Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asas Asas Tata Ruang Kantor yang Dijadikan Pedoman Saat Ini

Asas Asas Tata Ruang Kantor

Asas tata ruang kantor adalah suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penataan ruangan kantor agar tercipta suasana aman dan nyaman sesuai yang diharapkan.

Tata ruang kantor yang tidak berpedoman pada asas maka kemungkinan besar suatu saat akan menimbulkan berbagai permasalahan, entah itu kecil maupun besar.

Asas tata ruang kantor berperan sebagai pedoman dalam penataan ruangan untuk menciptakan optimalisasi penggunaan ruang, efisiensi, dan keamanan kerja.

Jadi apabila kamu menginginkan punya ruang kantor yang seperti kriteria tersebut, maka usahakan untuk senantiasa berpedoman pada asas tata ruang kantor.

Mau tahu apa saja asas tata ruang kantor yang sering digunakan? Ayo simak penjelasan detailnya berikut ini.


Asas Tata Ruang Kantor

Dalam buku berjudul “Practical Plan Layout” tahun 1955, Richard Muther menyampaikan beberapa asas asas tata ruang kantor yaitu:


  1. Asas Jarak Terpendek
  2. Maksudnya yaitu semua penempatan alat dan furniture ditempatkan pada jarak terdekat sesuai dengan kebutuhan dan keterkaitan fungsinya masing-masing. Terutama untuk jenis pekerjaan yang saling terhubung dan membutuhkan.

    Misalkan pada suatu ruangan terdapat beberapa orang pegawai yang menangani perihal surat. Nah, tentu saja peletakan print dan mesin fotocopy tidak boleh berjauhan dengan ruangan mereka. Sebisa mungkin letakkan sedekat mungkin dengan mereka agar lebih mudah dijangkau.

    Sehingga dengan begitu, maka pekerjaan mereka bisa lebih cepat selesai tanpa perlu repot-repot lagi bergerak ke ruangan lain hanya untuk menggunakan fasilitas tersebut.

    Intinya prinsip ini memungkinkan proses penyelesaian pekerjaan dengan lebih cepat dan efektif.


  3. Asas Rangkaian Kerja
  4. Asas ini mengharuskan agar karyawan yang sirkuit dan rangkaian alur kerjanya sejalan untuk ditempatkan berdekatan. 

    Bisa dibilang bahwa asas ini masih kelanjutan dari asas jarak terpendek, karena desain tata ruang yang baik haruslah memfasilitasi karyawannya agar mudah mencapai peralatan kerja yang dibutuhkan.

    Hal ini untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam penyelesaian pekerjaan.


  5. Asas Penggunaan Ruangan
  6. Asas penggunaan ruangan menitikberatkan pada bagaimana mengatur ruang kantor semaksimal mungkin. Termasuk penggunaan ruangan secara vertikal maupun horizontal.

    Penerapan asas ini akan sangat terasa dampaknya jika digunakan untuk ruangan kecil tetapi butuh area penyimpanan yang cukup besar. Apalagi jika tidak ada ruangan lain yang bisa digunakan.


  7. Asas Perubahan Susunan tempat kerja
  8. Menurut asas ini, rencana penataan ruangan yang baik haruslah bisa dengan mudah diubah, direorganisasi, dan tak butuh banyak biaya tambahan.

    Asal kamu tahu saja bahwa perubahan desain kantor dilakukan untuk menciptakan suasana baru di kantor. Sehingga dalam hal ini furniture ruang kerja yang digunakan haruslah berbobot kecil dan ringan.

    Perubahan susunan ruang kerja biasanya disebabkan karena berubahnya prosedur kerja kantor, penemuan teknologi baru, dan sebagainya.


  9. Asas Integrasi Kegiatan (Terintegrasi)
  10. Pada asas integrasi kegiatan haruslah mengintegrasikan kegiatan dengan minat yang sama dalam perusahaan.

    Hal ini untuk membuat para karyawan bisa saling terkait dan bekerja dengan lebih harmonis agar pekerjaan bisa selesai sesuai target yang diharapkan.

    Asas ini berkaitan erat dengan prinsip unit fungsi dan hubungan individu dalam berbagai prinsip kantor organisasi. Perpaduan ini terjadi dan jatuh tempat ketika awal hubungan individu dengan unit fungsi.


  11. Asas Keamanan dan Kepuasan Kerja
  12. Dalam konsep penataan ruang kantor, penerapan prinsip keselamatan dan kepuasan kerja sangat perlu untuk diimpelementasikan.

    Berdasarkan asas ini, perencanaan tata ruang kantor haruslah membuat karyawannya bisa bekerja dengan nyaman, aman, dan puas.

    Sehingga dengan demikian maka tujuan organisasi atau perusahaan bisa dicapai secara memadai dan maksimal. 

    Apabila prinsip ini tidak berlaku, maka tentu saja pekerjaan kantor akan dikerjakan secara serampangan.


Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami seputar asas tata ruang kantor. Semoga informasi yang kami bagikan ini bisa kamu ambil hikmahnya. 

Jangan lupa untuk share ke teman-temanmu jika kamu merasa informasi ini sangat bermanfaat bagi banyak orang. Terima kasih!



FAQ Asas Tata Ruang Kantor

Apa yang dimaksud dengan asas mengenai jarak terpendek?

Asas jarak terpendek bisa tercapai ketika para pegawai atau alat-alat kantor ditaruh berdekatan menurut proses penyelesaian pekerjaan.


Tata ruang kantor diartikan sebagai pengaturan dan penyusunan seluruh mesin kantor serta perabot kan?

Tata ruang kantor mengacu pada cara penataan seluruh mesin, perlengkapan, serta perabot kantor dengan baik dimana pegawai bisa leluasa bekerja, nyaman, bebas, dan aman.


Mengapa tata ruang kantor perlu diatur?

Penataan ruang kantor akan membawa dampak baik seperti menghemat waktu dan tenaga, efisiensi pekerjaan dan ruangan, serta meminimalisir gangguan bagi para pegawai.


Terangkanlah apa yang anda ketahui tentang asas mengenai penggunaan segenap ruang?

Artinya yaitu tidak ada ruangan kosong yang tidak dimanfaatkan. Jadi apabila ada ruang kosong maka bisa digunakan sebagai tempat tanaman, hiasan, aquarium, dan lain sebagainya.


Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang asas mengenai perubahan susunan tempat kerja?

Perubahan tata ruang kantor pada asas ini artinya menata letak meja-meja dengan jarak antar meja tidak terlalu lebar sehingga pergerakan antar karyawan bisa lebih gesit.


Jelaskan apa yang dimaksud dengan penggunaan asas rangkaian kerja?

Yaitu menciptakan ruang kerja senyaman mungkin serta berkaitan dengan rangkaian sistem kerja antar divisi. Hal ini dilakukan agar memudahkan koordinasi antar divisi yang memiliki alur kerja berkaitan dan berantai.


Hal hal apa yang mengharuskan perubahan atau perpindahan suatu tata ruang kantor?

Beberapa penyebabnya yaitu penambahan atau pengurangan pegawai, penambahan atau penggantian perabot kantor dan alat kerja lainnya, serta perubahan dalam hal proses penyelesaian pekerjaan.