisasi dan bisa bekerja di dalam tim.

Sedangkan pengalaman prestasi dianggap penting karena dari hal tersebutlah yang menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan di atas rata-rata atau tidak.

Jadi untuk tahap ini, kamu hanya perlu memperkenalkan diri dengan jawaban tersebut disertai keyakinan dan percaya diri.

Perkenalan diri yang penuh keyakinan, tentunya akan membuat perekrut lebih tertarik untuk menggali lebih dalam tentang kemampuan dari si pelamar tersebut.

Sangat penting untuk memperhatikan bahasa tubuh, kejelasan pengucapan, tatapan mata, dan intonasi saat menjawabnya.

Inilah alasan utama saya menyuruhmu latihan di depan cermin untuk menjawab pertanyaan ini sampai benar-benar mahir.

5. Utarakan kelebihanmu berdasarkan fakta yang ada

Kesalahan banyak orang adalah fokus di CV dan portofolio, lupa bagaimana menjual diri kepada perusahaan.

Kadang ada juga orang yang menjelaskan selling poinnya namun tak dapat membuktikannya. Ini juga kurang baik untuk diterapkan.

Contohnya begini:

“Saya adalah orang yang bisa bekerja dengan baik dalam tim”

Tetapi berdasarkan portofolionya, menunjukkan bahwa ia selalu bekerja sendiri.

Jadi bagaimana solusinya?

Gampang, cukup siapkan 3 sampai 5 kelebihan dirimu yang setidaknya dibutuhkan oleh perusahaan dan sesuaikan juga dengan posisi yang ingin kamu lamar.

Misalnya begini:
Saya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, ini ditunjukkan dari portofolio saya yang sukses meloloskan perusahaan saya dalam lebih dari 5 tender besar pemerintah.
Jika begitu, maka pihak HRD bisa mengonfirmasi bahwa memang kamu sesuai apa yang kamu katakan.

Dan tentu saja dapat menghindarkanmu dari dicap sebagai calon pegawai yang hanya banyak omong kosong.

Selain itu, persiapkan juga alasan melamar pekerjaan mengapa perusahaan harus menerimamu sebagai karyawan mereka.

Dalam hal ini, kamu bisa menjelaskan kemampuan dan keahlianmu yang kiranya bisa membantu perusahaan untuk maju.

Satu hal yang perlu kamu ingat, bahwa  tiap perusahaan tentunya berniat berbisnis untuk menambah keuntungan.

Maka dari itu, kamu harus pandai dalam menunjukkan ke perusahaan bahwa kamu dapat meningkatkan omzet mereka.

6. Utarakan kekuranganmu disertai cara mengatasinya

Jika ingin mengutarakan kekurangan, pastikan di akhir pengutaraan tersebut ada solusi yang kamu sebutkan untuk menutupi kekurangan tersebut.

Misalnya contoh kasusnya sepeti ini:
Saya selalu gemar menyelesaikan pekerjaan dengan sangat sempurna dan detail, terkadang itu membuat saya jadi sulit untuk bekerja secara multitasking.
Namun masalah tersebut biasa saya cover dengan menuliskan poin-poin apa saja yang harus diperhatikan pada pekerjaan yang lama sebelum memulai pekerjaan baru. Hal itu saya lakukan agar nantinya tidak kelupaan.

7. Jawablah pertanyaan lainnya dengan tepat

Pada bagian menjawab pertanyaan ini, saya yakin kamu akan menjalaninya dengan mudah jika sudah membaca dengan baik penjelasan sebelumnya di poin persiapan sebelum interview.

Jadi tinggal bagaimana kamu mempraktikkan segala usaha dan kerja kerasmu selama latihan di tahap persiapan.

Kalaupun ada pertanyaan yang bervariasi atau di luar konteks yang saya ajarkan, jawablah dengan penuh keyakinan sesuai versi terbaikmu.

Dengan demikian, niscaya pihak perekrut akan semakin yakin dan mantap hatinya dalam menerimamu.

8. Ajukan pertanyaan

Saat mendekati akhir sesi, biasanya kamu akan diberi kesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan untuk HRD terkait pekerjaan atau perusahaan tersebut.

Dengan mengajukan pertanyaan, kamu akan dinilai sebagai orang yang antusias dan cukup tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Untuk hal-hal yang ditanyakan, kamu bisa membaca penjelasan saya di poin sebelumnya yang membahas tentang persiapan interview kerja.

Namun untuk membuatmu terlihat lebih cerdas dan kompeten di mata perekrut, disini saya punya beberapa pertanyaan yang kiranya bisa kamu jadikan referensi.
  • Bisakah Anda menjelaskan tentang tanggung jawab harian apa saja yang perlu saya lakukan selama di perusahaan ini?
  • Kira-kira bagaimana nantinya perusahaan menilai performa saya dalam bekerja di posisi ini, seberapa sering?
  • Apa saja kesuksesan atau prestasi yang pernah dicapai oleh seseorang yang sebelumnya pernah bekerja pada posisi ini di perusahaan?
  • Apa tantangan terbesar yang kiranya bisa saya bantu untuk menghadapinya bila saya diterima di posisi ini?
  • Di posisi ini, dengan divisi apa saya kebanyakan saya akan berhubungan? Bagaimana proses dan cara kerja divisi tersebut?
  • Kira-kira benefit apa saja yang nantinya bisa saya terima jika bekerja di perusahaan ini?
Perlu kamu ketahui juga bahwa ada beberapa pertanyaan yang tidak boleh ditanyakan saat wawancara kerja.

9. Ucapkan terima kasih dan jabat tangani recruiter (perekrut)

Setelah proses wawancara selesai, Anda jangan langsung pergi begitu saja. Untuk memberikan kesan yang baik, pastikan Anda berjabat tangan dengan si perekrut dan jangan lupa mengucapkan terima kasih.

Jika Anda punya kepercayaan diri lebih, Anda juga bisa mengucapkan harapan-harapan singkat sembari bersalaman.

Misalnya, “Saya sangat berharap bisa bergabung di perusahaan ini”, atau kalimat lainnya.


Penutup

Demikianlah panduan interview kerja yang baik dari saya agar cepat diterima. Silahkan diterapkan dan saya tunggu yah kabar gembiranya!

Posting Komentar untuk "Panduan Interview Kerja yang Baik Agar Kamu Cepat Diterima"